Brothership YoonJin
.
⚠Adegan kejahatan dan kekerasan tidak untuk ditiru.⚠
.
Cerita ini sepenuhnya fiktif. Semua nama, karakter, tempat, dan kejadian yang digambarkan merupakan hasil dari imajinasi penulis. Saya meminjam nama serta visual (wajah) an...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca.
.
.
.
Seokjin tetap setia di samping adiknya, menggenggam lembut tangan Yoongi tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah adiknya yang masih betah menutup mata.
Seokjin sudah mengabari orang tuanya tentang kondisi Yoongi, namun ia meminta mereka untuk tidak datang karena hari sudah malam. Ia memberitahukan bahwa Yoongi sudah baik-baik saja dan sedang tidur untuk beristirahat, agar orang tuanya tidak khawatir.
Namun, apa yang ia katakan pada orang tuanya untuk menenangkan mereka, ternyata tidak berlaku baginya. Ia masih diliputi rasa takut. Sudah beberapa jam berlalu, namun Yoongi belum juga sadar.
Saat pikirannya dipenuhi ketakutan, ia merasakan gerakan kecil dari tangan Yoongi yang digenggamnya. Ia langsung bangkit dan mendekatkan wajahnya pada Yoongi, mengamati mata yang tertutup itu perlahan terbuka.
Sungguh hati Seokjin begitu bahagia sekarang. Senyumannya langsung mengembang lebar, dengan mata berkaca-kaca karena kebahagiaan.
"Hei," lirih Seokjin, kala melihat mata adiknya terbuka sempurna, meski masih sayu.
Seokjin segera menekan tombol untuk memanggil dokter, lalu kembali fokus pada adiknya yang menatapnya dengan mata sayu.
Seokjin memberikan senyuman lembutnya, menyibak lembut rambut adiknya, lalu mencium kening adiknya sangat lama menyalurkan kasih sayangnya dengan air mata yang menetes dipipinya.
"Terima kasih, terima kasih sudah mau bangun, saeng," ucap Seokjin dengan penuh syukur sambil menatap mata sayu adiknya.
Bersamaan dengan itu, dokter dan perawat masuk untuk memeriksa Yoongi. Seokjin tetap di sisi adiknya, tidak melepaskan genggaman tangannya.
"Apa Anda masih merasa sesak?" tanya dokter itu dengan senyumannya.
Yoongi menggelengkan kepala pelan. Kemudian, dokter itu melepaskan masker oksigen yang dikenakan Yoongi. Setelah itu, dokter menjelaskan kondisi Yoongi yang semakin membaik kepada Seokjin sebelum akhirnya keluar dari ruangan.
Seokjin kembali fokus pada Yoongi, memberikan senyuman tulus, sambil menggenggam tangan adiknya dan mengusapnya dengan lembut.
"Terima kasih sudah baik-baik saja. Maafkan hyung, karena kecerobohan hyung yang menyuruh Yoongi makan banyak udang itu, Yoongi jadi... Yoongi jadi kesakitan dan membuat hyung hampir kehilangan Yoongi," kata Seokjin terbata, menahan segala perasaan yang ada di dadanya.
Sementara itu, Yoongi hanya diam menatap hyungnya, tidak mengalihkan pandangannya dari Seokjin. Ia mendengarkan setiap kata yang diucapkan oleh hyungnya, ia juga bisa melihat mata Seokjin yang sembab serta senyuman sendu yang terarah padanya.