Brothership YoonJin
.
⚠Adegan kejahatan dan kekerasan tidak untuk ditiru.⚠
.
Cerita ini sepenuhnya fiktif. Semua nama, karakter, tempat, dan kejadian yang digambarkan merupakan hasil dari imajinasi penulis. Saya meminjam nama serta visual (wajah) an...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Selamat membaca.
.
.
.
Ruangan sidang dipenuhi oleh para pengunjung yang menunggu dimulainya persidangan. Di barisan depan, Seokjin duduk bersama Yoongi di sebelahnya, diapit oleh Aera dan Woo Bin. Di belakang mereka, para keponakan Woo Bin ikut hadir untuk memberikan dukungan.
Hakim mengetukkan palu dengan suara lantang. "Sidang dimulai. Kasus ini adalah tuntutan pidana terhadap terdakwa Go Nam Soo dan Go Nam Kyung atas tuduhan kekerasan, eksploitasi anak, penipuan, serta percobaan pembunuhan. Jaksa, silakan mulai."
Jaksa berdiri, menyampaikan pembukaannya dengan tegas.
"Yang Mulia, hari ini kami menghadirkan kasus yang sangat serius. Selama 15 tahun, korban, Kim Yoongi, hidup dalam penderitaan akibat tindakan keji dari kedua terdakwa. Kami akan membuktikan melalui bukti dan kesaksian bahwa terdakwa telah melakukan eksploitasi, kekerasan fisik dan mental, serta tindak kejahatan lainnya. Selain itu, kami akan menunjukkan tindakan kriminal tambahan yang dilakukan terdakwa, termasuk perjuidan illegal, penipuan sebesar 10 miliar won, dan percobaan pembunuhan terhadap korban dan keluarganya."
Jaksa menyerahkan bukti berupa rekaman CCTV, foto luka-luka lama di tubuh Yoongi, laporan medis, serta rekaman suara ancaman yang berhasil direkam oleh Seokjin.
Pengacara Cha kemudian maju untuk mengajukan bukti tambahan terkait keterlibatan terdakwa dalam perjudian ilegal.
Namun, pengacara terdakwa, Nam Kyung dan Nam Soo, mencoba menyangkal tuduhan tersebut. "Yang Mulia, klien kami tidak bersalah atas tuduhan ini. Bukti yang diajukan jaksa terlalu lemah dan tidak cukup untuk membuktikan tindakan kriminal sebagaimana yang didakwa."
Hakim mengangguk dengan tenang. "Baiklah. Jaksa, panggil saksi pertama Anda."
Jaksa berdiri, menatap Yoongi dengan lembut.
"Kami memanggil Kim Yoongi ke mimbar saksi."
Seokjin dan Aera yang duduk di sebelah kanan dan kiri Yoongi, memberikan usapan lembut di punggungnya untuk menenangkan. Dengan langkah perlahan, Yoongi berjalan menuju kursi saksi. Tangannya sedikit gemetar saat ia bersumpah untuk mengatakan yang sebenarnya.
Jaksa memulai pertanyaan.
"Yoongi-ssi, bisakah Anda menceritakan kepada kami apa yang terjadi saat Anda bersama Nam Soo dan Nam Kyung?"
Yoongi mengangguk pelan, lalu mulai menceritakan secara garis besar apa yang terjadi padanya.
Ruangan sidang mulai dipenuhi bisikan para pengunjung. Hakim mengetukkan palu. "Diam, harap semua tetap tenang di ruang sidang!"
Jaksa melanjutkan.
"Yoongi, berdasarkan rekaman suara yang dijadikan sebagai bukti, terdapat pernyataan bahwa terdakwa pernah mencoba membunuh Anda. Apakah itu benar?"