part15

4.4K 514 59
                                    

Melihat Haechan yang menantang mereka tentu saja para penculik Chenle itu tersenyum menyeringai dan menganggap Haechan hanya omega lemah yang tidak bisa melakukan apapun.

"Aku sungguh takut apa yang akan kau lakukan Yang Mulia Permaisuri?" tanya salah satu dengan tertawa.

"Oh kalian menantangku rupanya tidak masalah." Haechan justru balik menyeringai, lalu dia mengeluarkan cahaya api biru dengan  cahaya yang begitu terang, dari tangannya yang langsung mengenai beberapa orang itu. 

Sangat terang dan juga panas karena emosi Haechan yang tidak terkontrol saat melihat anaknya lemah dan terikat di depan matanya.

Sontak saja semuanya begitu terkejut, mereka tidak menyangkah permaisuri milik kaisar yang dianggap cacat karena tidak dapat menggunakan kekuatannya dan gila, itu bisa mengeluarkan kekuatannya.

Tiga orang terkuat dari kelompok yang menculik Chenle terlihat mulai maju karena anak buah mereka yang terdiri dari sepuluh orang sudah terkapar di hadapan mereka karena luka bakar pada tubuhnya.

"Baiklah jika itu maumu, tapi sayangnya kami bukanlah salah satu bagian dari kerajaan, jadi menggunakan kekuatan element sepertinya kurang adil." ucap salah satunya dengan seringainya.

"Kurang adil, tapi kalian melawan satu orang dengan tiga orang. Tolong jangan bercanda denganku." ucap Haechan yang malas.

"Di dunia ini tidak ada keadilan Yang Mulia, bertarung lah dengan pedang, jika kau menang maka kami akan melepaskan putra tunggalmu ini, jika kau kalah maka kau harus jadi tahanan kami." ucap yang lainnya dengan tawa meremehkan.

"Iya di dunia ini memang tidak ada keadilan, tapi tiga alpha melawan satu omega sungguh sangat pengecut." Guanlin muncul di samping Haechan dengan santai, setelah tadi dia sempat kesal karena Haechan bertindah gegabah namun juga terkejut dengan dia yang mengeluarkan kekuatan elementnya.

Guanlin mengeluarkan pedangnya dan bersiap untuk ikut bertarung, "Tanpa menggunakan kekuatan element hanya ketrampilan menggunakan pedang, Dua lawan tiga tidak terlalu buruk, 'Kan?"

"Siapa kau!" tanya salah satu diantara ketiga orang itu dengan marah, "Orang luar di larangan ikut campur."

"Anggap saja aku pengawal Yang Mulia Permaisuri." jawab Guanlin santai dan memainkan pedangnya, "Tiga alpha menyerang Permaisuri yang aslinya hanya seorang omega benar-benar sangat memalukan."

"Baiklah, ingat peraturannya dilarang menggunakan kekuatan element!" ucap seorang yang lain dan langsung menyerang.

"Yang Mulia Permaisuri,kau tidak perlu bergerak aku bisa mengatasinya sendiri." Guanlin langsung bergerak menahan serta menyerang ketiga orang itu yang memang memiliki ketrampilan pedang yang sangat baik dan melindungi Haechan.

"Kau pikir aku omega payah, yang hanya bisa diam dan bersembunyi dibalik punggung seorang alpha? Aku tidak seperti itu!" Haechan ikut menyerang dan menahan setiap  tusukan ataupun ayunan pedang musuh.

Dentingan pedang yang beradu membuat hutan hening serta tenang seketika itu berisik dan kupu-kupi Peafecul mulai muncul berdatangan untuk membereskannya.

"Hati-hati jangan sampai kupu-kupu itu hinggap di tubuhmu Yang Mulia!" teriak Guanlin dengan terus bertarung pedang begitu pun dengan Haechan yang menahan serangan.

"Iya aku mengerti." ucap Haechan asal dan sibuk membereskan para musuh yang masih kuat untuk menyerang, sembari dia dan Guanlin berusaha saling melindungi serta menghindari kupu-kupu peaceful.

Haechan sebenarnya mulai lelah, tubuh seorang omega memiliki batasan tidak seperti para alpha, keringat mulai bercucuran dan napasnya tersenggal-senggal tapi dia tidak menyerah, dia terus memaksakan tubuhnya untuk terus menyerang serta menahan serangannya para musuh.

The Flower EmperorTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang