Pagi ini Haechan sudah terbangun dan begitu semangat mempersiapkan dirinya hari ini, "Aku sudah siap berperang hari ini, Jaemin ayo kita pergi."
"Baik Yang Mulia." ucap Jaemin yang membuka pintu kamar dan Haechan mengikutinya dari belakang.
Haechan melihat suasana lorong yang paviliunnya yang entah mengapa tampak begitu hening tidak ada satupun prajurit yang berjaga, tidak biasanya padahal paviliunnya dekat dengan paviliun kaisar itu artinya seharusnya ada banyak penjagaan di sana, Mark juga tidak mungkin tidak menaruh satu pun prajurit untuk menjaganya, apa kaisar brengsek itu tidak takut dirinya kabur.
Mata Haechan tampak begitu awas dan waspada, dan benar saja tak lama terlihat ada seseorang yang berada di belakang tubuhnya ingin membekap mulutnya tapi Haechan dengan cepat menarik tangan orang itu ke depan dan membantingnya begitu keras.
Jaemin terlihat terkejut melihat penyerangan itu dan terlebih permaisurinya yang saling adu pukul dengan satu penyusup itu, melayangkan beberapa pukulan pada wajahnya tapi penyusup itu tak kunjung pingsan.
Melihat pertarungan yang sengit, Jaemin berlari untuk meminta bantuan lalu dengan sekuat tenanga.
Haechan dan penyusup itu masih saling adu pulul, untuk menjatuhkan satu sama lain tapi karena Haechan hanya seorang omega membuat energinya tentu saja cepat terkuras habis, hingga terkena pukulan di sudut bibirnya dan meninggalkan luka darah yang terasa amis.
"Sialan, kurang ajar kau!" umpat Haechan yang kesakitan dan jatuh terduduk.
"Itu salahmu sendiri yang terlalu berani untuk dekat dengan kaisar, bukankah ancaman itu terlihat nyata?" ucapnya dengan dingin.
"Kau pikir siapa berani melarangku untuk dekat dengan alphaku, sialan!" umpat Haechan dengan berani dan menantang.
"Rumor tentang dirimu gila itu ternyata tidak sepenuhnya benar dan aku merasa kau hanya seorang permaisuri bermulut kotor. Ku peringatkan sekali lagi jauhi kaisar, jangan sekalipun kau mendekatinya jika tidak dirimu, anakmu ataupun kaisar sendiri yang akan terluka. " ucap penyusup itu menghina dan mengancam Haechan.
"Mulutku hanya berbicara kotor pada orang brengsek sepertimu! Dan aku tidak peduli ancamanmu!" ucap Haechan yang kesal lalu mulai berdiri dan siap untuk bertarung lagi, jika penyusup itu tidak kabur setelah mendengarkan langkah kaki seseorang, "Mau ke mana kau!"
Haechan mengejarnya dengan napas terengah-engah, sungguh tenaganya habis dan saat akan jatuh, dari arah belakang ada Jaemin yang menangkapnya, "Yang Mulia Permaisuri, anda baik-baik saja?"
"Sialan dia kabur, Jaemin bagaimana keadaan Permaisuri?" tanya seorang jendral Jeno yang rupanya tadi datang untuk membantu.
"Yang Mulia kelelahan, Tuan." ucap Jaemin khawatir.
"Aku bantu untuk mengangkatnya." ucap Jeno yang langsung menggendong Haechan dan Haechan yang lemas hanya diam digendongan jendral muda itu, Jaemin mengikutinya dari belakang.
Saat sampai di kamar Haechan segera diletakkan di ranjang agar dia bisa istirahat, Jeno izin pergi dan Jaemin menjaga Haechan yang sudah jatuh terlelap karena kelelahan terlalu menghabiskan banyak energinya, tak lupa jiga mengobati sudut bibir tuannya yang terluka.
Di tempat lain terlihat lima pria tampak berkumpul dan salah satunya terlihat menjelaskan semuanya.
"Aku sudah memberinya pelajaran dengan pukulan, tapi dia justru berani melawan. Dia sama sekali tidak gila dan menjadi orang yang berbeda Tuan Aldous." jelasnya, dia adalah Clay.
"Sangat aneh, padahal aku yakin aku telah menekan pikirannya dengan semua ancaman dan membuatnya sedikit gila, bagaimana dia bisa menjadi seperti orang normal." jelas Alstor aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
FanfictionHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...
