Saat kembali ke istana, Mark langsung membuat heboh seluruh penghuni istana terlebih dengan Haechan di gendongannya dengan luka yang sangat parah.
"Panggil tabib utama istana, cepat!" perintah Mark.
Jaemin yang melihat permaisurinya terluka parah tentu saja langsung menghampiri Mark dan juga Chenle.
"Baik, Yang Mulia." ucap salah satu pelayan yang langsung pergi memanggil tabib istana.
Pelayan berlari kecil hingga saat mencapai ruangan tabib istana, dia mengetuknya pelan hingga keluar tabib utama istana dengan penampilan jubah serba hitam seperti seorang penyihir.
"Tabib Doyoung, Kaisar memerlukan Anda. Permaisuri Haechan terluka parah." jelasnya dan Doyoung tabib utama istana terlihat mengerutkan keningnya, "Ayo kita segera pergi tabib, keadaan permaisuri benar-benar gawat, tubuhnya penuh darah, bibir membiru dan pucat."
Doyoung terlihat terkejut dan berjalan dengan langkah terburu-buru meskipun dia sedikit bingung karena kaisar itu dulu sama sekali tidak akan memanggilnya sekalipun omeganya terluka hingga mendekati ajalnya, ada apa kali ini dia berubah pikirian.
Saat sampai di kamar Haechan, Doyoung terlihat lebih terkejut melihat permaisurinya dalam keadaan yang cukup memprihatinkan, dia segera memeriksanya.
"Luka terkena panahan dan apa ini Yang Mulia, permaisuri terkena racun kupu-kupu peaceful." jelas Doyoung yang terkejut begitu dengan Mark serta Jaemin, setelah memeriksa keadaan Haechan, "Denyut nadinya masih ada namun lemah."
"Lakukan apapun yang terbaik Doyoung, jangan biarkan dia mati jika tidak kau habis di tanganku!" ucap Mark serius dan kejam.
Doyoung menghelah napas, tidak mengerti dengan kaisarnya bagaimana dia bisa membuat nyawa seseorang bisa tetap bertahan jika waktunya memang telah habis.
Bukannya dulu dia akan sangat senang jika permaisurinya ini mati daripada hidup, mengapa sekarang kebalikannya?
"Yang Mulia, aku akan menghentikan pendarahan dan mengobati luka permaisuri tapi Anda harus segera mencari penawar racun kupu-kupu peaceful terlebih dahulu. Madu hutan dan juga air suci mata dewa, di air terjun tersembunyi di hutan peaceful jika menginginkan nyawa permasuri selamat, Permaisuri hanya punya waktu dua hari terhitung dari sekarang." jelas Doyoung serius.
Mark terkejut bagaimana bisa omeganya terkena racun kupu-kupu, Chenle masih ada di sana di samping Mark dengan wajah sedih.
"Appa, apakah eomma akan selamat?" tanyanya dengan murung.
"Eomma akan selamat, percayalah eomma itu kuat. Chenle, bisa beritahu appa apa yang terjadi di hutan, bagaimana eomma bisa terkena racun kupu-kupu peaceful?" tanya Mark dengan lembut.
"Eomma awalnya bertarung pedang dengan orang yang menculikku dengan dibantu oleh seorang paman yang tidak aku kenal dan dilarang menggunakan kekuatan element. Lalu kupu-kupu peaceful banyak yang datang mungkin karena terlalu berisik, dan salah satunya ingin hinggap di tubuhku tapi eomma berlari dan memelukku, mungkin disaat itu eomma tersengat dan terkena racunnya." cerita Chenle dengan menangis, "Appa maafkan aku, maaf sudah membuat eomma sakit."
Chenle terlihat sangat bersalah dan menangis cukup menyedihkan lalu Mark membawa anaknya ke dalam pelukannya dengan erat, "Jangan menyalahkan dirimu sendiri, jika eomma tahu dia akan marah karena eomma memang ingin melindungimu dari apapun."
Mark melepaskan pelukannya dan mengantar anaknya ke kamarnya, "Bersihkan dirimu dan istirahatlah dulu di sini bersama eomma dan juga paman Jaemin. Appa akan mencari penawarnya untuk eomma. Kau ingin eomma selamat bukan?"
"Appa apa aku tidak bisa ikut? Aku ingin membantu." ucap Chenle dengan sedih.
"Ada baiknya kau di istana saja, appa tidak mau membuatmu terluka lagi cukup eommamu saja dan percayakan semuanya pada appa, mengerti." ucap Mark tegas, tentu saja dia tidak ingin anaknya ikut terluka juga saat dia mencari penawarnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Flower Emperor
FanfictionHaechan hanyalah seorang pemuda biasa yang bekerja di toko bunga, seseorang yang keras kepala, sedikit bar-bar dan baik hati, tanpa sengaja hari itu dia meninggal karena luka tusukan seseorang yang akan merampok tokonya. Bukannya berada di alam kem...