28

887 92 26
                                        

Sebenernya ini mau ending tapi gue sibuk bgt ngurus skripsi sama novel satunya sampek novel ini jd anak tiri😭bantu dukung gais semoga cepat tamatin cerita ini 🙏🙏🙏🙏

Kalian tim Happy Ending atau Sad Ending?

 Kalian tim Happy Ending atau Sad Ending?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Astiiii.... Ayo kita yoga!" Teriak Revina menggelegar membuat ketiga pria tampan yang sedang fokus dengan pekerjaan mereka sontak mengalihkan pandangannya.

"Apalagi sih nj*ng?! Gue mager banget." Lesu Prasasti sudah telentang di gazebo menatap Revina dengan malas.

Teriknya matahari di siang hari membuat Prasasti malas beraktivitas. Ditemani camilan dan aneka minuman membuatnya seperti liburan di tepi pantai. Semilir angin bertiup lembut seakan mengantarkan rasa kantuk.

"Ayo yoga, orang hamil itu harus banyak olahraga biar gampang persalinannya." Ucap Revina dengan semangat menggebu.

"Siapa Yoga sayang?" Tanya Rodolfo menghampiri.

Setelah mendengar kata yoga, Rodolfo dan Leon kompak meletakkan berkasnya menyisahkan Kenzio yang kebingungan.

"Yoga itu olahraga buat ibu hamil supaya lentur. Udah kalian kerja lagi sana jangan malas-malasan." Titah Revina mendorong suaminya.

"Maaf menyela Ibu Suri, tapi anda ingin yoga disiang hari seperti ini?" Tanya Kenzio yang menyusul. Nampaknya hanya dia disini yang waras.

Semua orang kompak menengadahkan kepala keatas menatap langit. Sinar matahari yang menyengat membuat mereka kompak memejamkan mata silau.

"Emang yoga gak boleh siang hari? Yaudah kalau gak boleh kita ganti yang lain aja pokoknya Asti harus banyak gerak." Ucap Revina masih kekeuh.

"Ngapain? Gue gak mau!" Sungut kesal Prasasti yang merasa terganggu dengan kehadiran semua orang.

"Emak memangnya mau mengajari istriku apa?" Tanya Leon menengahi ibu dan istrinya yang berdebat.

"Mberot."

Satu kata yang dengan enteng keluar dari bibir Revina. Kenzio syok hingga oleng sedangkan Prasasti sudah menjatuhkan rahangnya tak percaya.

"Lo gila?! Yang ada gue langsung lahiran prematur." Ucap Prasasti tak peduli lagi adab kepada ibu mertua. Toh modelan ibunya seperti ini.

"Mberot itu apa mak?" Tanya Leon penasaran karena melihat istrinya yang benar-benar kesal.

"Mberot itu kaya gini nih. Ayo Messi, emak ajarin mberot." Ucap Revina bersiap mencontohkan.

Bayangkan saja, seorang wanita yang diagungkan diseluruh penjuru dunia kini tengah menjinjing gaunnya kemudian menghentak-hentakkan kakinya dengan bersemangat. Prasasti ingin menangis melihat reaksi ketiga pria di hadapannya begitu serius memperhatikan Revina.

"Nah ini namanya mberot. Ada lagi nanti emak ajarin teknik kesurupan kalau mau. Tapi Asti gak boleh." Terang Revina masih terengah-engah.

"Ya lo mau gue makan beling?! Sinting ini lama-lama gue belum lahiran udah baby blues." Ucap Prasasti beranjak pergi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 18, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

180Degrees [RETURN AGAIN]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang