OHAYO MINASAN, GOMEN TERLALU LAMA. SEMOGA KALIAN GA LUPA ALURNYA YA-!
SELAMAT MEMBACA
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
keesokan harinya, Temari mengelilingi kerajaan bersama pengawal dari kerajaan Nara. ia melihat sudut sudut dari kerajaan itu. ia melihat banyak sekali rusa yang berkeliaran di sana. 'kenapa banyak sekali rusa di sini? dan.. apakah mereka liar?' batin Temari. " dia tidak liar, kau tau?" Temari menoleh ke belakang, dan di sana ia melihat pria berkuncir, memakai baju pangeran berwarna hijau tua. "Shikamaru? e-hm maksud ku, Tuan Shikamaru?" gugup Temari.
"phfft, tidak usah canggung seperti itu. kau bisa panggil aku apa saja"
"pelayan, tinggal kan aku berdua bersamanya." ucap Shikamaru
"baik Tuan"
sekarang hanya mereka berdua yang berada di sana, beserta beberapa ekor rusa. hampir satu menit mereka saling bertatap-tatapan. tatapan itu seperti memiliki banyak arti.
cyak cyak cyak
suara burung itu membuat tatapan mereka terhenti. Shikamaru dan Temari tertawa di sana.
"ada apa denganmu? terlalu lama aku menatap wajahmu membuat aku ingin selalu tertawa" ucap Temari sambil tertawa.
"apa? ada apa dengan wajahku? apa aku terlihat terlalu tampan?" jawab Shikamaru sambil tersenyum kecil. "phhft, tidak juga. aku tidak punya alasan untuk itu" jawab Temari. Shikamaru tertawa sambil mendekat kepada Temari. disana mereka tertawa bersama. mereka seperti seseorang yang sedang jatuh cinta. sangat manis.
"yah.. Temari, aku ingin memberi tau padamu akan hal ini. tapi, hanya kau dan aku ya?" bisik Shikamaru. "eh? memberi tau soal apa? aku jadi penasaran" Temari sedikit bingung dengan ucapan Shikamaru.
"karna itu, ayolah ikut denganku" Shikamaru menarik tangan Temari dan mengajak nya ke ujung kerajaan yang berada di sebelah barat. Terlihat di sana seperti tempat yang jarang sekali orang datang. Termasuk para pelayan dan prajurit.
"Shikamaru, kau sedang apa?" tanya Temari. Temari melihat Shikamaru menggali tanah yang berada di sudut tembok besar kerajaan. "nanti, kau akan tau tentang ini" jawab Shikamaru.
Temari mengerutkan dahinya. wajahnya terlihat kesal. Temari pun membelakangi Shikamaru. "yah, mungkin nanti kau akan senang dengan hal ini. aku tau itu. apa kau sangat tidak sabar Temari? aku yakin jika wanita itu akan senang dan bahagia jika seorang pria memberikan nya sesuatu, benarkan Tema-.." Shikamaru menoleh dan melihat Temari yang membelakangi nya itu.
"hei hei? kau marah padaku karna aku tidak memberi tau mu? phft" ejek Shikamaru. Temari menoleh, menatap wajah Shikamaru dengan pipinya yang menggumpal dan kerutan di dahinya. "tidak. aku tidak marah" jawab Temari dengan mengalihkan pandangannya. Shikamaru tersenyum dan mendekat pada Temari. ia memegang bahu Temari dan melihat wajahnya yang sedang marah.
"lihat? jika kau tidak marah, lalu mengapa kau tidak ingin menatap ku? kau lucu sekali Temari" ucap Shikamaru dengan senyuman di wajahnya.
pipi Temari berubah menjadi merah, hatinya berdegup kencang, hal yang tidak pernah terjadi dalam hidupnya. "hei? kau marah kan padaku?" ucap Shikamaru.
"jika kau tidak marah padaku, ayo tatap mataku ini Temari" sambung Shikamaru. Temari sangat ragu akan hal itu. namun, mau bagaimana juga ia harus menatap mata coklat pria itu. Temari dengan pelan mulai menatap wajah Shikamaru.
disana ia melihat wajah seorang pria yang pernah berdansa dengannya, seorang pria yang tertawa bersamanya. 'mata itu.. mata coklat itu sangat indah.." batin Temari
Shikamaru tersenyum melihat wajah Temari yang sedang menatapnya. ia segera menarik tangan Temari dan mengajaknya masuk ke dalam pintu yang menuju ke bawah tana itu. "hei kau ingin membawa aku kemana?" tanya Temari. "ini adalah sesuatu yang sangat indah! kau pasti akan suka Temari, tunggu saja" jawab Shikamaru. Temari hanya terdiam dan mulai masuk ke dalam pintu itu. hampir 10 menit ia tidak menemukan jalan keluarnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Princess { ShikaTema }
Ficción GeneralSeorang pangeran dari kerajaan Nara yang sedang mencari calon istri sekaligus Ratu untuk kerajaan dan penerus Kerajaan. namun ia tak kunjung menemukannya, sampai suatu hari ia menemukan seseorang yang ia cintai sedalam dalamnya. apakah ia akan mend...
