24

4.2K 279 12
                                        

"abang tuh gabisa dikasih tau ya? Apa susahnya nurut gitu loh? Ikutin mau nya kak Bib juga ga nyusahin abang kan? Kakak tuh larang abang buat kesehatan abang sendiri" omel Lily saat melihat Jes masuk kedalam rumah.

"kakak mana?" tanya Jes.

"dengerin aku ga?"

"denger ly, udah jangan marah-marah dulu, abang mau ketemu kak Bible dulu" jawab Jes.

"gue ini marah bukan sekedar marah ngomelin abang doang, tapi abang gatau kan kalau kakak diomelin mama tadi? Cuma karena liat abang kerja pas lagi sakit, padahal salahnya abang juga, kakak udah ingetin tapi abang yang ngeyel, dan akhirnya tetep kakak yang dimarahin mama"

"dimarahin mama? Mama kesini?"

"iya, mama tuh keterlaluan, dan semua salah abang" jawab Lily.

"Bible mana?"

"dikamar, kakak gamau aku temenin, katanya mau sendiri dulu aja"

Jes pun langsung pergi dari sana, mempercepat langkah kakinya mengabaikan tubuhnya yang masih dalam pemulihan itu.

Ia langsung masuk kedalam kamarnya, mencari Bible yang kini duduk pada single sofa yang ada dikamar mereka.

"Bi" panggil Jes yang membuat Bible menatapnya.

"sayang" ujar Jes mendekati Bible.

Pria itu mengambil kursi pada meja rias dan meletakkan didepan Bible sehingga keduanya kini duduk berhadapan.

"Bi mas minta maaf sayang?"

Tanpa izin air mata Bible jatuh begitu saja saat melihat wajah sang suami, isakan yang sejak tadi ia tahan menyesakkan dadanya akhirnya keluar juga.

"my bad Bi, mas bener-bener minta maaf sayang" ujar Jes penuh penyesalan.

Jes menggenggam tangan Bible dan mengusap punggung tangannya, terus menatap Bible yang masih menangis terisak meluapkan kesedihan hatinya.

"aku khawatir mas Jes, mas ngerti ga?" tanya Bible kesal.

"buat apa kamu janji ini dan itu kalau ujung-ujungnya semua hal itu ga penting buat kamu?" tanya Bible lagi.

"coba dibalik mas, coba aku yang begitu, apa ga marah besar kamu?"  tanya Bible yang diangguki oleh Jes.

"terus kenapa? Kenapa kamu ga bisa ngertiin juga? Kamu pikir enak khawatir sendirian begini? Apa salahnya nurut sedikit mas Jes? Aku ga menuntut kamu banyak, kecuali kalau menurut kamu aku ini berlebihan"

"no sayang, engga Bi kamu ga berlebihan sama sekali, mas aja yang salah sayang" jawab Jes.

"aku khawatir paham gaa?!" tanya Bible dengan nada suara yang meninggi dan sedikit bergetar.

"aku disini takut sendirian mas, aku takut kamu kenapa-napa, mungkin emang sepele buat orang lain tapi engga buat aku" lirih Bible.

Jes semakin menundukkan kepalanya merasa bersalah, ia merasa begitu buruk saat ini, membuat Biblenya khawatir dan ketakutan.

"kamu bilang sama aku kalau emang gamau aku atur ini dan itu" ujar Bible yang langsung dijawab gelengan oleh Jes.

"engga Bi, please engga begitu sayang"

"aku yang salah mas, kamu gatau kan kalau lagi-lagi aku yang salah? Aku yang ga bisa ngurus suami aku, aku yang ga bisa jagain suami aku, aku yang ga peduli sama kondisi suami aku, aku yang salah" lirih Bible semakin terisak.

"maaf Bi maaf, mas minta maaf sayang, mas bener-bener salah sama kamu, maafin mas sayang"

Hanya kata maaf yang bisa terucap dari mulut Jes, ia tidak tau harus berkata apa lagi ketika mendengar isakan lirih dari orang yang sangat ia cintai itu.

Secret Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang