"hei...kenapa ini sayang?" tanya Jes saat melihat Bible menghampirinya dengan wajah yang cemberut dan merengut kesal.
"aku telfonan sama ibu, terus diomelin" jawab Bible duduk disebelah Jes.
"diomelin gimana hm?" tanya Jes merangkul pundak Bible.
"ibu nyuruh aku jalan sore, tapi aku lagi males mas, aku capek hari ini gamau jalan dulu, terus ibu langsung ngomelin aku, katanya kan aku dikantor banyak duduk, ya iya sih emang tapi kan aku lagi capek hari ini, ga pengen jalan, tapi ibu bilang aku susah dikasih tau yang bener, ibu loh suka banget ngomelin aku"
"mungkin ibu maksudnya baik sayang, kan udah mau deket lahiran, jadi harus banyak jalan, tapi juga kamunya lagi capek dan ibu lagi ga nerima alesan aja mungkin, mas paham kok kalau Bi lagi capek hari ini, biasanya juga kita jalan sore kan, kalau hari ini libur dulu gapapa, mungkin nanti mas coba jelasin juga sama ibu ya, nanti kalau dipaksa jalan sore pas lagi capek gini malah takutnya jatuh atau gimana, ibu pasti ngerti kok, ya sayang ya" ujar Jes mengusap pipi Bible.
"tolong bilang ibu juga jangan ngomelin aku terus, aku sebel"
"iya sayang, kamu juga jangan ngambek ngambek sama ibu, ngomongnya yang baik ya" ujar Jes yang diangguki oleh Bible.
"sayang pengen apa biar ga bete lagi?" tanya Jes.
"ga pengen apa-apa" jawab Bible memeluk pinggang suaminya itu dan menyandarkan kepalanya pada pundak kokoh milik Jes.
Tangan Jes yang awalnya berada pada bahu Bible kini beralih turun untuk mengusap-usap punggung pujaan hatinya itu.
"mas! berasa ga?" tanya Bible mendongakkan kepalanya.
"nendang ya dia?" tanya Jes tersenyum.
"iyaaa, udah bangun kayaknya, daritadi anteng banget perasaan, sekarang udah gerak-gerak lagi" jawab Bible.
"tadi kamu bete, jadi dia ikut bad mood juga makanya diem doang" ujar Jes.
"emang bisa gitu?"
"bisa, kalau kamu ga happy, baby juga ga happy sayang" jawab Jes.
"baby kompak banget sama aku" ujar Bible yang membuat Jes tertawa kecil.
"gemes banget" ujar Jes menangkup wajah Bible dengan kedua tangannya dan mengecup bibir ranum milik pria yang lebih muda itu.
"nakal banget cium cium"
"emang ga boleh kamu dicium-cium?"
"ga boleh, nanti anak aku marah kalau ada yang cium cium aku sembarangan"
"anaknya kamu posesif ya?"
"iya, sama kayak daddy nya" jawab Bible.
Jes kembali merangkul Bible dan membawa tubuh itu kedalam pelukannya sambil sesekali mengecup puncak kepala kesayangannya itu.
"ada tamu ya mas?" tanya Bible saat mendengar suara bel pintu.
"mas lihat dulu ya sayang"
"mau ikut"
Akhirnya mereka berdua pun beranjak dari sofa yang mereka tempati untuk melihat siapa yang menjadi tamu sore itu.
"loh mama? Kok ga bilang mau kesini?" tanya Jes saat melihat ibunya.
"emangnya mama harus bilang dulu mau ke rumah anak sendiri?"
"ya kan siapa tau aku sama Bible lagi keluar, takutnya ga ketemu mama" jawab Jes.
"masuk ma" ujar Bible mempersilahkan mertuanya itu masuk kedalam rumah mereka.
Seperti biasa, dengan wajah yang sedikit angkuh, ibunda dari Jes pun melangkahkan kakinya masuk ke rumah mewah itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret
FanfictionSiapa yang tidak mau memiliki suami dan mertua yang sama-sama menyayangimu? Tapi apa jadinya jika dinikahi tapi terus dirahasiakan karena salah satunya tidak menginginkan kehadiranmu?
