"loh Wicha ga siap-siap?" tanya ibu saat melihat anaknya itu masih mengenakan pakaian rumah.
Pagi-pagi sekali memang ibu sudah sampai dirumah anak dan menantunya itu setelah mendapatkan kabar tentang apa yang dialami cucu kesayangannya.
"siap-siap ngapain bu?" tanya Bible.
"bukannya tiap pagi kamu ada kelas apa itu olahraganya namanya"
"ohh..udah engga" jawab Bible.
"sayang, kamu jam nya diundur? Ga berangkat bareng mas?" tanya Jes masuk kedalam rumah setelah membawa Ailee berjemur dengan matahari pagi.
"aku ga pergi" jawab Bible.
"kok gitu? Bukannya 3 kali satu minggu ya?"
"gamau, gamau pergi-pergi lagi" jawab Bible.
Oke, Jes tau arahnya kemana, sejak semalam setelah kejadian itu Bible sama sekali tidak sedikitpun menjauh dari Ailee, ia selalu memastikan Ailee aman dan berada didekatnya.
Setelah pemeriksaan dari dokter, memang tidak ada luka dalam yang didapatkan, dan akhirnya diberikan pengobatan luar untuk lebam dan beberapa luka lecet di kulit Ailee.
"kan ada ibu nak, gapapa kalau Wicha pergi sebentar" ujar ibu mengusap lengan anaknya itu.
"engga, aku gamau Ailee aku tinggal-tinggal lagi" jawab Bible berjalan mendekati Jes dan mengambil anaknya itu untuk ia gendong.
"iya gapapa sayang, mas ngerti perasaan kamu, gapapa kalau kamu berhenti dulu sementara buat ngelakuin kegiatan yang lain dan cuma fokus sama Ailee, tapi jangan ngerasa ini semua salah kamu ya Bi" ujar Jes yang diangguki oleh Bible.
"aku ke kamar dulu, mau nyusuin Ailee" ujar Bible lalu berjalan menuju kamarnya.
"nanti ibu bantu pelan-pelan buat ngobrol sama Wicha ya, bagaimanapun pasti dia masih ngerasa bersalah" ujar ibu pada menantunya itu.
"makasih ya bu"
"susulin gih, nak Jes juga harus berangkat ke kantor kan"
"iya, Jes keatas dulu ya bu"
"iya nak"
Jes pun bergegas menaiki tangga menuju kamarnya, saat ia masuk kedalam kamar, ia melihat Bible duduk bersandar pada kepala ranjang sambil menyusui Ailee.
Chupp...
Jes memberikan sebuah kecupan ringan pada kening Bible sebelum ia duduk dipinggir ranjang menatap istri dan anaknya itu.
"kamu tau kan kita udah coba buat ngasih yang terbaik untuk Ailee?" tanya Jes yang diangguki oleh Bible.
"tapi terkadang emang sesuatu itu bisa berjalan tidak semestinya sayang, masih ada celah untuk itu" ujar Jes.
"kamu ngerasa bersalah dan mas juga begitu, kenapa kita bisa salah pilih pengasuh untuk Ailee, tapi gaada yang mau untuk kesalahan itu Bi, gaada yang tau juga, gaada yang salah dengan mas yang harus pergi kerja setiap hari, begitu juga kamu, gaada yang salah dengan kamu yang punya kegiatan setiap pagi diluar sana, mas ataupun kamu gaada yang sengaja untuk menempatkan Ailee diposisi yang tidak aman"
"mas cuma gamau kamu ngerasa kamu yang benar-benar bersalah disini, mas gamau kamu berhenti ngelakuin apa yang kamu suka, mas gamau kamu berhenti mencintai diri kamu, tolong jangan tempatkan semua kesalahan itu ada pada kamu ya sayang"
"ngerti kok Bi, kamu sekarang lagi ga percaya siapapun, kamu gamau Ailee ditinggal, gapapa itu wajar, siapa yang ga takut? Siapa yang ga trauma, tapi mas gamau ini berlarut-larut ya sayang? Nanti pelan-pelan kamu bisa mulai lagi ngelakuin kegiatan yang kamu suka, kamu bisa me time lagi, kamu bisa mencintai diri kamu sendiri lagi"
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret
Fiksi PenggemarSiapa yang tidak mau memiliki suami dan mertua yang sama-sama menyayangimu? Tapi apa jadinya jika dinikahi tapi terus dirahasiakan karena salah satunya tidak menginginkan kehadiranmu?
