Malam ini Jes baru saja keluar dari ruang kerjanya, hari ini memang pria itu bekerja hingga larut malam, karena seperti biasa, jika sudah mendekati akhir bulan maka ia akan menjadi lebih sibuk dari biasanya.
Kantor itu sudah tampak sepi, semua ruangan divisi juga sudah gelap dan tidak ada lagi kegiatan disana, mungkin hanya tersisa beberapa security dilantai bawah.
Jes pun turun menggunakan lift, saat sampai di lobby ia melihat seseorang yang tidak asing masih duduk disalah satu sofa yang ada disana.
"pak Jes baru mau pulang ya" sapa wanita itu bertanya pada Jes.
"iya, finance masih lembur?"
"udah pulang dari 1 jam yang lalu pak"
"terus kamu masih nunggu jemputan?"
"daritadi sih Tara udah coba cek jadwal bus gitu pak tapi kayaknya udah gaada, mau pesen taxi online gitu Tara masih was was pak" jawabnya.
"mana udah makin malem" sambung wanita itu.
Jes pun melihat kearah jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya sambil sesekali menoleh kearah luar kantor miliknya itu.
"kamu tinggal daerah mana?" tanya Jes.
"apartemen saya ga jauh dari sini pak sebenernya, keluar dipertigaan depan itu ke kiri terus lewatin satu lampu merah, nah ga jauh deh dari sana pak"
"yaudah saya anter deh"
"eh tapi gapapa pak?"
"terus kamu mau nunggu sampe pagi disini? Kalau mau sih gapapa, ntar security yang jaga malem saya suruh balik, biar kamu yang jaga" jawab Jes.
"gamau pakk"
"yaudah sekarang saya anter, besok-besok kalau lembur kamu minta tolong anter siapa gitu di divisi kamu, deket ini" ujar Jes lalu berjalan lebih dulu untuk keluar dari kantor dan berjalan menuju parkiran.
Akhirnya malam itu Jes mengantarkan salah seorang staff nya itu pulang terlebih dahulu sebelum ia pulang ke rumahnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"mas" panggil Bible ketika pagi ini ia dan Jes pergi keluar untuk sarapan ditempat langganan mereka.
"iya sayang" jawab Jes menoleh menatap Bible.
"parfume siapa nih? Bukannya ini parfum cewek ya?"
"mas gatau Bi punya siapa"
"lah ini di mobil kamu, masa gatau?"
"bentar mas mikir dulu sayang" jawab Jes, namun Bible sudah terlanjur rusak mood nya.
"ohh! ini sayang, semalem kan mas lembur tuh terus ada satu anak finance yang belum pulang, yaudah mas anterin aja, kayaknya punya dia deh ketinggalan"
"sendirian doang yang belom pulang?"
"iya, katanya udah gaada bus lagi"
"emang ga bisa ngomong ke temen satu divisi nya dia sebelum semua orang pulang?" tanya Bible.
"gatau sih, tapi kemaren mas bilang begitu kok"
"aku tau ga orangnya?"
"anak baru sayang, Tara deh namanya"
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret
Fiksi PenggemarSiapa yang tidak mau memiliki suami dan mertua yang sama-sama menyayangimu? Tapi apa jadinya jika dinikahi tapi terus dirahasiakan karena salah satunya tidak menginginkan kehadiranmu?
