Bible emang beneran ke ruang tengah, tapi bukannya duduk dan berbicara dengan sang suami, ia malah sibuk merapikan tatanan buku milik ayahnya yang sudah tersusun didalam lemari.
Karena melihat Bible yang tak nyaman, Jes pun mengurungkan niatnya untuk berbicara dengan Bible, memberinya sedikit waktu lagi.
Ruangan itu hanya dihiasi oleh suara Ailee yang sesekali terdengar saat diajak bercanda oleh Jes. Hingga ada suara lain yang memecah dinginnya ruangan itu.
"ayo nak kita makan dulu yuk" ajak ibu.
Tanpa bantahan, mereka pun berjalan menuju ruang tengah, bahkan keduanya seperti tidak menyadari bahwa mereka sudah diam berjam-jam walaupun berada di ruangan yang sama.
Saat makan malam pun, hanya terdengar suara sendok dan garpu yang bertemu dengan piring membuat suasananya terasa sedikit canggung.
"nak Jes nginep kan?" tanya ayah setelah mereka selesai makan.
"eumm... kayaknya Jes balik deh yah malem ini" jawab Jes setelah melirik ke arah Bible yang masih tampak tak nyaman.
"loh kok gitu? Udah malem banget dong nanti nyampe rumahnya? Kenapa ga besok siang aja?" tanya ibu.
"gapapa ibu, Jes balik malem ini aja" jawab Jes memberikan senyumannya.
"yasudah kalau maunya nak Jes begitu, mau jalan jam berapa? Ini ayah bukan ngusir loh ya, tapi takutnya nanti terlalu malam dijalan"
"mungkin setengah jam lagi yah" jawab Jes.
"beneran gamau nginep?" tanya ayah lagi.
"engga ya gapapa kok, nanti kapan-kapan Jes nginep deh disini" jawab Jes.
Bible pun berdiri dari kursinya, ia berjalan kearah Ailee dan menggendong anaknya itu dari atas bouncernya lalu pergi berjalan menuju kamarnya.
"maafin Wicha ya nak, nanti ibu coba bicara lagi sama dia"
"gapapa kok ibu, Jes juga yang salah, mungkin emang waktunya belum cukup buat Bible, masih belum nyaman dan belum tenang kayaknya, makanya Jes pulang dulu aja buat ngasih space lebih ke Bible" jawab Jes.
Obrolan menantu dan mertua itu terus berlanjut, sebenarnya Jes sangat ingin menghampiri Bible ke kamarnya, tapi ia tidak ingin membuat suasana rumah mertuanya jadi buruk karena mungkin nanti bisa saja mereka bertengkar?
Jes sudah bersiap akan kembali ke rumahnya, bahkan ibu sudah menyiapkan beberapa makanan ringan, air mineral dan minuman manis untuk bekal menantunya diperjalanan, katanya agar Jes tidak mengantuk.
"ibu panggil Wicha dulu ya, biar kamu bisa ketemu Ailee dulu sebelum pulang" ujar ibu yang diangguki oleh Jes.
Baru saja ibu melangkah beberapa langkah, tiba-tiba Bible keluar dari kamarnya sambil menggendong Ailee.
"loh?" kaget ibu saat melihat Bible sudah rapi, begitu juga dengan Ailee yang sudah ia pakaikan baju tidur dan dilapisi dengan jaketnya.
"aku pulang dulu ya bu" ujar Bible mengecup kedua pipi ibunya yang masih mematung kaget.
"pulang dulu ya ayah" ujar Bible berpamitan dengan sang ayah.
"aku tadi nyusuin Ailee dulu, dikit lagi bobo nyenyak anaknya, kamu bawa mobil yang ada car seat Ailee kan?" tanya Bible menatap Jes.
"b...bawa kok, ada..ada car seat nya" jawab Jes terbata.
"yaudah, mau jalan sekarang?"
"i..iya boleh boleh, kamu udah siap? Ada yang tinggal ga? Ada yang perlu mas bawain?" tanya Jes.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret
Fiksi PenggemarSiapa yang tidak mau memiliki suami dan mertua yang sama-sama menyayangimu? Tapi apa jadinya jika dinikahi tapi terus dirahasiakan karena salah satunya tidak menginginkan kehadiranmu?
