Pagi ini Bible berhasil berjalan menuju kamar mandi sendirian, kini ia berjalan perlahan sambil memegang infusnya untuk kembali ke ranjang rawat itu, sementara Jes sedang mengurus beberapa kebutuhan administrasi untuk perawatan Bible.
Baru saja Bible melangkahkan kakinya untuk mendekati ranjang, tiba-tiba pintu ruang rawatnya terbuka dan menampilkan seseorang yang sangat ia hindari.
"mama?" gumam Bible lalu melihat kebelakang mertuanya itu berharap Jes juga ada disana.
"dimana cucu saya? Kamu lancang sekali Bible, kamu memaksa Jes untuk tidak memberitahu kelahiran cucu saya?!"
"aku ga maksa mas untuk melakukan apa yang ingin dia lakukan, kalau memang mas ga ngabarin mama berarti itu keputusannya sendiri, karena aku ga pernah meminta atau pun melarang mas" jawab Jes.
"saya tau bagaimana anak saya, saya yang mengandung dan melahirkan dia, saya yang membesarkannya, ini semua pasti pengaruh buruk dari kamu!"
"mama kalau cuma mau marah-marah mending ga usah kesini, anak aku juga ga akan ketemu sama mama, mama ga berhak atas anak aku"
"dia cucu saya, anak dari anak saya, tentu saya berhak!"
"aku yang mengandung dan melahirkan anakku kalau mama lupa"
"kamu ga akan bisa membesarkannya tanpa anak saya"
"aku emang butuh mas Jes, karena mas suami aku, tapi aku ga butuh mama, anakku ga butuh mama, kalau mama aja ga bisa mengakui dan menganggap aku, untuk apa mama repot-repot mencari anak aku?"
"tidak salah saya membenci kamu Bible, manusia tidak tau diri"
"iya, jadi lebih baik mama pergi dari sini"
"saya hanya ingin cucu saya"
"aku ga ngasih mama ketemu anakku"
"BIBLE!" bentaknya kesal.
Plak!!
"ga tau sopan santun kamu?! Kamu bukan siapa-siapa aja udah sombong seperti ini!" seru wanita paruh baya itu setelah menampar pipi Bible.
"aku minta mama pergi dari sini, aku bener-bener gamau berurusan sama mama, jangan cari anakku dan jangan ikut campur dalam urusan rumah tanggaku, walaupun suami aku anaknya mama, tapi boleh buktikan sendiri mas Jes ada di pihak siapa"
"saya akan mengambil kembali anak dan cucu saya dari manusia rendahan seperti kamu"
"aku ga akan diem aja ma, semua yang mama lakuin cuma akan membuat mama semakin jauh dari anak mama, dan apa? Cucu? Anakku bukan cucu mama menurutku"
"kamu benar-benar menguji kesabaran saya Bible!" serunya mendorong pundak Bible hingga tubuh yang belum terlalu stabil itu terjatuh dengan mudah.
Tidak hanya itu, bahkan saat Bible terjatuh pun wanita paruh baya itu tanpa rasa bersalah memukul nya dengan tas mewah miliknya yang cukup kokoh itu.
"astaga MAMA!"
"MAMA APA-APAAN?! MAMA KETERLALUAN!"
"dia yang meremehkan mama ly! Manusia tidak tau malu ini memang harus diberi pelajaran"
"aku gatau kalau mama akan sekejam ini, bahkan mama tega sama kakak yang tubuhnya masih lemah, mama bahkan pernah diposisi ini, tapi mama memilih untuk menyakiti kakak" ujar Lily membantu Bible untuk berdiri dan menuntunnya kembali keatas ranjang rawatnya.
"otak kamu dan abangmu sama-sama sudah dicuci oleh manusia ini! Bahkan kalian ga ada yang mengerti mama!"
"mama cuma mau dimengerti kan? Tapi mama ga pernah mengerti apa yang aku dan abang mau, apa yang bikin kita bahagia, semua hanya tentang kebahagiaan dan reputasi mama, sehingga perasaan kita bukanlah hal yang penting, semua hanya untuk obsesi mama aja" jawab Lily.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret
FanfictionSiapa yang tidak mau memiliki suami dan mertua yang sama-sama menyayangimu? Tapi apa jadinya jika dinikahi tapi terus dirahasiakan karena salah satunya tidak menginginkan kehadiranmu?
