“Memikirkan Seokmin?” tanya Mingyu tiba-tiba sukses membuat Wonwoo yang sibuk di dapur tersentak kaget. Tapi ekspresinya segera kembali menjadi datar dalam hitungan detik.
Dia menggumam menjawab pertanyaan Mingyu.
“Jangan dipikirkan.” Saran Mingyu. Dia bukannya cemburu, dia hanya tidak ingin pikiran Wonwoo terlalu terbebani dan nantinya akan berakibat pada kondisi mentalnya.
“Mudah untuk dikatakan.” Sindir Wonwoo. Tangannya tetap sibuk memotong banyak bahan makanan menimbulkan bunyi ‘tto-tto-tto’ yang terdengar di seluruh penjuru tempat tinggal mereka.
“Kenapa?” tanya Mingyu sembari berjalan mendekat.
“Bicaraku salah.”
“Dia tidak mengerti.”
“Aku tidak menjelaskannya dengan baik.”
“Aku mengerti.”
“Tapi dia tidak.”
Mingyu menatap Wonwoo gemas. Tangannya bergerak mengusak rambut Wonwoo kasar dan menarik kepala Wonwoo mendekat kearahnya untuk dipeluk.
“Aku mencintaimu.” Bisik Mingyu sembari mencium lembut puncak kepala pria dalam dekapannya.
Wonwoo yang berada di dalam pelukan Mingyu tersenyum tipis. Tangannya bergerak membalas pelukan Mingyu tidak kalah erat membuat pria tinggi itu tersenyum lebar.
“Aku juga.” Bisiknya lembut namun telinga Mingyu cukup peka untuk menangkap bisikan manis itu.
Mingyu melepas pelukannya dan melayangkan ciuman panjang di kening Wonwoo lalu memeluk Wonwoo sekali lagi sebelum benar-benar melepaskannya.
Dia melirik pekerjaan yang dilakukan Wonwoo. Tidak terlalu rapi, seperti biasa.
“Apa?” tanyanya. Nada suaranya kembali datar. Jauh berbeda dengan nada lembut yang digunakannya ketika membisikkan perasaannya pada Wonwoo.
“Tumis kentang dan wortel.” Jawab Wonwoo tak kalah datar.
Mingyu mengangkat sebelah alis, “Potongannya terlalu besar.”
Wonwoo mengatupkan rahangnya kesal. Dia melayangkan tatapan super tajamnya kearah Mingyu, “Lanjutkan!” titahnya. Kemudian melenggang pergi meninggalkan Mingyu yang memasang ekspresi tidak percaya.
Dia mengedikkan bahu sembari mendesah pelan kemudian melanjutkan pekerjaan Wonwoo yang tertunda karena acara merajuknya.
…
Seorang gadis tengah menikmati wine di sebuah hotel bintang lima di Jeju. Bathrobe dan posisi duduk dengan kaki disilangkan membuatnya terlihat seksi dan elegan di waktu yang bersamaan. Ditambah wajah cantik nan manis serta tubuh yang terbentuk sempurna membuatnya pantas dijadikan incaran setiap pria.
“Bagaimana?” tanyanya pada beberapa pria berbadan besar yang memasuki ruangannya.
“Tuan Muda Kim dan kekasihnya sudah kembali dari Jeju sejak tiga hari yang lalu, Nona. Kami sudah menyuruh beberapa dari kami untuk memantau kegiatan Tuan Muda Kim di Seoul. Dan besok mereka akan memberikan laporannya.” Jawab salah satu dari mereka yang berbadan paling besar.
“Apa pria itu tidak terpengaruh dengan surat ancaman yang kuberikan?”
“Kami tidak bisa mengetahuinya dengan pasti, Nona, karena kami tidak bisa memasang kamera pengintai di kamar hotel Tuan Muda Kim. Para bodyguardnya memberi penjagaan super ketat. Bahkan surat ancaman dari Nona berhasil sampai di tangan Tuan Wonwoo dengan perantara teman-teman Tuan Muda Kim sendiri.”
“Kami rasa surat ancaman itu memberikan pengaruh yang cukup signifikan pada Tuan Wonwoo karena menurut mata-mata kami Tuan Muda Kim harusnya kembali hari ini. Tapi dia memilih kembali lebih awal kemungkinan untuk membuat Tuan Wonwoo lebih tenang.” Tambah salah satu dari mereka ketika melihat raut marah di wajah atasannya.
Gadis yang ternyata adalah Tzuyu itu meremas gelas wine di tangannya dengan erat. Ekspresi wajahnya tetap mengeras tidak peduli penjelasan apapun yang diberikan oleh bawahannya.
“Setelah mengetahui keadaan di Seoul, eksekusi secepatnya! Aku ingin Wonwoo sudah ada di kediamanku minggu depan.” Tzuyu melayangkan tatapan tajam kearah bawahannya, “Jika kalian gagal, kalian yang paling tahu apa akibatnya.” Ancamnya. Para bawahannya hanya bisa mengangguk sembari menelan ludah ketakutan.
“Aku akan mendapatkanmu, Wonwoo-ya. Kau tidak ku ijinkan hidup bahagia setelah merampas semua dariku!” bisiknya kejam. Dia meneguk wine-nya dalam sekali teguk kemudian melemparkan gelasnya ke dinding di depannya. Membuat pecahannya tersebar. Menorehkan luka bagi siapapun yang mendekat dan menginjaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
You & I - Us
FanfictionKelanjutan dari hubungan antara duo dingin, Kim Minggu dan Jeon Wonwoo. Akankah mereka mampu menghadapi rintangan dalam hubungan mereka?
