2023
Kabar tentang Papanya yang mengajak makan siang bersama dengan Nadhira telah terdengar di telinga Rayen. Sang anak penasaran, bagaimana bisa Nadhira telah menjerat Jody dalam pesonanya. Bahkan Rayen sendiri pun bingung, aura wanita itu terpancar positif. Berkat ia menolongnya kemarin dan dibalas olehnya membuat Rayen merasa ada sesuatu yang berbeda dari kebanyakan wanita yang biasa ia temui untuk memikat hatinya karena ingin memikat Papanya.
Pada acara makan malam keluarga Jody. Ada sang nenek yang berusaha menasehatinya atau mungkin lebih memaksa ia untuk menikah lagi demi keberlangsungan hidup. Sedangkan Rayen sendiri, ia tidak terlalu akrab dengan keluarga Jody.
Jody pernah cerita kalau Mamanya dan Papanya itu tidak direstui saat menikah. Saat remaja, Jody memilih pergi dari rumah untuk bisa bersama Mamanya. Sampai keduanya menikah, hubungan antara Jody dan keluarganya tidak membaik. Mungkin mereka sudah mencoret nama Jody dari kartu keluarga.
Dan katanya setelah kepergian Mamanya. Orang tua Jody pergi menemuinya untuk pertama kali itu pun ikut bebela sungkawa. Rayen bahkan hampir diasuh oleh keluarga Jody karena mereka takut Jody tak mampu merawat Rayen sendiri. Tentu saja ditolak mentah-mentah karena Rayen merupakan peninggalan berharga dari sang Istri.
Ini adalah ketiga kalinya Rayen kembali memasuki rumah mewah bak istana. Pertama kali saat ia berumur 9 tahun, kedua saat umur 12 tahun, dan ketiga ia berumur 15 tahun. Rasanya masih sama. Asing. Hanya ada sepatah-dua kata yang ia keluarkan begitu ditanya oleh Kakek dan Neneknya.
"Rayen, apa kamu sudah mempunyai pacar?" tanya sang Nenek. Nampaknya sangat penasaran.
"Kenapa jika aku punya pacar, Omah?" balas Rayen. Terbesit dalam pikirannya kalau Rayen mungkin akan bernasib seperti Papanya yang tidak direstui. Dan akhirnya ia akan dijodohkan seperti apa yang diceritakan Jody waktu itu.
"Gak apa dong. Asal harus setara dengan kita." jawab Nenek.
Jody yang sepertinya menyimak hanya dapat menghela nafas kecil. Ia fikir dengan kembalinya ia kesini akan berubah dan setelah kepergian mendiang istrinya kedua orang tuanya akan berubah.
"Rayen punya pilihan sendiri." sahut Jody tanpa memandang kearah orang tuanya.
Rayen terdiam. Mendengar pernyataan dari Jody membuat pikiran anak laki-laki itu tertuju pada buku yang dibuat Mamanya tentang masa lalu mereka. Dia belum membaca habis buku tersebut, karena kesibukannya di sekolah membuat Rayen sudah seminggu tak menyentuh buku tersebut. Mungkin habis pulang dari rumah kakek dan neneknya ia akan kembali membaca buku tersebut sampai malam.
"Rayen, apa kamu tertarik buat kenalan sama cucunya teman Omah?" Salma sepertinya tidak menggubris perkataan Jody sehingga ia terang-terangan keinginannya itu.
"Mah," tegur Jody dengan tatapan yang membuat Rayen sendiri jadi takut. Sedangkan Salma membalas tatapan Jody dengan jengah. Rama, Papanya itu hanya diam saja tanpa ada niatan membela siapapun.
"Rayen masih sekolah, dia gak akan menikah dalam waktu dekat. Dunianya masih perlu di eksplorasi untuk tau kehidupan yang ia katakan layak atau tidak. Jangan memaksa cucu Mamah untuk memenuhi keinginan Mamah yang gak terwujud itu." ujar Jody. Ia bergegas merapikan barangnya lalu berdiri dan mengajak Rayen untuk pulang.
"Ayo Rayen kita pulang. Kalau Mamah dan Papah terus memaksa Rayen untuk keinginan kalian, Jody akan turun tangan. Aku gak akan biarkan kalian merebut kebahagiaan Rayen. Seperti dulu Mamah melarang aku menikahi Mike."
—
Di dalam mobil menuju pulang ke rumah. Keduanya saling diam. Rayen yang memang tak banyak bicara dan Jody yang fokus mengemudi, masih dengan suasana hati yang gerah. Mendadak tenggorokan Rayen kelu, ingin berbicara tetapi melihat Jody nampak masih menggebu-gebu membuat niatnya urung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masa Remaja Papa
Teen FictionNyatanya masa remaja Papanya lebih menyenangkan dibanding masa remaja dirinya Rayen anak satu-satunya dari Jody Mahardika dan sang Ibunda yang telah meninggalkannya saat ia usia 5 tahun. Saat itu Rayen tak sengaja menemukan buku novel milik Mamanya...
