1. Duplikat Boy

264 15 0
                                        

Perhatikan Tahun!!

7 Agustus tahun 2023

Didalam mobil ada dua orang lelaki yang berstatus sebagai ayah dan anak. Rayen, sang anak menatap luar jendela dengan tatapan datar dan sedikit muram. Jody menoleh menatap Rayen yang tampak tidak senang dengan sekolah. Anak laki-laki yang wajahnya tampan dan sama persis dengan wajah dirinya sewaktu masih muda.

"Gak perlu takut, kamu akan menemukan dunia yang lebih indah di sekolah." tutur Jody. Berkata seperti itu dengan segala pengalamannya di masa SMA dulu.

"Aku lebih suka homeschooling," balas Rayen.

Bukan tanpa alasan Rayen di homeschooling'kan. Dia mempunyai trauma sewaktu SMP, dimana ia dibully habis-habisan oleh teman sekelasnya saat kelas tujuh. Hal itu membuat Rayen jadi tertutup pada dunia luar dan memilih rumah sebagai tempat aman untuknya.

"Nak," Jody menghadapkan tubuhnya ke Rayen. "Kamu harus bisa beradaptasi dengan dunia luar, kamu memangnya tidak bosan terus tinggal di rumah?" tanya Jody membuat Rayen malah menghela nafasnya kasar dan membalas tatapan Jody dingin.

"Papa gak sayang sama aku?" tukasnya.

"Justru karena Papa sayang sama kamu makanya Papa daftarkan di sekolah umum." balas Jody yang lagi-lagi tak direspon baik oleh Rayen.

"Kalau kejadian itu terulang gimana? Kalau temen sekelas aku yang di SMP sekolah disini gimana?!" sarkas Rayen dengan tatapan sedikit tajam.

"Papa yang akan urus semua anak-anak itu. Tapi papa minta bantuan kamu untuk cerita ke Papa kalau semisal ada perlakuan jahat dari orang-orang disana."

Rayen menghela nafas kasar dan mengangguk. Sekeras apapun Rayen menolak akhirnya dia akan masuk ke dalam gedung SMA tersebut. Rayen tentunya ditemani oleh Jody sebagai hari pertama masuk sekolah.

Sepanjang jalan banyak pusat mata tertuju pada mereka. Seakan ada magnet yang menarik mereka untuk melihat dua lelaki berjalan dengan karismatik berbeda. Walaupun Jody sudah kepala empat, wajahnya terlihat masih segar seperti berumur 20an tetapi kenyataannya ia sudah berumur 42 tahun.

Kini mereka sudah sampai di ruang kepala sekolah. Pak kepala sekolah itu adalah guru Jody ketika ia masih SMA dulu. Dia sengaja menyekolahkan Rayen ditempat ia sekolah dulu. Jody ingin Rayen merasakan masa-masa SMA seperti dirinya.

Tentunya ingatan seorang guru terkadang masih mudah diingat. Dia mengenal Jody saat menjadi muridnya dulu, melihat Rayen yang seperti duplikat dari Jody itu membuatnya terheran-heran sekaligus kagum. Ia memuji gen Jody yang bisa meniru keturunannya dengan sangat mirip.

"Jody, dia benar-benar anakmu." kelakar Pak Ahmad wali kelasnya dulu sekaligus kepala sekolah yang sekarang.

Jody tertawa kecil menanggapi itu, "Iya pak."

Rayen hanya memasang wajah datar melihat kepala sekolah dan Papanya saling melempar tawa.

"Kita sudah lama tidak bertemu, ya. Terakhir itu saya menghadiri pernikahan kamu." ucap pak Ahmad.

"Betul pak," respon Jody.

Pak Ahmad mengalihkan perhatiannya ke Rayen yang hanya diam dengan wajah datarnya. Ia kemudian memanggil seorang guru untuk datang ke ruangannya. Tak lama guru perempuan itu datang.

"Bu Tyas, tolong antar Rayen ke kelas 10 MIPA 3." Guru itu mengangguk dan Rayen langsung bangkit dari kursi, berjalan keluar ruangan kepala sekolah tersebut.

"Pak, terkait Rayen, saya ada permintaan untuk bapak." tutur Jody begitu kepergian Rayen dan guru perempuan tadi.

"Ada apa?"

Masa Remaja PapaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang