Seorang gadis berusia 15 tahun, yang sudah dipaksa mandiri oleh keadaan. Kedua orang tuanya baru saja meninggal dunia kemarin, Keyla Safira namanya, Hingga akhirnya, ada 2 seorang laki-laki datang dan membawa pelangi ke dalam hidupnya.
Arsenio Dani...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gue kira yang paling nyakitin itu waktu kita saling benci. Ternyata lebih nyakitin waktu lo diem kayak gini."
- Keyla Safira
"Gue nggak pernah milih buat diem. Gue denger semua yang lo bilang, tapi gue belum kuat buat buka mata. Gue takut... kalau gue nggak bangun, lo bakal terus nangis kayak gini."
- Arsenio Daniel Mahendra
~•~
Tok tok tok...
Suara gedoran pintu semakin keras, menggetarkan suasana malam yang seharusnya sunyi. Jam di meja samping tempat tidur menunjukkan pukul 01.17 dini hari.
Aryo menggeram kesal, mengangkat tangan Ghea yang masih mengusap dadanya dengan manja.
Ghea menarik selimut, lalu bersandar ke kepala ranjang. "Anak kamu nggak bakal balik lagi, kan? Bukannya tadi jam 7 malam kamu udah usir dia?" tanyanya sambil menyelipkan rambut ke belakang telinga.
"Kalau anak itu nekat balik lagi malam ini, aku sendiri yang bakal kasih dia pelajaran," ucapnya dingin, lalu mencium bibir Ghea sekilas sebelum bangkit dan melangkah ke pintu.
Begitu pintu terbuka, Jeck berdiri di sana. Napasnya tersengal, wajahnya pucat, dan keringat mengalir deras di pelipisnya.
"Ngapain kamu di sini? Udah malam, ganggu privasi saya aja!" bentak Aryo tanpa basa-basi.