Mina tersentak mendengar ucapan Teresa. Matanya membulat, seolah baru menyadari sesuatu yang sangat keliru.
"Apa?" suaranya hampir tercekat. "Thomas pergi mengejar Brenda?"
Teresa mengangguk, napasnya masih tersengal setelah perjalanan yang melelahkan. "Dia melihat Brenda berlari ke arah lain dan langsung mengejarnya. Aku tidak sempat menghentikannya."
Mina langsung berdiri, matanya mencari ke arah cakrawala, berharap menemukan sosok Thomas atau Brenda di kejauhan. Namun, yang terlihat hanya hamparan pasir luas yang terasa begitu sunyi.
"Dia benar-benar gila," gumam Minho, mengusap wajahnya dengan frustrasi. "Kita bahkan tidak tahu di mana mereka sekarang."
Jorge menghela napas panjang. "Kita tidak bisa tinggal di sini terlalu lama. Kita harus terus bergerak."
"Tidak," Mina menggeleng. "Aku tidak akan meninggalkan mereka."
Newt melangkah mendekat, suaranya lebih lembut. "Aku juga ingin menemukannya, Mina. Tapi kita tidak bisa kehilangan lebih banyak orang. Kita harus mencari cara lain."
Sebelum Mina bisa membalas, suara gemuruh mesin terdengar dari kejauhan. Mereka semua menoleh ke arah asal suara. Sebuah kendaraan besar dengan lapisan besi tampak melaju cepat menuju mereka, meninggalkan jejak debu di belakangnya.
Jorge meraih senjatanya, bersiap menghadapi ancaman baru. "Siapkan senjata kalian!" serunya.
Namun, sebelum mereka sempat bereaksi lebih jauh, kendaraan itu berhenti beberapa meter dari mereka, dan seseorang keluar dari dalamnya. Seorang pria dengan janggut tipis dan pakaian lusuh berdiri di sana, menatap mereka dengan penuh selidik.
"Siapa kalian?" tanyanya dengan nada curiga.
Jorge melangkah maju, masih waspada. "Kami hanya mencari tempat aman. Kau siapa?"
Pria itu tidak segera menjawab. Matanya mengamati kelompok mereka satu per satu sebelum akhirnya ia berbicara lagi. "Nama aku Marcus. Dan kalau kalian benar-benar mencari tempat aman, aku bisa membawa kalian ke sana."
Mina menatap Marcus dengan penuh harapan. "Ke Right Arm?"
Marcus menyipitkan matanya sebelum mengangguk perlahan. "Ya. Tapi tidak ada yang gratis. Aku harus tahu kalau kalian bukan ancaman."
Jorge mendecakkan lidahnya. "Percaya atau tidak, kami lebih membenci WICKED daripada siapa pun. Dan kami butuh bantuan."
Marcus masih terlihat ragu, tetapi akhirnya dia mengangguk. "Baiklah. Naik ke kendaraan. Kita harus segera pergi sebelum ada yang menemukan kita."
Mina masih menoleh ke belakang, enggan meninggalkan Thomas dan Brenda. Namun, Minho menyentuh bahunya, suaranya lebih lembut dari biasanya. "Percayalah, Mina. Thomas itu keras kepala, tapi dia juga pintar. Dia akan menemukan jalannya."
Dengan berat hati, Mina naik ke kendaraan bersama yang lain, kendaraan itu cukup besar bisa menampung sekitar 20 orang dan hal itu sngat di syukuri Mina, ia dengan hati-hati memegang tangan Chuck yang tampak ketakutan. Marcus langsung mengemudikan kendaraan mereka melintasi gurun, meninggalkan jejak panjang di pasir yang tertiup angin.
"Kita butuh waktu beberapa jam untuk sampai ke markas Right Arm," ujar Marcus. "Tapi WICKED pasti masih memburu kalian. Jadi bersiaplah."
Mina bersandar ke kursi, pikirannya masih dipenuhi kekhawatiran. Sementara kendaraan mereka melaju kencang ke arah Right Arm, jauh di belakang mereka, Thomas dan Brenda masih bertarung untuk bertahan hidup.
Dia tidak ingin meninggalkan Thomas, mereka membutuhkannya.
......
Di tengah padang pasir yang luas, Thomas berlari secepat mungkin, butiran pasir beterbangan di sekelilingnya saat napasnya memburu. Ia terus mengejar bayangan Brenda yang semakin jauh, sementara suara kendaraan WICKED semakin mendekat dari belakang.
KAMU SEDANG MEMBACA
✓𝑻𝑯𝑬 𝑸𝑼𝑰𝑬𝑻 𝑮𝑰𝑹𝑳 - 𝑵𝑬𝑾𝑻 [𝑻𝑯𝑬 𝑴𝑨𝒁𝑬 𝑹𝑼𝑵𝑵𝑬𝑹]
FantasyBagaimana jika di maze sebulan sebelum kedatangan Thomas seorang perempuan di kirim ke dalam maze? Dia tenang, diam dan seperti hampa. Bagaimana para Glader menanggapi perubahan mendadak dari maze? dan bagaimana reaksi Newt ketika menyadari gadis it...
![✓𝑻𝑯𝑬 𝑸𝑼𝑰𝑬𝑻 𝑮𝑰𝑹𝑳 - 𝑵𝑬𝑾𝑻 [𝑻𝑯𝑬 𝑴𝑨𝒁𝑬 𝑹𝑼𝑵𝑵𝑬𝑹]](https://img.wattpad.com/cover/365829581-64-k517942.jpg)