Hari ini hari Senin, dan upacara.
Eca sangat amat benci, sinar matahari yang mengenai wajahnya... Berdiri selama 40 menit...
Sekarang juga kampanye calon ketua OSIS dan wakilnya.
Tentu saja Eca menunggu laki-laki itu.
Kandidat 3, ARSHAKA RIKI PURMONO!!!
Saat para kandidat sedang berkampanye, para peserta upacara dipersilahkan duduk.
Kandidat 1 ada Jasmine dan Pritha, kandidat 2 ada Jashon dan Dela, dan kandidat 3 ada Riki dan Gilang.
Dari yang terlihat, pendukung Riki memang paling banyak.
Teman Eca yang tiga itupun mendukung beda-beda kandidat.
Ririn mendukung kandidat 2, Arisa mendukung kandidat 1, Eca dan Yura mendukung kandidat 3.
Eca duduk di paling belakang, agar mendapatkan bayangan dari pohon yang sejuk itu.
Tiba-tiba, Eca merasakan hawa dingin menusuk punggungnya. Saat menoleh kebelakang.
Oww syittt, Rena behind you~
Eca berpura-pura tidak menyadari ada Rena disitu, karna terakhir bertemu Rena sangat sinis padanya.
"Si Eca pinter ya, dia tau kandidat mana yang paling berpotensi. Dia deketin deh..."
"Iya, hahah! Emang dia juga mau sama Eca? Kalo ceweknya balik mah Eca dibuang kali..."
"Ga level banget Eca sama ketua PMR, sok sokan lagi mau ngambil pacarnyaa."
Entahlah, semenjak ada kabar Riki break dengan Rena, Eca sudah biasa mendengar omongan-omongan seperti itu.
Lagipula mereka tahu apa? Tahu makan jee.
"Gua denger-denger juga temennya si Eca deketin ka Danu, terus di porotin!"
Eca tahu yang dimaksud adalah Ririn, padahal Ririn sama sekali tidak meminta apapun dari Danu.
"Emang se sirkel sakit semua, Hahahah!"
"Sirkel isi LC-"
Yura yang sudah tidak tahan dengan ocehan tidak berbobot orang-orang langsung berteriak.
"HEH!"
Orang-orang yang sedang bergosip itu menoleh ke arah Yura dengan sinis.
"Ngomong lagi coba, ngomong sekali lagi di depan kita!"
Mereka bertiga yang tadinya membiarkan, karna melihat Yura marah jadi ikut tersulut emosi.
Mereka hanya menatap orang-orang yang daritadi bergosip dengan tatapan tajam.
"Heh! Sayur nangka! Gua kakak kelas lu! Sopan lu kayak gitu?!" Kata salah satu dari mereka.
"Lu sopan ga ngomongin kita kaya gitu?!" Tanya Yura dengan nada tingginya.
"HAJAR YUR, HAJAR!!" Eca memanas manasi Yura yang sudah mendidih itu.
"Yeu, bodoamat! Emang nyatanya lu pada begitu kan?" Jawab orang itu lagi dengan nada nyolot menyebalkannya.
"Sok tau kocak! Siapa lu, mak kita tau semuanya soal kita?!"
Yura berhenti sejenak.
"Mak gua aja ga pernah se sotoy ini sama gua! Lu siapa? Kenal aja kaga, LEDIS!!"
"Penggangin gua pegangin gua!" Bisik Yura pada teman-temannya yang menonton.
Teman-temannya pun setuju, lalu memegang kaki dan tangan Yura.
KAMU SEDANG MEMBACA
About us | Chaemura
FanfictionBayangkan kamu sudah terbang tinggi, tapi dibanting dan di tiban satelit.
