HAPPY READING!
********
Dua jam sudah Nabila menangis dengan di pandangi oleh laki laki berumur 25 tahun dengan paras nyaris sempurna. Memiliki kulit putih bersih, bermata sipit serta bola mata agak kebiruan, tubuh atletis nan tinggi. Ternyata benar yang dikatakan Viejay, putra keempatnya lebih menawan.
" Mau ngabisin berapa jam lagi lo nangis, hm ?" Tanya Jevan seraya melepas jasnya.
" Ini semua gara gara kamu!"
" Iya iya salah gue."
" Dasar om om pedofil!"
" Apa lo bilang ? Pedofil ?"
" IYA! KAMU CINA RESE YANG SIALNYA BERANI NIKAHIN AKU! UDAH TUIR MALAH NIKAHIN BOCAH 21 TAHUN! DASAR OM OM CINA GAK LAKU!"
" Lo yang lahirnya kelamaan." Tanpa merasa bersalah, Jevan malah melewati Nabila yang tersulut emosi ke toilet guna mengganti pakaian.
Chinnesse, Jevandito Mahardika Viejay. Laki laki nyaris sempurna baik fisik maupun finansial, 100% berdarah keturunan Chinnesse. Seluruh tahta keluarganya memiliki ciri khas yang hampir rata rata sama, yaitu mata sipit mereka beserta genetik keluarga menawan yang tak kalah tandingannya.
Tetapi, dibalik suku keluarganya, mereka pure islam dari nenek moyang leluhur mereka. Bahkan mereka sudah memiliki beberapa yayasan dan pondok pesantren di beberapa daerah. Jevan sukses dengan semua karirnya yang melejit sampai di luar negeri, yaitu New York.
Hal yang memberatkan Nabila adalah, suku keluarga Chinnese Jevan yang menurutnya menutup impiannya memiliki suami yang sholeh, paham agama, dan bisa membawanya ke surga sebagai nahkoda surganya. Namun mimpi itu sudah pupus begitu saja bagi Nabila sejak Roy memberitahu bahwa akan ada yang menikahinya dan dari keluarga Chinnese pula.
" Dari awal pernikahan Devan, Reyvan, Keyvan, dan Seivan, gak ada tuh yang se-drama ini. Emang dasar istrinya Jevan aja yang banyak tingkah."
Cibiran tersebut Nabila telan dikala pertemuan pertama keluarga Jevan, hal itu mungkin dikarenakan beberapa kendala yang dialami saat pernikahan.
" Iya tuh. Istrinya Jevan banyak tingkah. Gak kaya istrinya Reyvan, kalem, lemah lembut, soft spoken."
" Jevan kan gak cinta sama istrinya, dia tuh kepaksa. Mana mungkin cowok se keren dan se ganteng Jevan mau sayang sama modelan istri kaya rohingnya begitu."
" Iya tuh, istrinya Jevan gak ber-attitude banget, ngerusak tradisi keluarga Viejay yang udah mendarah daging."
Tik.
Kata kata perih itu terus melekat dalam hati Nabila. Belum lagi menghadapi sikap Jevan yang benar benar dingin nan irit bicara. Untungnya tidak ketambahan Mama mertuanya yang sangat ramah. Jika tidak, bisa bisa depresi jadinya.
" Mau sampe kapan mikirin omongan mereka ? Selagi bukan gue yang berbuat, harusnya sih lo aman."
Suara itu membuyarkan suasana hati Nabila. " Aku lagi kesel bisa gak sih kamu gak ngebuat makin kesel ?!"
Alis Jevan naik satu.
" udah ?"
"APA ?!"
" Mau gue kasih makan. Ntar gue di tuntut lagi sama om Roy karna gak bertanggung jawab abis milikin anaknya."
" Nggak perlu!"
" Gue gak bakal balik ke hotel ini lagi abis ini." Jevan berjalan ke ambang pintu tanpa menoleh kearah Nabila. Membujuk pun tidak.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
WELCOME TO THE VIEJAY FAMILY🕊️
Di room meja makan yang besar nan megah itu, berkumpul keluarga besar dari mulai yang paling tua hingga yang paling muda. Tradisi keluarga Viejay setelah melangsungkan pernikahan adalah makan bersama dan mendo'akan kepada kedua mempelai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chinese Descent
Teen Fiction................................................................. WARNING‼️ PASTIKAN MEMBACA BARU MENILAI‼️ NO PLAGIAT PLAGIAT CLUB
