*********
" Assalamu'alaikum."
" Wa'alaikumussalam, Koh Jevan, kak Bilah ?"
" Mamah sama Papi ada, Bu ?"
" Oh ada, Koh, di dalam."
Arsidah, kepala Asisten di mansion Viejay itu mengajak Jevan dan Nabilah masuk, ya, mereka mampir ke mansion karena ada yang Jevan mau bicarakan dengan Viejay.
Arsidah masuk untuk memanggil Yuna dan Viejay, sementara Nabilah, ia sedari tadi bungkam dan hanya membututi Jevan saja. hawa canggung dan rasa kesal ingin sekali ia lontarkan pada lelaki itu karena mengajaknya secara tiba tiba. pasalnya, Jevan tau, jika ia mengatakan ingin ke mansion, pastilah Nabilah menolak untuk ikut.
Selang beberapa menit, Yuna datang dengan membawakan sepiring brownies buatannya, ia menyambut baik kedatangan anak dan menantunya.
" Jevan, kak Nabilah, tumben banget kalian dateng, mamah seneng banget looh." Seru Yuna kala mendekat kearah Nabilah, dua orang anak dan menantunya itu datang menciun tangannya.
" Iya, Mah, ada sesuatu yang perlu aku bicarain ke papi. temenin Nabilah disini ya."
" Siapp, sayangkuu!"
Sepeninggalannya Jevan, Yuna mengajak Nabilah untuk duduk di sofa bersamanya. tampak senyum tulus bergairah di wajahnya, sebab, sudah cukup lama ia tak berjumpa dengan menantu barunya itu. sedikit juga yang membuat Nabilah sedikit tercengang dengan panggilan barunya di keluarga itu, sejak kapan ia di panggil dengan embel embel ' kak' ? ini memang dia baru tau aku gimana ya.
" Dimakan ini mamah buat brownies tadi, kak." Yuna menyodorkan sepiring brownies itu pada Nabilah. setelahnya, ia mengusap punggung tangan gadis itu. " Jangan kaget ya, sayang. semua anak anak perempuan Mamah dirumah ini, dipanggil ' kak' sebagai tanpa hormat."
Nabilah tersenyum, " iya, Mah." Ia menggigit sepotong brownies Yuna, " enak banget, Mah, cocok bikin bisnis."
Yuna terkekeh, " ah kamu bisa aja. Jevan belum kasih tau, ya ?"
Nabilah mengernyit, " kasih tau apa, Mah ?"
" Mamah kan latar belakang nya emang tukang kue di Kupang, aduh Jevan ini memang keterlaluan, ya. kurang oversharing!"
Deggh!
Alamakjang!! Malunyeee
Nabilah meringis ditengah rasa malunya, " ah iya, Mah. aku lupa, Koh Jevan emang udah kasih tau tapi akunya yang lupa. heheh, maklum, maah, mahasiswa semester akhir."
" Nggak apa apa, sayang. eh iya, kata Jevan kamu mau seminar, ya ? mamah do'ain lancar terus sampai wisuda, yah ? semoga ilmunya bermanfaat ..."
" Aminn, aminn, aminn Ya Allah ..."
" Makasih ya, Mah, kalungnya, Nabilah suka, cantik." Nabilah sedikit membuka hijabnya yang menutupi dada dan menunjukkan kalung yang ia pakai.
" Sama sama sayaang, ih, cantik deh di kamu. ntar Mamah beliin lagi, yaa ?"
Nabilah menggeleng keras, " eh, nggak usah Mah, ini aja udah cukup."
" Nggak, nanti kalau ke Malaysia Mamah custom lagi, sekalian buat anak anak yang lain."
" Eng-"
" Yauda Jevan kamu hati hati, jangan ngebut! awas aja kalo ngebut!"
Melihat kedatangan dua orang lelaki itu, kontan Nabilah beranjak dan mencium tangan mertua laki lakinya itu.
" Iya iya, Pi. yauda kalau gitu Jevan sama Nabilah pulang dulu." Ujar Jevan yang ikut mencium punggung tangan Viejay dan Yuna.
Setelah berpamitan, Jevan dan Nabilah pun meninggalkan mansion sekitar pukul 19.05, karena sudah melewati waktu magrib, alhasil mereka menjadi masjid terdekat, sembari itu mereka ingin mencari makan malam karena jikalau menunggu sampai dirumah akan sangat lama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chinese Descent
Novela Juvenil................................................................. WARNING‼️ PASTIKAN MEMBACA BARU MENILAI‼️ NO PLAGIAT PLAGIAT CLUB
