***********
Tok. Tok.
" Nabilaa ... gue mau pergi nyari hampers, ikut nggak ?"
Jevan melirik arlojinya, ini sudah lewat dari waktu yang ia rencanakan. jika tidak karena memikirkan Nabilah, ia sudah pergi dari dua jam yang lalu. tetapi gadis itu tak kunjung keluar, alhasil ia duduk kembali ke sofa dan membatalkan planning nya hari ini.
Jevan membuka laptopnya, timbul berita berita aneh di situs mengenai kehidupannya.
Wattpad news.
So gyuss, gosip hari ini mengenai tuan muda tampan nan rupawan dari chinese family yaitu, Jevandito Viejay. ia baru saja menikah dengan seorang gadis bernama Nabila Humaira yang merupakan seorang Mahasiswa fakultas kehutanan, menarik bukan ? Dikabarkan sekarang mereka tengah melakukan Bulan Madu nih di New York. impian banget nggak siehh ? tapi ngiming ngiming, ya, diantara menantu menantu keluarga Viejay, sepertinya, mas Jevan ini agak melokal ya Best, ya secara kakak dan adiknya pada milih produk chinese dan pastinya cici hedon, tapi bedanya mas Jevan ini kepincut ke teteh teteh Bandung, hemmm menarik juga kaan ?
Jevan tersenyum miring kala membaca berita tersenyum, " honeymoon ? emang rada rada nih tukang hoax."
ceklek.
" Eunggh, paa ? udah masak belom ?"
Jevan melirik sekilas, gadis yang berdiri diambang pintu dengan tampilan sedikit gembel itu menggeliat. matanya sayu sayu menatap kearahnya. Nabilah masuk kembali, ia meraup wajahnya dengan air di wastafel, membenahi rambutnya yang acakabul lalu membuka handphone, sudah malam ternyata.
Ia sudah menyadari keberadaan Jevan, niatnya siang tadi untuk meminjam laptop Jevan untuk skripsi pun ia mantapkan. Nabilah keluar lalu menutup pintu kamarnya, ia melihat Jevan yang fokus pada benda dihadapannya itu.
" Dia lagi pake laptop, ah tapi bodo amatlah. masa dia sepelit itu sih ? buat skripsiku loh." Gumamnya.
Nabilah berjalan mendekat, mulutnya bungkam, ia mengira bahwa Jevan masih mendiaminya, tetapi rasa gengsinya tidak begitu banyak, ini demi kemaslahatan wisudanya.
" Je-jevan."
" Hm ?"
" Ka-kamu lagi pake laptop ?"
" See ?"
Nabilah menggaruk tengkuknya yang tak gatal, ia berbalik. " Yauda deh."
" Apa ? bilang aja."
Nabilah terpaku, napasnya tercekat. " s-skripsiku harus dikerjain sekarang, dan laptopku ketinggalan dirumah, tapi kamu lagi pake jadi yauda gapapa, nggak jadi."
" Nih cewe nyebelin ngapa tiba tiba jadi ayam sayur begini ?"
" Ambil aja dikamar, diatas nakas." sahut Jevan yang masih tetap pada pandangannya.
" Huuh ... akhirnyaa." Nabilah berjalan menuju kamar milik Jevan, perlahan tangannya menyentuh angle pintu. suhu udara di dalam kamar itu sangat dingin, sama persis seperti pemiliknya, harum semerbak mulai menusuk indera penciumannya, gelap, sangat gelap.
Nabilah meraba raba sakelar lampu, namun tak kunjung dapat.
Dugh!!!
" Awwsss!!!"
Nabilah terjatuh, ia baru saja menabrak sesuatu, penglihatannya sangatlah gelap, ia jelas takut akan hal itu. " Huaa ... Jevann!! Kamarmu gelap bangett!! Aku jatoohh!!!"
Nabilah memekik, tubuhnya mulai melemas merasakan sakit di kakinya yang bertubi tubi. Ia mencoba menggeser tubuhnya dengan tumpuan tangan, namun tak lama kemudian, cahaya penerangan muncul, tampak Jevan yang sudah berdiri diambang pintu dengan melipat kedua tangannya di dada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chinese Descent
Fiksi Remaja................................................................. WARNING‼️ PASTIKAN MEMBACA BARU MENILAI‼️ NO PLAGIAT PLAGIAT CLUB
