[ 2 ]

29 3 0
                                        

HAPPY READING!

***************
Cahaya matahari menyengat indera penglihatan Nabila, saat itu satu rasa yang tertancap di kepalanya yaitu rasa pusing yang luar biasa. Darahnya berdesir kala hawa dingin menyerpa kulit halusnya.

Ketika membuka mata, kali pertama yang ia lihat adalah ruangan gelap di sekitarnya dan butiran butiran debu yang lalu lalang akibat cahaya panas dari pantulan kaca yang mengarah ke jendela.

      " Ssssss..." Nyerih di telapak kakinya semakin membahana. Dilihatnya keadaan kakinya itu sangat mengenaskan.

" TOLONG!"

Tubuhnya sulit beranjak, sepertinya ia habis melakukan sesuatu yang mengakibatkan tubuhnya terasa remuk.

Ceklek.

Darahnya berdesir hebat dikala pintu ruangan itu terbuka, disana masuk seorang pria tinggi besar memakai penutup kepala menyisakan kedua matanya. Berjalan menghampiri Nabila.

Tampak keringat mengucur deras, pergerakannya mulai perlahan mundur saat pria tersebut semakin mendekat.

" SIAPA LO ?!" Sentak Nabila saat pria itu mencoba menyentuh lengannya.

" JANGAN COBA COBA MENDEKAT!"

Pria tersebut tak mengindahkan ucapan Nabila, ia terus maju dan mencengkram pergelangan tangan Nabila. " Apa sekarang seluruh bagian tubuh lo, buat Jevan ?"

Kedua bola mata Nabila membulat sempurna kala pria tersebut mengatakan demikian. Siapa dia ? Darimana dia tau bahwa Nabila sudah menikah ? Ah, yang pasti sekarang ia harus mencari cara untuk kabur dari bangunan kosong itu.

Pria itu menyulut lengan Nabila dengan sebatang rokoknya, " sssss.. SAKIT! LEPASIN!"

Nabila terus menggertak, namun pergerakannya ada dalam kendali pria itu. Perlahan, wajahnya di dekatkan dengan mata tajam dari balik kain penutup itu.

Plak! " Jangan coba coba lakuin hal Gila!"

Bruk! Nabila mendorong pria tersebut hingga terjauh menimpah kardus kardus di sekitar lalu ia bergegas meninggalkan ruangan itu.

Dilihat dari ruangan setelah ruangan yang ia inapi, ada beberapa pintu disana, entah yang mana yang menujukan jalan keluar, yang terpenting ia selamat dari jeratan pria misterius itu.

Dor!

" AGITTTTT!!!" satu nama dalam benak Nabila, itulah yang ia panggil kala jeratan peluru menembus dinding bangunan.

Seseorang memakai pakaian serba hitam dan topi senada masuk dengan todongan pistol nya, menodong satu orang di belakang Nabila yang tak lain dan tak bukan adalah pria yang menculiknya.

Perlahan ia ditarik oleh seseorang bertubuh tinggi yang tiba tiba datang tadi, memposisikan dirinya di belakang. Jeratan peluru sudah berhasil keluar dari satu sisi dan sisi lain. Nabila hanya sanggup menyaksikan kejadian mencekam itu.

" Ya Allah tolong selamatkan hamba." Nabila menengadah.

Dor! Dor ! Dor!

Chinese DescentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang