13

895 127 76
                                        

Kalau saja seluruh manusia di muka bumi ini diberi kekuatan oleh Tuhan untuk bisa mendengar suara hati orang lain dengan sesuka hati,

Maka Sisca pasti sudah menutup kedua telinganya kuat-kuat akibat suara riuh gemuruh maha dahsyat bak pesta rakyat menyambut panen padi tiba dari dalam hati Gracia sekarang ini.

Kedua ibu jarinya sibuk mengetik sesuatu dari ponsel yang digenggam. Sesekali pasang mata kecokelatan miliknya mencuri pandang ke arah Gre yang terlihat sedang duduk bersila, mematung tak berkutik memandangi objek yang sibuk mengobati luka dengan kapas serta alkohol medis tepat di hadapannya.


Yang menjadi sorotan utamanya adalah...


Tangan Gracia yang posesif tak lepas menggenggam jemari kelingking Shani sejak si mantan duduk membawa peralatan obat-obatan dari kotak P3K.



Takut kabur kali ah, kalo gak dipegangin.


Alasan pastinya, Sisca tahu, Gracia hanya takut terjadi sesuatu pada Shani setelah ini.

Satu pukulan yang tak main-main, maka ancamannya pun berlaku demikian. Keterlibatannya dalam hubungan Anin tanpa sadar telah ikut menyeret Shani ke dalam masalah besar.

Dan Gracia menyesali itu.



Dan Gracia menyesali itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"Shan, aku mau tinggal sama kamu buat sementara waktu."

"-Sejak kapan kamu potong rambut segini?"

"Shan,"

"Dijawab dulu. Sejak kapan kamu potong rambut sependek ini?"

"Udah lama."

"Kenapa?"

"Pengen aja."

"Nggak mungkin."

"Mungkin aja."

"Kenapa kamu potong rambut, Ge?" Panggilan itu... Adalah panggilan yang selalu bisa melunakkan segala keras kepala Gracia.

Dan lagi-lagi, ampuh.

"Kenapa ya? Oh, soalnya di Arab gerrrraaahhhhhh..." Ucapnya sambil berpura-pura mengibas telapak tangan ke arah wajah.


Shani seketika mematung,
Sisca menahan gelak tawa.


Bisa-bisanya Shani lupa dengan skenario yang sudah Jingga buat. Mancing maniaaaa... Mantap!

Tidak-tidak-tidak...
Sejak awal narasi, kalian tidak salah baca.
Mari berterima kasih pada Sisca si super hero kita kali ini. Sesaat setelah kejadian sore tadi usai, jemarinya secepat kilat mencari kontak Shani dalam ponsel karena teringat perempuan itu pernah SATU KALI menghubunginya.

"Jangan suruh Anin pulang dulu." Pinta Gracia saat itu. Sisca yang mendengar langsung mencebik bibir menahan rasa kesal sejadi-jadinya.

'Sudah dibuat babak belur seperti ini pun, masih sempat-sempatnya memikirkan orang lain. Orang yang disebut bahkan secara tidak langsung adalah orang yang membuatnya ada di posisi seperti sekarang ini pula.'

PUTUSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang