Hot Best Man - Heeseung

261 5 0
                                        

Satu minggu sebelum hari pernikahanku.

Jieun - sahabatku sekaligus bridesmaid-ku - mengadakan acara pesta lajang untukku di Bali. Aku berangkat kemarin malam bersama Sunghoon - calon suamiku - untuk menghadirinya. Jieun tidak menyiapkan acara itu seorang diri. Ia dibantu oleh bridesmaid dan best man yang lain untuk membuat acaranya lebih meriah.

Ketika tiba di resort, aku dan Sunghoon langsung disambut oleh beberapa pelayan hotel yang dengan sigap mengambil alih koper-koper kami. Dua orang perempuan cantik berpakaian adat Bali berjalan ke arah kami lalu memakaikan sebuah kalung bunga pada leher kami sebagai ucapan selamat datang. Setelah itu, kami diantar ke resepsionis untuk proses check in sebelum diantar ke kamar kami. 

Kamar kami berupa sebuah bungalow yang terletak di belakang hotel dan tak jauh dari pantai. Ketika pelayan hotel yang mengantar kami pergi, Jieun dan Heeseung masuk ke dalam bungalow lalu meledakkan confetti ke arah kami. 

“Welcome!” teriak mereka berdua. Aku tersenyum lebar ketika Jieun mendekatiku dan memakaikanku sebuah mahkota veil di atas kepalaku. Aku memeluknya dengan erat sebagai ucapan terima kasihku. 

“Thanks, babe.” 

Aku menoleh ke arah Sunghoon dan Heeseung yang sedang mengobrol satu sama lain. Heeseung adalah saudara sepupu sekaligus best man Sunghoon. Dari saudara-saudara Sunghoon yang lain, ia paling akrab dengan Heeseung. Bahkan Sunghoon menganggap Heeseung seperti kakak kandungnya sendiri. 

“So, apa yang akan kita lakukan sekarang?” tanyaku, mengalihkan perhatianku kembali pada Jieun. 

“Kita tunggu Rosa dan Haerin, lalu spa bersama sebelum acara nanti malam,” jawab Jieun. Lagi-lagi aku menyengir lebar, tidak sabar menunggu acara nanti malam. 

*

Aku, Jieun, Rosa, dan Haerin sedang menikmati layanan spa yang disediakan oleh resort. Pijatan mereka sangat enak, membuatku melenguh berkali-kali. Ditambah lagi wewangian eksotis yang mereka pakai begitu memanjakan indra penciuman. 

Aku melirik ke arah para bridesmaid-ku dan mereka terlihat menikmatinya. Jieun yang berada di sampingku membuka matanya. Tatapan kami saling bertemu. Aku menyunggingkan senyumku dan Jieun membalasnya. 

“Aku senang kamu akhirnya menikah dengan Sunghoon. Dia laki-laki yang sempurna,” ujar Jieun. Aku mengangguk setuju. Menikah dengan Sunghoon membuatku menjadi perempuan paling beruntung di dunia. 

Aku bertemu dengan Sunghoon sekitar dua tahun yang lalu. Jieun yang mengenalkan kami berdua. Sunghoon adalah salah satu teman dari mantan pacar Jieun yang terakhir. Aku sempat skeptis dengan Sunghoon setelah Jieun putus dari mantan pacarnya karena mengira ia juga laki-laki red flag. Setelah mengenalnya lebih dalam, Sunghoon sangat berbeda dari mantan pacar Jieun dan aku mulai membangun kepercayaanku kembali. 

Aku dan Sunghoon mulai berpacaran tahun lalu. Hubungan kami berkembang pesat dan akhirnya memutuskan untuk menikah tahun ini. Aku tidak berhenti menangis saat Sunghoon melamarku di depan Menara Eiffel. Itu adalah salah satu momen paling bahagia dalam hidupku. 

“Terima kasih sudah mengenalkanku pada Sunghoon,” ujarku tulus pada Jieun. 

Aku juga ingin mengenalkan seseorang yang sebaik Sunghoon pada Jieun, namun aku masih belum menemukannya. Ketika memikirkannya kembali, kepalaku langsung dipenuhi oleh wajah Heeseung. Sejauh ini, Heeseung memperlakukanku dengan sangat baik dan ia lebih bersemangat dibandingkan Sunghoon. 

Aku mulai membayangkan Heeseung bersama dengan Jieun. Energi Jieun tidak jauh berbeda dengan Heeseung. Mereka sama-sama periang dan menyukai tantangan. Sepertinya mereka bisa menjadi pasangan yang cocok. 

Sweet VenomStories to obsess over. Discover now