Friend's Husband - Sunghoon

212 5 0
                                        

(Note : cerita masih berhubungan dengan Hot Best Man. Enjoy Reading!)

Mataku mengekori Sunghoon yang membopong Hyejin pergi dari tempat ini. Hyejin sudah terlihat sangat mabuk karena banyaknya alkohol yang ia minum. Tentu saja itu bukan salahku. Hyejin yang tidak pandai bermain games sehingga ia sering kalah dan harus menerima hukumannya.

“Kita sudahi saja malam ini.” Aku berkata pada yang lainnya. Tidak ada gunanya melanjutkan permainan karena sang bintang utama sudah tidak ada di tempat. 

Aku berjalan ke arah bar, memesan segelas whiskey untuk menghibur diri. Heeseung duduk di kursi kosong yang ada di sebelahku. Aku berusaha mengabaikannya, namun laki-laki itu tidak tahan jika tidak membuka mulutnya. 

“Ini kesempatan terakhirmu, Ji. Minggu depan mereka sudah menikah. Aku yakin Sunghoon akan langsung membatalkan pernikahannya jika kamu bilang ingin kembali padanya,” ujar Heeseung. 

Aku menghela napas panjang. Kebetulan minumanku sudah tersaji di hadapanku, sehingga tanpa pikir panjang aku langsung menenggaknya dalam sekali teguk. Heeseung masih menatap ke arahku. Ia memperhatikan setiap gerak-gerik yang kubuat. Aku tahu ia tidak akan pergi sampai aku memberinya jawaban.

“Tidak. Aku tidak ingin mengganggu hubungan mereka. Hyejin mencintai Sunghoon. Ia lebih pantas bersanding dengan Sunghoon dibandingkan aku,” jawabku. Aku sudah memantapkan hatiku. Aku tidak akan berubah pikiran. 

“Lalu bagaimana dengan perasaan Sunghoon? Dia masih mencintaimu, Ji. Kalau Hyejin sampai tahu Sunghoon tidak mencintainya sama sekali, dia pasti akan sangat kecewa. Lebih baik kamu jujur padanya sekarang sebelum semuanya terlambat,” ujar Heeseung. 

Aku kembali menghela napas panjang lalu menggelengkan kepalaku. “Tidak. Aku tidak akan berubah pikiran. Sunghoon perlahan-lahan akan mulai melupakanku dan belajar mencintai Hyejin saat mereka menikah nanti. Hyejin perempuan yang baik. Aku yakin Sunghoon akan mencintainya suatu hari nanti.”

Aku bangkit dari tempat dudukku lalu berjalan meninggalkan bar untuk kembali ke kamarku tanpa menoleh ke arah Heeseung sedikitpun. Aku lelah berdebat dengan Heeseung. Aku ingin beristirahat di dalam kamar hotelku dan tidur untuk mengakhiri hari ini. 

Ketika sampai di kamarku, aku bisa merasakan presensi orang lain di dalam kamarku, namun aku tidak melihatnya dimanapun. Aku mencoba untuk berpikir positif dan mengabaikannya. Mungkin aku kelelahan sehingga terlalu sensitif dengan keadaan sekitarku. Aku mulai melucuti pakaianku satu persatu hingga tersisa pakaian dalam lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. 

Sebuah tangan kekar melingkari pinggangku ketika aku mencuci mulutku setelah menggosok gigi. Aku memekik terkejut, menegakkan tubuhku, dan melihat Sunghoon berdiri di belakangku lewat pantulan cermin. Aku memutar tubuhku lalu mendorong tubuhnya agar menjauh dariku. 

“Apa yang kamu lakukan di sini?” tanyaku. Nada suaraku meninggi. Tidak seharusnya Sunghoon ada di sini. Kalau sampai Hyejin tahu Sunghoon ada di sini - 

“Aku merindukanmu, Ji.” Sunghoon membawaku ke dalam dekapannya. Wajahnya terbenam pada ceruk leherku, menghirup aroma tubuhku dengan rakus seakan ia tidak pernah puas selama ini. Aku berusaha menahan rintihanku agar tidak membangkitkan gairahnya. 

“We’re over, Hoon. Minggu depan kamu sudah menikah dengan Hyejin. Kamu tidak boleh ada di sini,” ujarku, kembali mendorong tubuh Sunghoon agar menjauh dariku. Namun sekuat apapun aku mendorongnya, ia tidak bergeming. 

“I know, sweetie, tapi aku masih mencintaimu. Aku belum bisa move on dari kamu. Kamu mungkin sudah melupakanku, tapi aku belum. Dan selamanya aku tidak akan bisa melupakan kamu,” balas Sunghoon. Suaranya terdengar lirih seperti orang putus asa. 

Sweet VenomStories to obsess over. Discover now