Obsessive Stalker - Sunoo

229 6 0
                                        

Note : Part 2 dari Library - Sunoo. Untuk pengalaman membaca yang lebih baik, bisa baca Library - Sunoo lebih dulu ya. Thank you and happy reading! ^^



Andai aku tahu setelah masuk ke tempat ini aku tidak akan pernah bisa keluar, aku tidak akan pernah menerima ajakan Sunoo.

Bahkan aku tidak akan pernah ikut dalam taruhan yang dibuat karena kebosanan Giselle.

Aku tahu aku kurang berusaha keras dalam menolak semuanya, dan sekarang aku sedang menerima akibatnya.

Aku berlari ke arah pintu setelah melihat kamar Sunoo dipenuhi oleh foto diriku dan menyadari bahwa selama ini ia adalah stalker gilaku. Ketika membuka pintu, Sunoo sudah berdiri di depan pintu. Ia mendorong tubuhku hingga terjatuh, lalu masuk ke dalam apartemen dan mengunci pintu. 

Aku bergerak mundur, berusaha memberi jarak di antara kami, sedangkan ia terus melangkah dengan raut wajah penuh seringaian. Aku ketakutan. Aku ingin keluar dari tempat ini sekarang juga.

"Please jangan sakiti aku," pintaku dengan nada memohon. "A-aku ingin keluar dari sini."

"Kamu lupa dengan kesepakatan kita?" tanya Sunoo. Aku menggelengkan kepalaku berulang kali. Sunoo yang ada di hadapanku sekarang bukan laki-laki nerd dan freak seperti yang kutahu. Ia terlihat seperti iblis yang siap menghancurkanku.

Sunoo membungkukkan badannya lalu menahan kakiku agar tidak bergerak. Tangannya yang memegang daguku agar aku menatap ke arahnya. Aku benar-benar ketakutan. Tubuhku bergetar hebat ketika ia menyentuhku dan air mataku sudah menetes keluar membasahi pipiku. 

“Ssstt…jangan takut. Kamu aman di sini, baby.” Sunoo membawaku ke dalam pelukan. Aku berusaha mendorongnya, namun aku merasakan sesuatu yang menyengat pada leherku. Aku ingin tahu apa yang dia lakukan padaku. Sepertinya ia menyuntikkan sesuatu pada tubuhku. 

“Sunoo…” lirihku. Aku tidak lagi melawannya. Tubuhku terlalu lemas untuk digerakkan dan kesadaranku perlahan-lahan mulai menghilang. 

“Tidurlah, baby. Aku akan menjagamu dengan aman.” Sunoo menaruh kepalaku pada pangkuannya lalu menyibak anak rambutku yang menutupi wajahku. Perlakuannya yang lembut membuatku semakin menyerah pada kegelapan yang menyelimutiku. 

***

Aku membuka mataku dan menemukan diriku terbaring di atas tempat tidur. Aku ingin mengusap wajahku, namun kedua tanganku terikat pada ujung-ujung tempat tidur, begitu juga dengan kaki. Aku terbaring dalam posisi X dan aku hanya mengenakan pakaian dalam saja. 

Aku mencoba mencerna kejadian yang terjadi padaku. Ingatanku sedikit buram, sehingga aku tidak tahu bagaimana aku bisa berakhir seperti ini. 

Setelah terdiam selama beberapa menit, akhirnya ingatan itu kembali dan aku langsung membelalakkan kedua netraku. Aku menarik-narik tangan dan kakiku, berusaha untuk melepaskan diri, tapi aku tahu usahaku itu hanya akan berakhir sia-sia. Matahari sudah menampakkan diri. Itu artinya aku tertidur di sini semalam.

“Kamu sudah bangun, baby?” Suara Sunoo membuatku berhenti bergerak. Ia keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kain handuk yang terlilit di bagian pinggang untuk menutupi bagian bawahnya. 

“Please, lepaskan aku. Aku ada kelas hari ini,” pintaku dengan nada memohon. 

Sunoo tidak menanggapinya. Ia berjalan ke arah lemari untuk berganti pakaian lalu mengeringkan rambutnya yang basah di depan cermin. Cermin itu terletak tepat di hadapanku sehigga aku dapat melihat bayanganku sendiri yang terikat pada tempat tidur. 

“Please, Sunoo…” Aku kembali merengek. Aku ingin pergi dari sini sekarang juga. Aku tidak akan pernah mengganggu kehidupan Sunoo lagi. Bahkan aku tidak akan pernah melaporkannya pada pihak sekolah atau kepolisian bahwa selama ini ia menguntitku secara diam-diam dan mengambil fotoku secara tidak senonoh. 

Sweet VenomStories to obsess over. Discover now