“Aku bosan!” Giselle yang duduk berseberangan denganku mulai mengeluh. Aku terkekeh pelan, kembali fokus memakan puding karamel yang ada di hadapanku.
Karina yang duduk di samping Giselle menyikut pundaknya pelan. “Butuh tantangan?” tawarnya. Ia tersenyum penuh arti. Giselle membalas senyumannya dengan seringaian penuh.
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Mereka mulai lagi…
“Ayo kita taruhan. Siapapun yang berhasil tidur dengan cowok-cowok yang terpilih, boleh dapat hadiahnya. Deal?” Giselle menaik-turunkan alisnya. Karina langsung menyetujuinya tanpa basa-basi. Kini fokus mereka tertuju padaku.
“Pass…” Aku menjawab tanpa melihat ke arah mereka. Tapi aku tahu mereka memasang wajah kecewa setelah mendengar jawabanku.
“Ayolah, ini akan seru. Selain dapat hadiah, kamu juga dapat ‘kenikmatan’” ujar Giselle, mencoba merayuku dengan permainan mulutnya yang manis itu.
“Aku mempertaruhkan tasku ini.” Karina menaruh tas prada limited edition yang baru ia beli minggu lalu ke atas meja.
“Aku mempertaruhkan mobilku jika kamu mau ikut.” Giselle melempar kunci mobilnya ke atas meja, tidak ingin kalah dengan Karina.
“What the hell?!” pekikku. Mereka sudah benar-benar sinting.
“Masih mau menolak?” Giselle tersenyum menyeringai ke arahku. Aku menghela napas panjang. Jika sudah seperti ini, aku tidak bisa mundur lagi. Giselle akan melakukan hal yang lebih gila lagi jika aku masih menolak keinginannya. Aku tidak ingin membuat sahabatku hancur oleh karena kegigihannya.
“Deal!” Aku melepas gelang yang melingkari lengan kiriku lalu melemparnya ke tengah meja bersama tas Karina dan kunci mobil Giselle. Aku mempertaruhkan gelang berlianku yang kudapat sebagai hadiah ulang tahunku yang ke-21 tahun.
“Yes!” Giselle berseru kegirangan. Karina tersenyum puas. Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi mereka selain membuatku pasrah dan ikut dalam permainan gila mereka.
“Sekarang kita tentukan target masing-masing. Aku akan memilih satu cowok untuk Giselle, Giselle untuk Hera, dan Hera untukku. Oke?” Aku menggangguk, begitu juga dengan Giselle.
“Aku pilih Soobin.” Giselle membelalak terkejut, tidak menyangka Karina akan menyebut nama salah satu cowok paling alim seangkatan. Aku berani bertaruh ia tidak pernah tidur dengan perempuan manapun. Giselle harus berjuang ekstra keras jika ingin memenangkan taruhan ini.
“Oke.” Giselle tidak berkomentar apa-apa, namun aku yakin ia sudah mulai menyiapkan beberapa rencana di kepalanya saat ini.
Giselle menoleh ke arahku lalu pandangannya tak lama tertuju ke arah seorang laki-laki yang duduk tak jauh dari meja kami. Aku mengikuti arah pandangnya. Ia menunjuk laki-laki itu menggunakan ujung dagunya.
No way…
“Dia, Kim Sunoo…”Aku meneguk ludahku berulang kali. Jika Soobin adalah cowok paling alim seangkatan, maka Kim Sunoo adalah cowok paling nerd dan freak seangkatan. Tidak ada seorangpun yang mau berteman dengannya - entah apa alasannya. Pernah satu hari ada seorang perempuan yang mendekatinya. Mereka langsung terlihat akrab hari itu, namun besoknya perempuan itu menghindarinya dan bahkan menatapnya dengan jijik.
So, ada sesuatu yang aneh dengan Sunoo dan aku harus tidur dengan laki-laki aneh itu jika aku ingin memenangkan semua hadiah yang ada di atas meja.
Aku menghela napas panjang untuk kesekian kalinya lalu menganggukkan kepalaku. Aku tidak punya pilihan lain dan aku suka tantangan. Semakin sulit tantangan yang diberikan, semakin mengasyikan.
YOU ARE READING
Sweet Venom
RomanceMature Content "All i need is the taste of yours" Enjoy my story
