CHAPTER 12
「 ✦ Apology ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Pagi itu, matahari baru saja menyapa dunia, tapi wajah Nayra masih menyimpan jejak malam yang berat. Matanya sembab, sedikit bengkak, dan hidungnya kemerahan. Ia menatap bayangannya sekilas di kaca dapur sambil menarik napas panjang.
Meski hatinya masih terasa nyeri, Nayra tetap melanjutkan rutinitas paginya. Ia mulai memasak sarapan dengan gerakan pelan, sesekali mengusap air mata sisa semalam yang belum benar-benar hilang.
Saat menuang teh ke dalam gelas, pandangannya sempat terarah ke lorong rumah. Kamar Davian masih tertutup rapat, tak ada suara sedikit pun dari dalam.
Langkah Syera terdengar ringan di lantai rumah, dan beberapa detik kemudian, pintu kamar Davian terbuka perlahan. Nayra yang tengah menata sarapan di meja langsung menoleh, dan seketika tubuhnya menegang saat melihat gadis berkulit putih itu keluar dari kamar Davian—dengan pakaian yang sama seperti kemarin, rambut masih sedikit kusut, dan ekspresi santai di wajahnya.
Deg.
Jantung Nayra mencelos. Jadi... Syera menginap? Di kamar yang sama? Bersama Davian? Pertanyaan itu berputar di kepalanya, menyayat pelan namun dalam. Tapi seperti biasa, Nayra menutupi luka itu dengan senyum samar yang dipaksakan.
Syera berjalan ke arahnya dengan langkah angkuh dan tatapan datar.
"Pagi," ucap Syera singkat tanpa senyum.
Nayra menelan ludah, memaksakan senyuman kecil. "Pagi..."
Padahal, dalam hati Nayra ingin bertanya... ingin marah... ingin pergi. Tapi ia hanya diam. Karena Nayra tahu—di mata mereka, dia bukan siapa-siapa.
Syera lalu melangkah mendekat, menyilangkan tangan di depan dada sambil menatap Nayra dengan tatapan menelusuk.
"Sebenarnya gue itu heran sama lo…" ucapnya, lalu menyipitkan mata.
"Lo itu sepupuan kan sama Davian? Terus kenapa lo tinggal serumah? Emang orang tua lo kemana?"
Pertanyaan itu seperti pisau tajam yang langsung menusuk hati Nayra. Ia membeku sesaat, lidahnya kelu. Jelas-jelas Davian berbohong soal status mereka, dan kini ia harus mencari cara untuk menutupi kebohongan itu—untuk menjaga rahasia Davian.
"Oh... iya, kita memang sepupu jauh," jawab Nayra gugup, berusaha tersenyum.
"Aku tinggal di sini karena... orang tua aku lagi dinas ke luar negeri. Jadi... Mereka nitipin aku di sini."
Syera menaikkan alisnya. "Oh..." gumamnya singkat, nada suaranya masih terdengar curiga.
Nayra menunduk pelan, menyembunyikan wajahnya yang mulai terasa panas. Ia hanya bisa berharap Syera tak menggali lebih dalam.
Syera merapikan tas kecilnya dan berdiri di ambang pintu sambil melirik sekilas ke arah Nayra.
"Gue pulang dulu," ucapnya santai, lalu berjalan beberapa langkah melewati Nayra. Sebelum benar-benar pergi, ia menoleh sebentar.
"Nanti kalo Davian nyari, bilang aja gue udah pulang."
Tanpa menunggu jawaban, Syera langsung melangkah keluar rumah. Sementara itu, Nayra hanya diam mematung, menatap punggung gadis itu yang perlahan menjauh. Hatinya masih terasa sesak, tapi ia menahannya.
Di dapur, Nayra membuka lemari es dan mengeluarkan beberapa bahan—wortel, kentang, ayam, dan bumbu-bumbu sederhana. Hari itu ia memutuskan untuk memasak sop ayam, makanan berkuah yang menurutnya cocok untuk orang yang sedang sakit seperti Davian. Ia mengiris sayuran dengan hati-hati, aroma bawang putih dan minyak yang mulai ditumis memenuhi ruangan. Sesekali, senyum kecil muncul di wajahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
Novela JuvenilSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k652748.jpg)