Maaf bila ada kata-kata yang typo, jangan lupa vote dan komen. Happy reading~
"Ekhm hello?," Panggil Ricky karena Nathan terus terdiam diajak bicara.
"Kenapa dia?" Tanya Ricky kepada Sang Hyuk. Sang Hyuk hanya mengedikkan bahunya.
"Eum tuan Nathan?" Panggil Sang Hyuk dan berhasil menyadarkan Nathan.
"Eh ya?" Tanya Nathan tersadar.
"Apa anda baik-baik saja?" Tanya Sang Hyuk. Nathan mengangguk pelan dan memberikan gestur bahwa ia baik-baik saja. Ia memijat pelipisnya pelan dan kembali menatap Ricky yang juga menatapnya.
"Saya kesini hanya ingin memberi Rui peringatan. Jika ia masih pengecut dan tidak membawa dirinya ke penjara, maka... " Nathan mendekat ke Ricky hingga bibir Nathan berada di samping Ricky.
"Saya akan melukai siapapun yang ia cintai seperti ia melukai sahabatku, termasuk kau." Bisik Nathan dingin. Tubuh Ricky cukup merinding mendengar hal itu. Ia bahkan tidak mengetahui masalah ayahnya namun ia akan terlibat juga? Apa yang ayahnya sembunyikan kepadanya?
"Kita pergi Sang Hyuk" Nathan menjauhkan dirinya dari Ricky dan memakai kacamata hitamnya. Sebelum pergi ia menepuk pundak Ricky pelan dan meninggalkan ruangan.
"Ricky-ssi, rahasiakan apa yang terjadi hari ini dan bilang kepada bos anda bahwa kita hanya membicarakan hal yang privasi" Tekan Sang Hyuk sebelum pergi meninggalkan Ricky sendirian di ruangan. Ricky terjatuh ke kursi karna tak bisa menahan tubuhnya yang lemas akibat terus tertekan dengan aura Nathan. Ia merasa Nathan orang yang sebaiknya ia jauhi mulai sekarang. Tak lama Hanbin dan Gunwook masuk ke ruangan.
"Apa semua baik-baik saja? Apa yang kalian bicarakan?" Tanya Hanbin lalu duduk di sebelah Ricky diikuti oleh Gunwook yang berdiri di sampingnya. Bunyi pintu terbuka kembali memperlihatkan semua member masuk ke ruangan.
"Huft tidak apa hyung, semua berjalan dengan lancar" Jelas Ricky membohongi para member. Hao yang melihat gelagat aneh Ricky pun curiga.
"Yakin? Jangan bohong Ricky, aku sudah lama bersamamu. Hyung tau kamu menyembunyikan sesuatu" Desak Hao yang khawatir. Para member hanya menunggu jawaban dari Ricky.
"Tenang saja, ia teman ayahku. Ia hanya membicarakan sesuatu yang pribadi kepadaku tentang hubungan mereka yang baik, jadi tidak ada apa" Ucap Ricky yang tidak sepenuhnya bohong. Hanbin menghela napas dan menepuk pundak Ricky pelan.
"Syukurlah kalau begitu, hyung tadi hanya merasa aneh tentang orang tadi, siapa sih tadi namanya Hyung lupa" Ucap Hanbin yang berusaha mengingat nama Nathan.
"Dongmi hyung namanya tadi" Celetuk Gyuvin tiba-tiba. Yujin yang disebelah nya pun menggeplak pelan kepala hyung kesayangannya.
"Apasih hyung, orang namanya berawal dari N kok bisa Dongmi sih" Ucap Yujin membenarkan.
"Oh berarti namanya Nakuya, soalnya muka dia itu kayak blasteran Jepang" Tebak Matthew. Jiwoong mendengar mereka membicarakan nama Nathan menggelengkan kepala.
"Kalian ini masih muda tapi udah lupa nama orang, astaga parah banget sih"
"Emangnya hyung ingat?" Tanya Gyuvin. Dengan percaya diri Jiwoong mengangguk dan menepuk dadanya dengan bangga.
"Meskipun hyung lebih tua dari kalian tapi ingatan hyung masih bagus daripada kalian," Adik-adiknya hanya bisa menghela napas mendengarnya, demi hyungnya yang senang mereka hanya mendiamkan dia.
"Pasti namanya dia itu Niki, hyung setuju sama Matthew karena muka dia ada sedikit blasteran Jepang, sudah pasti namanya Niki" Dengan bangga Jiwoong mengatakn hal itu. Ricky hanya bisa geleng-geleng.
"Salah hyung, namanya tadi itu Nathan sedangkan asistennya namanya Sang Hyuk" Jelas Ricky membenarkan semuanya. Mendengar itu pun mereka menertawakan Jiwoong.
"Hyung ternyata sama bodohnya dengan yang lain, umur tidak bisa berbohong" Sindir Taerae dan kembali menertawakan Jiwoong.
"Bukan salah kita juga sih, kan merekanya aja yang gak memperkenalkan diri ke kita" Ucap Jiwoong yang membela dirinya. Jujur saja ia sedikit malu.
"Benar juga, mereka yang bahkan tiba-tiba memberikan uang ke bos, ah gak benar sekali, dunia kadang-kadang kidding ya" Ucap Gunwook. Mereka kembali mengangguk menyetujui ucapan Gunwook.
"Tapi bisa-bisanya Jiwoong hyung sangat pede menebak nama orang itu tapi ternyata sama aja salah seperti kita" Ucap Gyuvin kembali mengungkit. Pada member pun terus membully hyung tertua mereka. Hanbin dan Ricky tidak melerai mereka sama sekali malah ikut membully Jiwoong. Sesekali menyenangkan diri mereka sendiri sebelum waktu latihan tiba.
Diluar ruangan, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa ada seseorang yang mendengar percakapan mereka.
"Nathan dan Sang Hyuk ya... bukankah berita ini harus dilaporkan?" Tanya seseorang dengan wajahnya yang dingin. Ia pun segera berbalik meninggalkan ruangan agar tidak ketahuan, namun...
"Yak Hajoon, sedang apa? Ayo bantu aku angkat ini!" Panggil salah satu staff. Hajoon terdiam di tempat dan berbalik menghadap staff tersebut.
"Oh baiklah dengan senang hati" Ucap Hajoon dengan wajah yang ramah. Sebelum pergi ia menatap pintu ruangan dengan tajam.
"Hajoon ayo cepat!"
Hajoon pum segera pergi menyusul staff yang meminta bantuannya.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ricky | Zerobaseone
FanfictionSemenjak lolos dan berhasil menjadi grup k-pop, banyak sekali kejadian yang menimpa grup ini terutama pada salah satu anggota grupnya, apa yang terjadi? *CERITA INI MURNI DARI AUTHOR, DILARANG JIPLAK ❗❗* *BUKAN BXB*
