26

650 54 6
                                        

Maaf bila ada kata yang typo, jangan lupa vote dan komen. Happy reading...

***

"Sepertinya anda tidak mengingat saya atau...





















Ayahmu tidak menceritakan saya kepadamu?"

Mata Ricky terbelalak akibat ucapan Nathan. Ia pikir bahwa ayah dan orang di hadapannya saling kenal. Namun raut wajah Nathan terlihat sangat dingin kepadanya membuatnya ia berpikir apakah benar mereka berdua berteman baik.

"Ayahku? Kalian saling kenal?" Tanya Ricky memastikan. Nathan terkekeh pelan.
"Tentu saja, kita saling kenal dan berteman dengan baik," Ucap Nathan kemudian ia berdiri berjalan kearah Ricky. Ia memegang bahu Ricky.

"Tapi itu dulu." Tegas Nathan. Ricky tersentak karena bahunya dipegang.

"Ayahmu mengkhianati ku, tentu saja aku marah kepadanya. Namun ia hanya mementingkan dirinya sendiri dan pergi meninggalkan ku" Jelas Nathan. Ia menoleh ke arah Ricky yang terdiam.

"Kau akan membenci ayahmu setelah tau bahwa ayahmu pengkhianat?"

Ricky menatap tajam ke Nathan.

"Jaga ucapanmu, aku tidak akan mempercayai mu dengan mudah. Ayahku bahkan tidak pernah membicarakan hal ini" Ucap Ricky tegas. Nathan tertawa keras, untung saja ruangan yang mereka tempati sekarang kedap suara.

"Orang mana yang menceritakan hal buruk tentang dirinya sendiri? Hahaha lucu sekali kau nak!" Tawa Nathan hingga mengeluarkan air mata akibat terus tertawa. Ricky kembali terdiam dan menari Sang Hyuk. Terlihat Sang Hyuk menikmati pembicaraan ini.

"Sejak kapan kalian berteman?" Tanya Ricky. Nathan menatap Ricky dalam.

Flashback

12 tahun yang lalu

Terlihat 3 orang lelaki memakai pakaian formal sedang menatap gedung besar dihadapannya.

"Akhirnya kita berhasil membangun perusahaan milik kita" Ucap Nathan senang.

"Sekian lama kita mengumpulkan segala hal untuk ini, syukurlah ini berjalan lancar" Lanjut Rui, ayah Ricky.

"Ayo kita masuk untuk melihat-lihat" Ajak Jinwo, sahabat mereka. Mereka pun masuk kedalam perusahaan.

Mereka bertiga merupakan sahabat sejak SMP hingga kuliah. Mereka sudah merencanakan sejak awal untuk membangun bisnis bersama. Lalu Rui mengusulkan untuk membangun sebuah perusahaan, awalnya tidak disetujui oleh Nathan. Namun berkat bujukan Rui karena akan dibantu oleh ayahnya, mereka berdua menyetujuinya dan berencana akan masuk di Universitas dengan jurusan yang sama.

"Wah ini sangat besar, cantik, indah, bersih, lengkap sudah!" Teriak Jinwo sambil berputar-putar.

"Lumayan, hampir setara dengan perusahaan ayah gue" Sahut Rui menilai perusahaan yang akan mereka tempati.

"Oh ya ini perusahaan milik kita bertiga, apakah kita sudah memiliki karyawan?" Tanya Nathan membuat Jinwo berhenti berputar.
"Aduh pusing... bentar, bukannya lo yang ngurus bagian ini Nath?" Tanya Jinwo baru ingat. Dahi Nathan mengkerut.

"Bukan gue kok, kan gue sibuk ngurus ni perusahaan sama arsitekturnya" Jawab Nathan.

"Tenang udah gue kok yang ngurus, besok udah gue suruh masuk untuk pengenalan perusahaan" Sahut Rui membuat mereka lega.

"Syukurlah, karyawan kita pasti senang memiliki 3 bos disini. Baru kali ini sepertinya ada 3 bos di suatu perusahaan" Nyeletuk Jinwo.

Rui dan Nathan hanya menggeleng melihat kelakuan absurd sahabatnya.

Ricky | ZerobaseoneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang