Maaf bila ada kata-kata yang typo, jangan membawa tokoh ke dunia nyata dan bijaklah dalam membaca. Happy reading...
Setelah mendengar kenyataan bahwa telinga kanannya tidak bisa mendengar suara apa-apa, Ricky terus terdiam dan kini ia sudah tidur setelah makan tadi. Jari Hao terus menyusuri rambut Ricky yang lumayan panjang. Para member juga ikut merasakan yang Ricky rasakan, Hanbin terus menelpon manager namun teleponnya tidak kunjung diangkat.
"Huh manager hyung kenapa gak angkat sih... " Lirih Hanbin gelisah yang terus menatap layar ponselnya.
"Sudahlah Hanbin-a, mungkin manager hyung sedang sibuk menyelesaikan masalah tadi, sekarang kamu istirahat dulu sudah jam segini. Sana susul mereka. " Suruh Jiwoong menunjuk dengan dagunya ke arah sofa besar yang dimana para member sudah tertidur lelap. Hanya tersisa Hao, Hanbin, dan Jiwoong yang belum tertidur.
"Besok kita tanya ke dokter apa yang terjadi, ayo istirahat. " Ucap Hao berdiri dan mengelus rambut Yujin yang tidur di sebelah Ricky sebelum beranjak menghampiri Hanbin.
"Kamu sudah bekerja keras hari ini, ayo lupakan sejenak dan istirahat dulu, besok kita tidak ada kegiatan apapun. " Jelas Hao mengajak Hanbin ke duduk di samping Jiwoong.
"Hyung matikan lampunya ya, selamat malam semua. " Ucap Jiwoong mematikan lampu dan hanya lampu tidur Ricky yang menerangi ruangan. Hyung line menyusul para membernya untuk tidur. Namun mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi Ricky tidak tertidur, ia hanya memejamkan mata untuk berusaha memfokuskan telinga kanannya mendengar pembicaraan hyungnya. Namun hanya telinga kirinya yang mendengar semuanya, telinga kanannya rasanya sepi dan kosong. Ricky membuka matanya dan melihat Yujin tidur di sisi kirinya sambil memeluk tubuhnya. Ricky memperbaiki selimut yang menutupi tubuh Yujin agar tidak merasa kedinginan. Melihat para member tertidur, ia mulai turun perlahan dari kasur dan mengambil jaket yang entah milik siapa dan segera keluar dari kamarnya.
Ricky berjalan dengan tudung jaket menutupi rambutnya dan wajahnya agar tidak ada yang mengetahuinya hingga sampai di minimarket dekat rumah sakit. Ia hanya membeli cola dan beberapa snack yang dapat menemani dirinya sejenak.
Sudah hampir 15 menit ia berada diluar, tiba-tiba muncul lelaki menaruh 2 susu strawberry di meja Ricky membuat dirinya mendongak melihat Taerae yang datang.
"Hyung?... "
"Jangan minum cola malam-malam. Kamu lagi masa penyembuhan, ini minum. " Suruh Taerae dan mengambil sisa cola di tangan Ricky.
"Kenapa hyung kesini? " Tanya Ricky mengingat dirinya sudah pelan-pelan melangkah pergi agar tidak membangunkan yang lain.
"Hyung tadi sempet kebangun karena kedinginan terus mau pake jaket tapi gak ada ternyata kamu yang pake. " Jawab Taerae santai yang kini memakai baju rumahannya. Ricky hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Pantes kekecilan hehe. "
"Kenapa keluar hm? " Tanya Taerae melihat Ricky kembali termenung.
"Bosan. " Jawabnya singkat.
"Aigo adik bongsor hyung, sehat-sehat terus ya, jangan menyerah karena kondisimu saat ini. Kita tidak mempermasalahkan itu selagi kamu selamat, aman, dan sehat. " Ucap Taerae lembut membuat dada Ricky hangat. Entah kenapa matanya kini berkaca-kaca, dengan cepat ia mengusap.
"Ayo masuk, sudah malam. Hyung juga kedinginan. " Ajak Taerae membereskan sampah di meja mereka dan merangkul Ricky. Kepergian mereka dilihat oleh Geonseok yang emang sedaritadi mengamati mereka berdua.
Sesampainya di depan ruangan Ricky, mereka masuk dengan perlahan namun mendengar suara rendah membuat langkah mereka berhenti
"Darimana?" Tanya Hanbin dengan nada rendah. Taerae melihat yang terbangun hanyalah Jiwoong, Hao, dan Hanbin. Jiwoong dan Hao hanya duduk menatap mereka sedangkan Hanbin dengan wajah datarnya melihat mereka berdua satu persatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ricky | Zerobaseone
FanfictionSemenjak lolos dan berhasil menjadi grup k-pop, banyak sekali kejadian yang menimpa grup ini terutama pada salah satu anggota grupnya, apa yang terjadi? *CERITA INI MURNI DARI AUTHOR, DILARANG JIPLAK ❗❗* *BUKAN BXB*
