Maaf jika ada kata-kata yang typo, jangan lupa vote dan komen yaa.
Happy reading~
Setelah menghabiskan waktu di ruangan rapat, mereka pergi ke tempat latihan karena sesuai jadwal. Tentu saja mereka membawa baju ganti tetapi hal sial yang dialami oleh Taerae yang kejatuhan susu di bawa oleh yujin. Kini bajunya sangat basah akibat hal itu.
"Hyung maaf! Aku tidak sengaja, ini semua karena Jiwoong hyung yang menggangguku." Ucap Yujin panik membantu Taerae mengelap bajunya dengan tisu meskipun tetap tidak hilang. Taerae masih membeku sambil memegang bajunya.
"Baju baruku... " Lirih Taerae. Yujin semakin panik mendengar itu.
"Noo Yujin-a, kamu sudah membuat kesalahan yang besar" Ucap Jiwoong bikin suasana makin panas. Hanbin hanya bisa menghela napas dari jauh. Selalu saja ada masalah sebelum latihan, kemarin sepatu Gyuvin yang nyangkut, lusa kemarin lampu mati hingga terpaksa diliburkan, bahkan sekarang baju salah satu membernya basah membuat waktu latihan terundur.
"Taerae kamu ganti baju dulu sana, itu basah banget apalagi lengket. " Suruh Hanbin. Taerae menoleh dengan melas.
"Aku gak bawa baju lagi hyung..."
"Baju yang tadi saja dulu pake untuk latihan saja sebentar." Dengan terpaksa Taerae mengambil bajunya di tas diikuti oleh Yujin yang masih merasa bersalah.
"Hyung, aku antar ya?" Taerae menoleh yang melihat adiknya hampir menangis.
"Astaga tidak apa Yujinie, hyung tidak marah kok." Ucap Taerae menenangkan Yujin meskipun masih ada rasa kesal akibat baju barunya kotor.
"Tapi hyung baru beli itu... "
"Tidak apa, kalau gitu ayo antarkan hyung ke kamar mandi" Mereka berdua pun meninggalkan ruang latihan.
"Astaga ada-ada saja..." Sembari menunggu Taerae dan Yujin, Hanbin memerintahkan para member untuk pemanasan terlebih dahulu yang dipimpin oleh Jiwoong. (Hukuman dari Hanbin)
"Ayo anak-anak ikutin hyung ya~" Ucap Jiwoong maju ke depan.
"Baik paman~" Jawab Gyuvin, Gunwook, dan Matthew.
"Wah pemikiran kita sama hahaha" Ucap Gyuvin membuat yang lain tertawa.
"Sialan kalian ini, hyung masih muda ya!" Ucap Jiwoong tak terima.
"Sudahlah hyung terima saja" Balas Hao yang masih menahan tawanya. Mereka kembali ke waktu serius untuk pemanasan karena dijaga oleh pelatih nya. Tak lama Taerae dan Yujin datang lalu ikut pemanasan dari awal. Waktu berlalu dengan cepat hingga terlihat diluar langit sudah gelap.
"Latihan kita sampai sini, silakan istirahat sebentar dan kembali ke dorm" Perintah pelatih sebelum keluar ruangan. Para member tergeletak di lantai dengan penuh keringat yang banjir di tubuh mereka.
"Aku lapar... " Suara Hao menggema di ruang latihan. Tepat setelah Hao berkata seperti itu, Hajoon datang membawa makanan untuk mereka. Meski awalnya terkejut tetapi mereka senang dapat makan gratis.
"Hyung tidak pulang? Kenapa masih disini?" Tanya Hanbin menerima makanan di tangan Hajoon.
"Oh hyung hanya ingin menghampiri kalian."
"Terimakasih hyung atas makanannya!" Teriak Gyuvin dan Gunwook kompak. Mereka pun makan dengan tenang diselingi dengan candaan.
"Oh ya ku dengar ada seseorang datang kemari, itu siapa?" Tanya Hajoon. Ricky yang berada di sebelah nya pun menjawab.
"Mereka kenalan ayahku." Ucap Ricky singkat. Hajoon hanya menjawab 'oh' saja. Namun Matthew menatap Hajoon dengan tatapan sulit dimengerti. Hal itu disadari oleh Ricky, ia pun menyenggol pelan Matthew.
"Kenapa hyung?" Bisik Ricky. Matthew hanya melirik Ricky.
"Hanya merasakan aura aneh." Mendengar itu Ricky semakin bingung. Ia menyadari semenjak ia pergi berdua dengan Hajoon saat itu, setiap Matthew dan Hajoon bertemu selalu ada aura yang menegangkan. Dimana Matthew selalu menatap tajam dan datar ke arah Hajoon, meskipun begitu Hajoon tetap tersenyum ramah ke Matthew.
"Oh ya, hyung baik-baik saja?" Tanya Yujin ke Hajoon. Seluruh mata mengarah ke Hajoon.
"Hah? Kenapa?" Tanya Hajoon bingung.
"Tadi aku melihat hyung keluar dari kamar mandi setelah aku dan Taerae hyung mau pergi. Aku lihat hyung memegang kepala hyung dengan wajah berkeringat dan agak pucat jadi kupikir hyung sakit" Jelas Yujin. Tubuh Hajoon tegang. Ia pikir tadi ia sendiri di kamar mandi ternyata ada orang selain dirinya disana.
"I-itu hyung hanya sedikit p-pusing." Jawab Hajoon gugup.
"Benarkah? Apakah pusing itu terus ada?" Tanya Ricky. Hajoon menoleh dengan wajah terkejut lagi.
"Apa?... "
"Waktu hyung sebelum mengantarku pulang hyung teriak kesakitan karena pusing itu, apakah semua baik-baik saja?" Tanya Ricky khawatir. Hajoon terdiam tidak tau harus jawab apa.
"Hyung?" Panggil Hanbin melihat Hajoon malah terdiam tidak menjawab Ricky. Para member saling menatap.
"... Maaf, hyung ada kerjaan. Permisi..." Hajoon pergi meninggalkan mereka dengan suasana hening.
"Hajoon kenapa?" Tanya Jiwoong dibalas gedikan bahu oleh Hanbin. Matthew menatap datar kepergian Hajoon.
"... Aneh."
———————
Setelah makan malam mereka kembali ke dorm dengan wajah lelah.
"Semuanya langsung mandi dan istirahat ya, besok kita isi acara TV" Perintah Hanbin. Para member menurut dan pergi ke kamar masing-masing. Di kamar Ricky dan Gyuvin sedang berebutan kasur padahal tadi Hanbin suruh mandi dulu tapi mereka malah rebutan kasur.
"Kau saja yang duluan mandi sana!" Suruh Ricky sambil memegang ujung kayu kasur bagian atas.
"Gak mau, kau aja yang duluan" Oper Gyuvin yang memegang ujung kasur bagian bawah. Mereka saling melempar tatapan tajam dan menunggu siapa yang ngalah.
"Ricky Gyuvin, sudah mandi?" Teriak Hanbin dari luar kamar. Mereka pun kelabakan mendengar suara Hanbin.
"Kau duluan sana, vin"
"Kau!"
"Kau!"
"Ricky Gyuvin? Kok gak jawab?" Tanya Hanbin.
"Ee ini sedang bersihin muka hyung" Jawab Ricky.
"Yasudah, langsung mandi dan istirahat. Jangan main ponsel." Hanbin pun pergi dari pintu kamar mereka.
"Kalau begitu aku yang duluan mandi" Ucap Gyuvin langsung mengambil handuk.
"Dari tadi dong!"
"Baru sekarang sakit perut" Gyuvin pun masuk ke kamar mandi. Sembari menunggu Gyuvin mandi, Ricky membersihkan make up di wajahnya. Tak lama terdengar pesan masuk dari ponselnya. Ia pun melihat pesan itu, namun terlihat alis di wajahnya langsung berkerut.
💬 Hello Ricky~.
💬 Simpan no ku okei?
💬 Ini no ku, Nathan.
Pesan itu mampu membuat Ricky terbingung. Dari mana ia mendapatkan nomornya?
💬 Ya
Hanya itu balasan dari Ricky. Ia tidak mau dekat-dekat dengan Nathan dan asistennya. Tapi ketenangan yang Ricky inginkan tidak tercapai. Nathan sekarang malah menelponnya. Awalnya dia tidak mau jawab, namun Nathan terus menelpon nomornya.
"Ricky angkat telpon mu!" Teriak Gyuvin dari dalam. Tidak mau menganggu yang lain, smean terpaksa ia mengangkat teleponnya.
"... Halo?" Suara Ricky menunggu jawaban dari Nathan. Bukannya dijawab, telepon itu malah dimatikan oleh Nathan. Ricky menatap ponselnya dengan tatapan tajam.
"What the fuck?"
Ingin sekali ia menyumpah serapah orang ini. Dengan kesal ia melepas ponselnya ke meja. Yap, ponsel mahalnya dilempar.
"Kenapa wajahmu jelek sekali? Kesal dengan siapa?" Tanya Gyuvin yang baru selesai mandi. Ia keluar tanpa mengenakan baju dan hanya mengenakan lilitan handuk dibawah.
"Dengan orang aneh" Ricky melangkah kesal ke kamar mandi. Gyuvin hanya menatap aneh ke arah Ricky dan berkaca di cermin.
"Tampan sekali~" Puji Gyuvin melihat dirinya di cermin tanpa mengenakan baju. Ia mulai berpose di depan cermin memamerkan bentuk tubuhnya. (Siapa yang kepo hayoo)
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Ricky | Zerobaseone
FanfictionSemenjak lolos dan berhasil menjadi grup k-pop, banyak sekali kejadian yang menimpa grup ini terutama pada salah satu anggota grupnya, apa yang terjadi? *CERITA INI MURNI DARI AUTHOR, DILARANG JIPLAK ❗❗* *BUKAN BXB*
