10

21 6 0
                                        

Saat jam pembelajaran selesai, kami semua langsung menuju aula untuk melaksanakan makan siang. Bagian yang paling ditunggu-tunggu.
Aku,Jaemin, dan Haechan pun berjalan menuju aula sambil bersenda gurau seperti biasa. Lalu tiba-tiba ada yang mencolek bahuku.

"Ada apa?" Tanya ku dengan wajah yang sedikit terkejut

"Hmm, apakah aku boleh bergabung dengan kalian?" Tanya laki-laki berambut biru itu dengan ramah.

"Tentu boleh, kau seperti dengan siapa saja Jeno?"
Kali ini yang menjawab adalah Jaemin.

"Ku pikir kalian melupakanku" Jawab laki-laki berambut biru tersebut

"Bagaimana kami bisa melupakanmu bodoh" Sahut Haechan dengan nada sinis.

"Sudahlah Chan, yang lalu biarlah berlalu. Mari bergabung lah dengan kami," Ucap ku dengan ramah yang hanya dibalas anggukan oleh Belle dan Maggie.

Kami berempat pun berjalan bersama memasuki aula dan langsung menempati tempat seperti biasanya, tentunya
ketambahan Jeno yang saat ini duduk dengan kami. Kami pun memesan makanan kami masing-masing. Karena prof .Lee tidak bisa hadir, jadi makan siang kali ini berlangsung lebih cepat.
Aku yang sedang sangat lapar segera memesan sup ayam, teriyaki, kentang goreng, sandwich, dan latte coffe. Lalu Haechan juga memesan berbagai macam makanan yang porsinya lebih banyak dariku, yaitu sup kentang, ramen, hot wings, nasi goreng, jamur goreng, kentang goreng, dan 2 soda. Lalu Jaemin yang makannya sedikit hanya memesan sup jagung, salad, dan teh hangat.
Sedangkan Jeno, ia memesan ayam goreng, burger, pizza, es krim, dan choco coffe. "author nya ngiler sendiri bayangin makanannya😁
Setelah perut kami sudah terisi sepenuhnya, kami pun segera kembali ke asrama. Saat aku sedang berjalan, tiba-tiba ada yang berteriak memanggil nama ku. Aku pun menoleh dan mendapati Renjun yang sedang berlari memanggil namaku.

"Mark , Prof.Lee memanggil mu ke ruangannya," Ujar Anne dengan nafas ngos-ngosan.

"Untuk apa?" Tanya ku dengan ekspresi bingung.

"Entahlah, sepertinya ini penting," Jawab Renjun seraya pergi meninggalkan ku.

"Teman-teman, sebaiknya kalian kembali ke asrama duluan, nanti aku menyusul," Seru ku seraya pergi meninggalkan Jemin, Haechan, dan Jeno.

"Kenapa tiba-tiba perasaan ku jadi gak tenang gini ya," Batinku.

#

Saat ini aku sudah berada didepan ruangan prof.lee ,untuk seperkian detik aku terdiam menatap pintu mewah tersebut.

Diam.

Hanya diam.

Tarik nafas.

Lalu keluarkan.

aku merasa sangat gugup. Padahal aku sudah memasuki ruangan itu sebanyak 2 kali dan sekarang untuk yang ke 3 kalinya.

Setelah meyakinkan diriku sendiri, aku pun mengetuk pintu. Lalu terdengar suara "Masuk," dari dalam. Aku pun langsung membuka pintu dan mendapati Prof.lee yang sedang duduk di meja kerjanya. Prof.lee melihat ke arah ku sekilas lalu langsung menyuruh ku untuk duduk dihadapannya.

Saat ini prof.lee sedang menatap ku dengan tatapan yang benar benar tidak bisa diartikan. Lalu kemudian prof.lee memberiku sebuah cincin. Cincin tersebut sangat indah dengan permata berwarna ungu kemerahan dengan dua buah kristal putih di samping kanan kirinya.

"Cincin ini untukmu, pakailah dan jagalah dengan baik,karena cincin itu berharga bagiku.aku sudah memakainya sejak aku masih muda" Ujar prof.lee yang tentunya membuat ku kebingungan.

"Jika cincin ini berharga Kenapa anda memberikan cincin ini kepada saya prof ?" tanyaku dengan ekspresi wajah bingung.
"Karena aku hanya menjaganya,dan sekarang aku mengembalikannya kepada pemiliknya yaitu kamu Mark." Ucap prof lee

"Pasti banyak pertanyaan yang ada di pikiran mu saat ini, akan kujelaskan sedikit," Ucap prof.lee dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.

"Mark, cincin itu bukan dariku, melainkan dari ayahmu. Cincin itu diberikan padamu agar kelak kau bisa menyelamatkan Eithiopia dari hal -hal yang tidak diinginkan," Lanjut Ms. Zella yang hanya membuat diriku semakin bingung.

"Ayahku? apakah anda mengenal ayahku prof? Dan kenapa aku yang akan menyelamatkan negri ini?" Tanyaku dengan kening yang berkerut.

"Ya aku sangat mengenalnya. Belum waktunya untuk mengetahui kebenaranya mark. tapi, percaya lah suatu saat kau akan tau semuanya. Sekarang, kembali lah ke asrama," Ucap Prof.lee seraya mengakhiri ucapan nya. Hm, lebih tepatnya mengusir ku secara halus. Setelah aku keluar dari ruangan prof.lee, aku langsung bergegas menuju asrama untuk menyusul teman-teman ku.
#
Hari ini yang cerah bagi Mark untuk pembelajaran. Pelajaran saat ini sangat istimewa, karena hari ini adalah hari dimana murid pemula harus mencari patner mereka di hutan perbatasan antara daerah Penyihir Putih dan Penyihir Hitam.

Semua murid pemula merasa deg-degan memikirkan hewan sihir apa yang akan menjadi patner mereka masing-masing. Itu semua sudah diatur oleh takdir.

Semua murid pemula segera bersiap siap untuk memasuki portal. Portal tersebut
dibuat oleh Miss.yuri sebagai akses untuk pergi ke hutan perbatasan. Tetapi, sebelum memasuki portal, semua murid dikumpulkan untuk membentuk kelompok, dengan anggota masing-masing 3 orang. Kelompok tersebut di pilih langsung oleh para dewan academy.

Semua murid yang sudah disebutkan namanya segera masuk ke portal dan memulai misi nya.

"Renjun ,jeno ,dan Mark," Ucap salah satu dewan academy. Mark cukup senang karena bisa satu kelompok dengan orang yang dikenalnya, tetapi Mark juga sedikit kecewa karena Jaemin tidak masuk dalam kelompok nya.

Mark,Jeno, dan Renjun pun segera memasuki portal. Sepersekian detik semua nya gelap, lalu tiba tiba ada sebuah cahaya, dan mereka pun seakan melesat menuju cahaya tersebut.

Setelah mereka membuka mata, hal yang pertama kali yang mereka lihat adalah sebuah hutan yang amat luas dengan pohon yang berwarna warni. Mereka semua diam untuk beberapa detik seraya melihat ke sekeliling hutan.

Lalu Jeno pun membuka suaranya. "Sebaiknya kita berpencar saja, jika sudah dapat patner, kembali lah ketempat ini. Kita akan ber kumpul kembali di sini," Ucap Jeno dengan tegas dan hanya di balas anggukan oleh Mark dan Renjun. Setelah itu mereka berpencar.

Mark POV

Aku pun segera pergi ke arah timur hutan, hutan ini sangat indah dengan pohon yang memiliki banyak warna dan rumput yang seperti pelangi. Aku pun terus melangkah sembari melihat sekeliling hutan. Setelah lama berjalan dan belum juga menemukan apa-apa, aku pun duduk di bawah salah satu pohon besar dengan daun yang berwarna silver.

"Lelahnya," Batinku seraya duduk.

Setelah duduk sekitar 5 menitan, aku mendengar suara langkah kaki. Hmm bukan kaki manusia, sepertinya itu suara kaki hewan. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, aku pun langsung menghampiri suara tersebut dan betapa terkejut nya aku. Aku melihat seekor kuda berwarna putih yang memiliki sayap dengan rambut yang berwarna cyan.

warlord PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang