2

64 8 5
                                        

Welcome to the lazartus magic school

Itu adalah kalimat yang yang pertama kali jisung lihat saat sampai disana. Jisung memandang tulisan tersebut dengan kagum karena tulisan tersebut melayang seakan menyambut kedatangannya. Gerbang pun terbuka sendiri.

"Wah...keren" ucap jisung dengan semangat
Karena ini merupakan pertama kalinya jisung melihat hal tersebut .
"Banyak sekali murid yang mendaftar disini, huh....menyebalkan jika mengantri" ujarnya dengan kesal
"Tentu saja banyak yang mendaftar karene ini satu-satunya academy paling terbaik untuk para elemental . Dan mereka mencari murid-murid berbakat terbaik didunia ,sekalipun mereka bukan keturunan elemental pun bisa masuk jika punya bakat" jawab seseorang yang berada disampingnya
Jisung terkejut mendengar seseorang berbicara disampingnya dengan tiba-tiba
"Kau mengejutkanku dan kau datang dari mana" jawab jisung dengan cemberut
"Ha....ha...ha....kau sunguh sangat terkejut , bukankah itu hal yang wajar jika aku tiba-tiba datang dan pergi" ujar sang lawan bicara dengan tenang
"Hah...wajar bagaimana , aku tidak mengerti" tanya jisung dengan lilung
"Hei chenle jangan mengejutkannya" jawab suara lain dari arah belakang mereka
"Ah...Renjun ayolah aku hanya bercanda , aku melihat bocah ini berdiri disini sendirian seperti anak hilang" jawab remaja dengan kulit putih itu dengan kesal karena merasa selahkan pemuda yang lain
"Kamu tadi merasa terkejut dengan kedatangan chenle kan . Itu dinamakan teleportasi , disini tidak ada yang tidak mungkin kecuali kematian ." Jawab pemuda yang lebih pendek
"Ouh , begitukah aku tidak tahu karena aku belum pernah yang seperti itu ." Ujar jisung
"Tidak apa-apa kau akan mengetahui caranya nanti. Apa kau selama ini tidak tahu bahwa kau seorang elemental" tanya pemuda imut itu
"Bahkan aku mengetahuinya kemarin itupun lewat mimpi . Ibuku menyuruhku untuk datang kesini dan belajar mengendalikan kekuatanku disini." Ucap jisung
"Ah...seperti itu. Oiya perkenalkan namaku Huang Renjun dan pemuda yang mengejutkanmu tadi namanya Zhong Chenle" jawab renjun dengan memperkenalkan diri mereka
"Ouh...salam kenal Renjun dan Chenle . Namaku Park Jisung" ucap jisung
"HALO ANAK-ANAK" sapa pria tinggi berjubah hitam yang baru saja tiba
"Hai"jawab seluruh murid tahun pertama dengan kompak
"Aku Son Sogeun , penjaga lazartus kalian bisa memanggiku pak Son"
"Oke !ayo kalian sudah terlambat " ajak Pak Son menuntun mereka semua
"Ayo kita pergi sepertinya ini waktunya pengujian elemen" ucap chenle
"Maksudnya " tanya jisung
"Maksut nya kita akan diuji seberapa banyak elemen yang kita punya dan itu juga yang akan menentukan dimana kelas kita berada" jawab renjun
Mereka pun berjalan menuju kastil tempat pengujian elemen. Kastil itu terlihat dekat tapi sungguh itu sangat jauh dari dugaan mata.
Setelah beberapa menit mereka sampai . Sekarang semua warga sekolah berkumpul di aula .
"Selamat datang angkatan emas" prof Lee ,kepala sekolah lazartus menyambut siswa ajaran baru yang berdiri kaku didepannya.
"Baik sekarang saya akan panggil nama kalian untuk maju kedepan dan taruh tangan kalian diatas bola kristal ini" jawab Minho wakil kepala sekolah
"Kalian akan mengetahui elemen apa yang kalian miliki dan kalian akan masuk keasrama mana. Disini terdapat 3 asrama yang dapat kalian pilih , pertama flondris , slynterin, griffior"
Para murid mengangguk dengan paham . Sementara para kakak tingkat sudah duduk manis dan hanya memperhatikan dengan hati.

Mark pov
Aku hanya mendengarkan penjelasan mereka dengan bosan tapi sungguh penjelasan mereka seperti dongeng pengantar tidur bagiku.
"Kau bosan ya" tanya pemuda disampingnya
"Ya ,mereka terlalu banyak mengoceh yang tidak perlu" jawab mark dengan malas
"Hahaha kau benar. Oiya namaku Na Jaemin" tanya jaemin dengan senyum manisnya
"Aku Mark Lee" jawab mark singkat
"Ouh salam kenal mark kuharap kita bisa jadi teman baik" ucap jaemin berharap
"Saya panggil pertama Na jaemin"
"Ouh aku sudah dipanggil ku harap kita bisa satu kelas Mark Lee" ucap jaemin
Mark melirik pemuda yang sedang berjalan kerah altar tempat bola kristal itu ada.
"Taruh tanganmu diatas bola itu" ujar minho dengan tegas
Jaemin hanya mengangguk paham ,ia mulai meletakkan tangannya diatas bola kristal.
Didalam bola kristal mulai mengeluarkan beberapa cahaya berwarna abu-abu,biru tua , biru muda.
" 3 elemen griffior"
"Wuhuuuu" seruan dari para kakak tingkat. Jaemin berdiri dan menghampiri meja griffior dengan senang hati.
"Huang renjun!"
Mark lagi-lagi hanya melirik dengan malas
"3 elemen Slynterin"
Lagi-lagi tepuk tangan yang bergemuruh disana
"Mark Lee"
Sunyi , semuanya kembali sunyi dan menatap si pusat perhatian . Sedangkan yang tengah ditatap hanya berjalan dengan santai tanpa merasa terganggu
Dilihat seluruh siswa lazartus dengan takjub , cowok canada itu mulai meletakkan tangannya diatas bola kristal . Bola kristal mulai beraksi semua satu persatu warna mulai muncul setelah bergabung bola kristal itu meledak .
Seluruh warga sekolah terkejut melihatnya
"Sorry ..." ucap mark
Prof.lee yang melihatnya berdiri dari tempat diduduknya karena sangat terkejut .
'Siapa anak ini , kenapa auranya sangat misterius . Bahkan bola kristal tidak mampu menahan kekuatannya . Dia pasti memiliki kekuatan yang sangat besar'
"3 elemen griffior"
"Woah" sorak siswa griffor bangga . Mark berjalan menuju meja super panjang berlapis hijau tua
"Apa aku bilang kita pasti bakal jadi teman dekat" ujar jaemin dengan senyum yang mengembang diwajah tampannya. Tapi, menurut mark itu adalah senyum paling menyebalkan yang pernah ia lihat.
Acara masih berjalan sampai akhirnya siswa terakhir dipanggil Minho dengan lantang " Lee Jeno"
Pemuda berwajah tampan itu berjalan ragu. Ia menaruh tangannya dengan perlahan.
"Flondris"
Gemuruh tepuk tangan menjadi responnya.
"Flondris hanya untuk mereka yang seperti malaikat" Jaemin terkekeh takjub, membuat Mark mengangguk setuju.
Acara pengujian sudah selesai dilaksanakan ,kini Prof Lee berdiri dari duduknya"mohon perhatian untuk kalian murid bari ,saya ingin menegaskan 3 aturan penting disini"
Suasana menjadi hening
"Pertama kalian tidak boleh pergi kehutan terlarang yang ada dibelakang sekolah , yang kedua kalian tidak boleh pergi keluar sekolah tanpa izin dari petinggi sekolah, dan yang terakhir kalian harus mematuhi buku peraturan yang sudah diberikan tanpa terkecuali"
"Paham"
"Paham"
"Oke saat nya kalian kembali keasrama masing-masing"
Prok prok
Prof.Lee bertepuk tangan tangan dua kali kemudian menghilang dari sana.
"Waw ...apakah itu sulap"tanya jaemin dwngan takjub
""Itu sihir bodoh"ketus Mark enteng membuat Jaemin terkekeh kecil.

warlord PrinceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang