Setelah duduk sekitar 5 menitan, aku mendengar suara langkah kaki. Hmm bukan kaki manusia, sepertinya itu suara kaki hewan. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, aku pun langsung menghampiri suara tersebut dan betapa terkejut nya aku. Aku melihat seekor kuda berwarna putih yang memiliki sayap dengan rambut yang berwarna cyan.Bulunya berkilau lembut terkena cahaya pagi, seperti diselimuti sinar tipis. Surainya bergerak perlahan meski angin telah berhenti. Mata kuda itu menatap lurus ke arah mark , tajam namun tenang.
Mark berhenti melangkah.
“kenapa ia menatapku seperti itu?” gumamnya pelan.
Kuda itu tidak bergerak. Namun entah kenapa, Mark merasa seolah ada suara yang bergema di dalam pikirannya.
Sudah lama aku menunggu.
Napasnya tercekat. Ia tidak tahu apakah itu imajinasinya atau bukan, tapi ia bisa merasakan sesuatu—kekuatan besar yang tenang namun dalam, seperti lautan yang tak berujung.
Dengan ragu, ia mengulurkan tangan.
Kuda putih itu melangkah mendekat. Setiap langkahnya terasa ringan, hampir tak bersuara. Saat jaraknya tinggal beberapa langkah, tanah di sekitar mereka tiba-tiba
bergetar pelan.
Angin berputar.
Rumput-rumput merunduk.
Dan saat tangan mark menyentuh dahi kuda putih itu—
Cahaya meledak keluar.
Merah. Biru. Hijau. Emas.
Empat warna berputar mengelilingi mereka seperti badai kecil. Api berkilau di udara tanpa membakar, air berputar seperti pita, tanah bergetar di bawah kaki, dan angin mengaum pelan di sekitar mereka.
Kuda putih itu terhentak mundur.
Semua elemen…?
Mark meringis. Energi itu terasa panas dan dingin sekaligus, berat dan ringan di waktu yang sama. Seolah seluruh dunia mengalir melalui tubuhnya.
Tiba-tiba sebuah simbol bercahaya muncul di punggung tangannya. Garis-garis cahaya membentuk lingkaran dengan empat tanda berbeda di dalamnya.
Kuda putih itu menundukkan kepalanya.
Jadi kaulah orangnya…
Cahaya perlahan meredup. Angin berhenti berputar. Tanah kembali tenang.
Mar terjatuh berlutut, napasnya terengah-engah. Tubuhnya masih bergetar oleh sisa energi yang belum ia mengerti.
“Kita… sudah terikat?” tanyanya pelan.
Kuda putih itu mendekat lagi, lalu menyentuhkan dahinya dengan lembut ke bahunya.
Mulai sekarang, kita berjalan bersama.
Untuk sesaat semuanya terasa damai.
Namun tiba-tiba—
Angin berubah kasar.
Burung-burung beterbangan dari pepohonan. Tanah kembali bergetar, kali ini lebih kuat.
Kuda putih itu mengangkat kepalanya cepat.
Mereka datang.
“Apa maksudmu—”
Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, tanah di depan mereka pecah. Segumpal makhluk dari batu dan tanah merangkak keluar, matanya menyala redup seperti bara.
Satu… lalu dua… lalu tiga.
Monster elemental tanah.
Mark mundur panik. “Aku belum siap untuk ini!”
Kuda putih itu menghentakkan kakinya ke tanah.
Naik.
“Apa?!”
Monster pertama mengaum pelan dan bergerak mendekat.
Kuda putih itu berbalik sedikit, seolah mendesak.
Percaya padaku.
Dengan gugup, Mark naik ke punggungnya. Begitu ia duduk, simbol di tangannya kembali bersinar samar.
Tiba-tiba angin berputar di sekitar kaki kuda putih itu.
Dan dalam sekejap—
Mereka melesat maju secepat badai.
Monster-monster tanah tertinggal jauh di belakang, hanya debu yang tersisa di udara.
Mark berpegangan erat, jantungnya berdegup kencang.
“Kita… kita lari?”
Kuda putih itu terus berlari menembus hutan.
Ini baru awal perjalanan.
Di kejauhan, langit terlihat sedikit lebih gelap dari biasanya.
Dan tanpa ia sadari, petualangan mereka baru saja dimulai.
Angin masih terasa kencang saat kuda putih itu terus berlari menembus hutan. Cabang-cabang pohon bergoyang saat mereka lewat, dan daun-daun beterbangan di belakang seperti jejak yang tak terlihat. Mark memejamkan mata sejenak, mencoba menenangkan napasnya yang masih tidak teratur.
Beberapa saat kemudian, kecepatan kuda itu mulai melambat.
Akhirnya mereka tiba di sebuah tempat terbuka kecil di tengah hutan. Ada sebuah danau jernih di sana, airnya tenang seperti cermin. Kuda putih itu berhenti di tepi air, lalu menundukkan kepalanya sedikit, memberi tanda agar mark turun.
Dengan kaki yang masih gemetar, mark turun dari punggungnya.
“Apa mereka masih mengejar kita?” tanyanya pelan.
Kuda putih itu mengangkat kepalanya, telinganya bergerak pelan seolah mendengarkan sesuatu yang jauh.
KAMU SEDANG MEMBACA
warlord Prince
Fantasi"Akan ada 7 orang anak adam bersama satu , yang akan menghancurkan kegelapan yang terjadi di Eithiopia.Ditangan pangeran panglima perang sejarah baru Eithiopia berada."
