Hari ini para guru benar-benar menelantarkan kelas kami. Tidak ada kegiatan apapun seperti kelas lainnya. Tapi mark tak menyangka kalau kelas yang ia tempati tidak ada yang memiliki ciri siswa teladan. Semuanya asik bermain-main.
"Kau tahu mark kalau kelas kita ini adalah kelas terkuat diangkatan kita. Dan dari yang kudengar mereka memberi julukan kepada kelas ini dengan julukan generasi emas. Oleh karena itu menjadi masalah sebab guru-guru jadi sulit mengandalikan mereka. Mereka berpikir bahwa mereka yang terkuat dan tidak ada yang bisa mengalahkan mereka" ujar jaemin dengan posisi kedua tangan disilangkan di belakang kepala dan kaki naik keatas meja.
Sementara mark menopang dagu dengan mata yang meliar,meneliti setip orang dengan mata elangnya seolah mencoba mencari kebenaran dari kata-kata jaemin.
"Oi mark. Tidak perlu melihat segitunya. Bisa-bisa kau melubangi kepala seseorang dengan tatapanmu," ujar haechan yang membalik posisinya duduk mengarah kebelakang pada mark dan jaemin.
"Mereka terlalu angkuh menurutku" ucap dengan santai
"Apa maksudmu dengan angkuh, bukankah jika yang kuat akan lebih menang dari yang lemah begitu juga sebaliknya" tanya haechan
"Benar yang dikatakan oleh haechan ,bukankah itu hukum alam . Tidak disini ataupun dibumi itu sama saja bukan". Ucap jaemin
"Kau benar tentang itu. Tapi itu tidak bisa kita jadikan patokan jika kalian ingin menjadi kuat, kita kembali dengan tujuan awal kita masing-masing. Bukankah begitu?" Tanya mark
Mark menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan.
Haechan mengangkat bahunya tak peduli. Jaemin yang melihat mendengus kesal ingin membalas tapi Bu eunbi sudah masuk untuk mengajar.
Mark terkekeh melihat jaemin. Jaeminn mendelik mendengar kekehan mark.
"Baik anak-anak kalian buka buku ramuan kalian halaman 40 ikuti langkah-langkah tersebut" ucap bu eunbi.
Semua mengangguk lalu mulai membuat ramuan.
Mark membuka buku ramuannya. Tertulis ramuan penyembuh.
Semua murud terlihat serius membuat ramuan. Tiba-tiba bunyi meledak terdengar.
Dummm
Seketika murid menatap kearah ledakkan. Terlihat seseorang dengan wajah hitamnya dan asap yang mengepul na jaemin teman haechan dan mark.
Haechan tertawa melihat wajah gosong haechan. Jaemin mendelik ke arah haechan mendengar tawanya yang nyaring.
"Kau coba saja jika bisa" dengus jaemin
Haechan yang mendengarnya merasa tertantang.
"Lihat saja aku pasti bisa eoh"
Haechan mencoba langkah-langkah membuat ramuan itu lama tak terjadi apa-apa ia merasa bangga diangkatnya ramuan itu menatap kearah jaemin. Tapi...
Dummm....meledak lagi
Kini giliran jaemin yang tertawa melihat melihat haechan.
"Kau tambah hitam haechan"
Satu kelas tertawa melihat haechan begitu juga bu eunbi. Bu eunbi menggelengkan kepalanya melihat tingkah murid-muridnya.
"Aigo kalian ini, makanya dilihat langkah-langkahnya dengan teliti. Jika kalian lebih teliti mungkin itu tidak akan meledak" ucap bu eunbi
Mark tertawa melihat haechan"kau tambah hitam haechan"
Haechan mendengus ia kesal dengan mark dan jaemin.
"Cih kau coba saja jika bisa" sungut haechan pada mark
Mark mengangkat sebelas alisnya,tapi tetap mencoba membuat ramuannya. Dibacanya langkah-langkah dengan benar dan hati-hati ,setelah dibaca mark mencoba membuatnya dengan hati-hati.
Seisi kelas memperhatikan dengan penasaran. Apa Mark akan berakhir sama seperti jaemin dan haechan.
Bu eunbi melihat mark mengerjakan dengan hati-hati tersenyum. Ahh dia tahu rahasianya ,ia memang berbakat. Bahkan ini adalah pertama kali ia mencobanya. Pikir bu eunbi.
Mark menyelesaikan ramuannya dengan cepat. Ia menatap ramuannya begitu pula seisi kelas.
1 menit ........tak terjadi apa-apa
2 menit.........tak terjadi apa-apa,
Haechan membulatkan matanya
3 menit.........seisi kelas tercengang
"Selamat mark kau lulus" ucap bu eunbi mengakhiri keheningan kelas.
Mark tersenyum mengangguk
"Terima kasih"
Haechan menatap horor mark,
"Bagaimana bisa"tanya haechan.
Jaemin pun mengangguk
Mark mengangkat bahunya pertanda tak tahu.
"Hebat" ucap jaemin dan haechan
"Kalian tahu kenapa milik mark tak meledak?" Tanya bu eunbi kepada seisi kelas
"Tidak bu" jawab mereka kecuali mark. Mark hanya menatap bu eunbi
"Mark berhati-hati dalam membuatnya dan daun ginger setelah krikil batu strom sedangkan haechan dan jaemin memasukannya bersamaan"jelas bu eunbi. Seisi kelas mengangguk mengerti.
Teng....teng...
"Nah bel sudah berbunyi ibu keluar dulu,kalian berlatihlah lagi membuatnya"
Bu eunbi pergi dari kelas . Segera mereka menyerbu kantin. Ada yang menggunakan teleportasi ada yang melasat dwngan cepat.
Mark berdiri ingin pergi tapi jaemin dan haechan menahan mark.
"Kau mau kemana" tanya mereka dengan serempak
"Kantin" jawab singkat mark
Jaemin dan haechan mendengus
"kau ingin meninggalkan kami"
Mark diam tak mengerti
"Aish apa kau tak melihat wajah kami berdua" kesal haechan.
Melihat wajah mark tak mengerti.
Mark yang paham artinya tertawa" bukankah kalian tampan seperti itu"
Jaemin menggelengkan kepalanya,
"Ayolah mark cuci muka kami airmu,kami malas ketoilet yang sangat jauh"
Mark menggerakkan tangannya untuk mengeluarkan air lalu mengarahkan kewajah temannya hingga wajah mereka kembali bersih seperti awal.
"Terima kasih mark. Ayo kita kekentin aku sudah lapar" ucap jaemin bahagia
"Ayo" ucap haechan menarik mark dan jaemin
"Tapi bisakah tak usah menarikku hitam"teriak jaemi . Untung saja kelas sudah kosong. Haechan mendelik tak membalas perkataan jaemin.
Mereka berjalan sambil berbincang-bincang.
KAMU SEDANG MEMBACA
warlord Prince
Fantasi"Akan ada 7 orang anak adam bersama satu , yang akan menghancurkan kegelapan yang terjadi di Eithiopia.Ditangan pangeran panglima perang sejarah baru Eithiopia berada."
