CHAPTER 21
「 ✦ New Dress ✦ 」
──── ୨୧ ────
-
Davian memarkir mobilnya di garasi rumah dan berjalan masuk ke dalam. Begitu membuka pintu, ia langsung mendengar suara tawa dari ruang tamu. Langkahnya melambat, dan ia menoleh ke arah sumber suara. Di sana, Nayra dan Oma Ratih sedang duduk di sofa, berbincang sambil sesekali tertawa lepas.
"Loh, kok udah pulang?" sapa Ratih saat menyadari kehadiran cucunya.
Davian menghentikan langkahnya sejenak, melepaskan dasi yang melonggar di lehernya.
"Iya, Oma. Tadi rapatnya selesai lebih cepat, terus Papa suruh langsung pulang," jawabnya sambil tersenyum kecil.
"Baguslah kalau gitu. Kamu istirahat, jangan kebanyakan kerja. Kasian istrimu, dia nanti yang repot kalau kamu sakit," tambah Ratih dengan nada penuh perhatian, tapi tak lupa menyelipkan sedikit sindiran.
Davian hanya mengangguk kecil, tak ingin memulai perdebatan. "Iya, Oma. Kalau begitu, Vian mau masuk kamar dulu," katanya sambil melirik Nayra sekilas.
Sesampainya di kamar, Davian membuka lemari pakaiannya dan memilih jas hitam yang tergantung rapi di dalamnya. Setelah memeriksanya sebentar, ia mendapati bahwa jas itu perlu disetrika agar terlihat sempurna untuk acara promnight nanti.
Davian berjalan ke pintu kamar dan memanggil dengan suara cukup keras, "Nay! Kesini bentar!"
Tak lama kemudian, Nayra muncul di depan pintu, masih membawa lap yang tadi ia gunakan untuk membersihkan meja.
"Kenapa?" tanyanya sambil melangkah masuk ke kamar.
Davian menyerahkan jasnya kepada Nayra dengan ekspresi datar, meski suaranya terdengar sedikit memerintah.
"Setrika-in baju gue, gue pakai buat acara promnight nanti."
Nayra menerima jas itu dengan kedua tangannya, memeriksanya sejenak untuk melihat seberapa banyak kerutan yang perlu dirapikan.
"Iya," jawabnya singkat tanpa banyak bicara.
Ia kemudian berbalik menuju ruang cuci di mana setrikaan sudah disiapkan. Sepanjang perjalanan, ia merenung sebentar, mencoba menebak siapa yang akan menjadi pasangan Davian di acara tersebut. Meskipun ada sedikit rasa penasaran, Nayra memilih untuk tidak terlalu memikirkan hal itu. Setrikaannya mulai panas, dan ia dengan hati-hati meluruskan kerutan di jas itu, memastikan setiap detailnya terlihat sempurna.
Davian berjalan ke ruang cuci dan melihat Nayra sedang menyetrika jasnya dengan penuh perhatian. Ia menyandarkan tubuhnya di pintu, menyilangkan tangan di dada sambil memperhatikannya sejenak sebelum membuka suara.
"Emangnya Lo nggak siap-siap juga?" tanyanya santai.
Nayra menggeleng tanpa mengalihkan pandangan dari pekerjaannya, tangannya tetap bergerak menghaluskan kain jas yang sedang ia setrika.
"Kenapa?" Davian bertanya lagi, kali ini dengan nada lebih serius.
Nayra berhenti sejenak, menghela napas panjang sebelum menjawab. "Perutku udah agak besar, aku takut kalau temen-temen bakal tau," katanya lirih, suaranya terdengar sedikit khawatir.
Davian merasakan perasaan aneh yang sulit ia jelaskan saat mendengar jawaban itu. Ia menatap Nayra dengan ekspresi yang campur aduk antara bingung dan prihatin.
"Kalo gitu, pake gaun yang agak gedean, biar perut Lo nggak begitu keliatan," usulnya, mencoba memberikan solusi.
Namun Nayra menggeleng pelan, tetap menundukkan kepalanya. "Udah nggak apa-apa, aku di rumah aja," balasnya dengan nada yang terdengar seperti keputusan final.
KAMU SEDANG MEMBACA
Still, I Choose You [ ON GOING ]
Novela JuvenilSebuah insiden mengharuskan kedua pasangan siswa dan siswi yang masih duduk di bangku SMA untuk menikah. Nayra masih tidak menyangka jika kejadian hari itu langsung membuat kehidupannya berubah 180 derajat. Davian laki-laki asu yang membuat Nayra m...
![Still, I Choose You [ ON GOING ]](https://img.wattpad.com/cover/368981105-64-k652748.jpg)