Saat ini Lan Xichen tengah berada di desa tempat tinggal Jiang Cheng. Memang selama beberapa hari ini setelah mengetahui keberadaan Jiang Cheng, Lan Xichen kerap kali mengunjunginya dengan dalih menjenguk putra kecilnya dan juga Jiang Cheng pasca persalinan.
Meskipun awalnya Jiang Cheng menganggap keberatan dengan kedatangan Lan Xichen yang dianggapnya terlalu sering, ia tetap tidak bisa berkata tidak atas kebaikan dari tuan muda Lan tersebut. Apalagi setelah perdebatan kecil mereka sehari setelah Jiang Cheng melahirkan.
****
FLASHBACK
"Tuan muda Jiang, maaf jika aku lancang. Apakah selama ini kau menyembunyikan sub gendermu sebagai omega?" tanya Lan Xichen. Sebenarnya dari intonasi Lan Xichen, itu lebih tepatnya pernyataan daripada pertanyaan.
"Apa yang kau ucapkan? Aku tidak mengerti. Semua orang sudah mengetahui sub genderku sebagai alpha? Kenapa tiba-tiba mengatakan jika aku seorang omega. Memang aneh jika alpha melahirkan? Mungkin ini kasus langka yang belum pernah terjadi," elak Jiang Cheng.
"Tuan muda Jiang, seorang Alpha tidak diciptakan memiliki organ untuk mengandung seorang bayi. Jika memang hal itu ada, mungkin hal itu akan terjadi pada seorang alpha wanita, bukan pria. Dan aku belum pernah dengar kasus seorang alpha, entah wanita ataupun pria yang bisa mengandung dari dulu, sekarang, dan mungkin di masa depan." jelas Lan Xichen.
Jiang Cheng yang mendengar itu sudah tidak bisa lagi menyangkal perkataan Lan Xichen dan mengakui dengan enggan. "Ya. Aku adalah seorang omega. Lalu apa yang kau inginkan? Apa kau ingin mengatakan kepada semua orang jika calon pemimpin sekte Jiang selanjutnya menyembunyikan gender aslinya sebagai omega?" tanya Jiang Cheng dengar suara yang keras.
Lan Xichen yang mendengar itu sama sekali tidak merasa tersinggung dengan suara keras dari Jiang Cheng. Karena ia merasa suara keras itu hanya untuk menutupi kekhawatiran dan rasa takut yang terpancar dari kerasnya suara kebenaran dari orang yang masih memiliki tempat di hatinya itu.
"Kau salah paham Jiang Wanyin. Aku tidak pernah bermaksud untuk membongkar rahasiamu. Aku hanya ingin kau berkata yang sejujurnya tanpa berbohong. Berbohong tidak akan menyelesaikan masalah, berbohong hanya akan membuat kita terus berbuat kebohongan lainnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya," ujar Lan Xichen tenang.
"Ya. Tentu saja kau bisa mengatakan hal itu. Kau berasal dari sekte yang terkenal dengan etiketnya, kau seorang alpha yang dibanggakan oleh orang lain, kau tidak pernah di tuntut untuk menjadi sempurna oleh orang tuamu. Sedangkan aku berbeda. Sedari kecil aku sudah dibandingkan dengan Wei Wuxian. Di tuntut oleh ibuku untuk melampaui Wei Wuxian. Bahkan saat aku sakit hingga tidak bisa bangkit dari tempat tidurku aku tetap dipaksa untuk belajar." Sejenak Jiang Cheng berhenti untuk menarik napas sambil berusaha merangkai kata untuk mengingat masa kecilnya yang telah terabaikan.
"Saat aku telah berusaha sebisaku, tidak pernah mendapat ucapan selamat karena menurut mereka itulah yang seharusnya. Namun, disaat aku melakukan kesalahan, semua usahaku tidak dianggap. Hanya dianggap sebelah mata, lalu saat genderku di umumkan sebagai omega apakah kau tau bagaimana hancurnya semua mimpiku? Seorang omega selalu dianggap rendah. Apalagi jika mereka mengetahui jika penerus sekte Jiang adalah omega. Seberapa banyak mereka mengolokku?" ujar Jiang Cheng sambil menahan air mata saat masa lalu mulai berkeliaran di pikirannya.
Lan Xichen yang melihat itu tidak berniat untuk menghentikan cerita Jiang Cheng. Ia sengaja agar setidaknya Jiang Cheng bisa lebih tenang setelah ia menceritakan bebannya. Karena tidak ada yang lebih tahu dari dirinya bagaimana rasanya menanggung beban berat seorang diri tanpa bisa berbagi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Omega Yunmeng
Fiksi PenggemarMenjadikan seorang omega yang memimpin sebuah sekte memang tidak mudah. Oleh sebab itu, Jiang Wanyin atau lebih dikenal Jiang Cheng terpaksa untuk menutupi status omeganya dan memberitahu dunia bahwa ia adalah seorang alpha. Beruntung Jiang Cheng ad...
