Omega Yunmeng 21

492 85 12
                                        

"Gege, gege. Bisakah kau mengajarkan cara bermain seruling seperti terakhir kali aku sudah berlatih sendiri tapi sepertinya ada yang berbeda," ujar salah satu anak kecil kepada seorang pemuda tinggi dan tampan yang sedang memangku seorang bayi laki-laki.

"Baiklah. Gege akan mengajarkanmu. Tapi tidak sekarang. A-Yuan baru saja tertidur. Setelah ia benar-benar terlelap atau ibunya datang baru akan aku ajari," jawab pemuda itu.

Pria muda yang tampan itu yang tak lain adalah Lan Xichen.

Seringkali mengunjungi desa tersebut membuat warga desa menjadi sangat akrab dengannya apalagi sikap dan sifat Lan Xichen yang bisa membuat seseorang menjadi nyaman dan betah berada di dekatnya.

Tak lama setelah perkataan itu, datanglah ibu dari A-Yuan. "Huan-ge. Kau bisa memberikan A-Yuan padaku. Biar aku yang menidurkannya ke ranjang. Kau bisa mengajarkan Linli bermain seruling. Kalau tidak bocah itu tidak akan berhenti mengganggumu seperti terakhir kali," ujar Jiang Cheng sambil menyindir anak kecil yang bernama Linli tersebut.

Lan Xichen akhirnya menyetujui dan menyerahkan A-Yuan kepada Jiang Cheng sebelum mengajak Linli pergi ke tempat yang lebih tenang agar tidak membangunkan A-Yuan yang sedang tertidur.

Saat masuk ke dalam rumah, Jiang Cheng langsung melihat nenek Hua yang sedang duduk sambil melamun di dekat ranjang milik Jiang Cheng.

"Nenek apa yang sedang kau pikirkan? Apakah ada masalah?" tanyanya hati-hati.

Pertanyaan itu langsung membuat Nenek Hua yang tenggelam dalam lamunan langsung tersadar dan menatap Jiang Cheng sambil terkejut. "A-Yin, kau tadi bilang apa?" tanyanya gugup.

"Nenek ada apa? Kenapa melamun?" tanya Jiang Cheng kembali.

"Ah tidak Nenek hanya sedang berpikir mengenai sesuatu."

Jawaban yang kurang jelas tentu saja membuat Jiang Cheng bingung karena selama ini Nenek Hua tidak pernah menyembunyikan sesuatu darinya. Ia yakin Nenek Hua pasti sedang mengkhawatirkan sesuatu dan tidak ingin membebankan pada dirinya.

Jiang Cheng sebenarnya ingin memaksanya untuk bercerita namun ia juga tidak bisa untuk melakukannya.

"Baiklah. Tapi kalau Nenek butuh apapun atau ingin mengatakan sesuatu Nenek bisa langsung mengatakannya padaku." Akhirnya hanya itu saja yang bisa diucapkan Jiang Cheng.

Setelah itu Jiang Cheng meletakkan putranya di ranjang dan pamit keluar untuk menyiapkan makan siang.

Setelah melihat Jiang Cheng pergi, ia menatap punggung Jiang Cheng yang perlahan menghilang dan kemudian melihat bayi mungil yang sedang tertidur dan bergumam, "Apakah Hua Yin benar-benar tuan muda Jiang yang hilang?"

****

Beberapa hari sebelumnya, saat Nenek Hua pergi keluar desa untuk menjual kayu bersama beberapa orang, ia tanpa sengaja melihat beberapa penjaga yang memiliki ciri khas lonceng ungu di pinggang mereka yang menandakan jika penjaga itu berasal dari klan Jiang sedang membawa pengumuman orang hilang sambil menunjukan sebuah lukisan pemuda dengan wajah datar namun anggun.

Ya, mereka –klan Jiang– masih berusaha mencari tuan muda mereka yang sudah menghilang hampir satu tahun ini. Bahkan saat mereka tidak memiliki petunjuk mengenai keberadaan Jiang Cheng, Jiang Fengmian dan Yu Ziyuan masih terus mencari meskipun pencarian ini tidak seheboh awalnya, bahkan rumor jika Jiang Cheng sudah meninggal, mereka tetap melanjutkan pencarian tanpa menganggap rumor sampah itu.

Awalnya rombongan Nenek Hua tidak mengacuhkan pengumuman itu karena merasa tidak ada sangkut pautnya antara menghilangnya tuan muda yang terkenal angkuh tersebut dengan mereka dan memilih melanjutkan menjual kayu ke tempat langganan mereka.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Dec 20, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Omega Yunmeng Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang