VOTE DONK BJIRRR
NSBSHDNHDHDBDBDBDBBDJAKSUXGBSKHD
---
Mark menggandeng Haechan sampai ke depan rumah, Haechan cuma diam tak mau buka suara tapi menerima semua efeksi dari Mark.
Di depan mereka Jaemin menyambut kedatangan mereka dengan sigap, wajahnya tersenyum tangan nya menyilang sudah siap.
Jaemin tidak berkata apa-apa langsung mendekati Haechan. Mengambil alih Haechan sehingga berada dalam pelukan besarnya, mengabaikan Mark yang melihat itu.
Jaemin memeriksa setiap sisi anggota badan Haechan, memutar tubuh Haechan bolak balik. Memastikan semuanya aman.
"Baby kau tak apa?" Tanya Jaemin pada Haechan
"Jangan seperti itu Jaem. Mungkin Haechan masih kelelahan"
Haechan diam mendengarkan karena bingung
Jaemin berikan tatapan yang tak bersahabat.
Beberapa saat mereka bertiga hanya saling diam satu sama lain, para penjaga dan pelayanan disana pun memilih untuk tidak menegur dan hanya mencoba melihat ke arah lain.
Mark mendekat pada Haechan dan merangkulnya lagi. Haechan menatap Mark seperti bertanya 'ada apa?'
Mark meraih tangan Haechan keduanya, mereka berpegang tangan, mengabaikan sebentar kehadiran Jaemin. Jaemin hanya menatap Mark malas, Mark lupa ya kalau Haechan pulang kerumah seperti persetujuan di awal artinya sekarang ini adalah gilirannya.
"Love, maaf aku hanya ingin mengantar mu ke sini, karena malam ini aku harus sudah ada di Amsterdam, jadi aku memilih untuk berangkat sekarang, maaf jika mendadak.
Haechan, kemarin adalah momen lainnya yang paling indah yang pernah ku lakukan bersamamu. Aku bersyukur kamu tidak apa-apa.
Take care of yourself love.
Jangan begadang dan patuhi perintah papa mu yang lain ya"
Mark mengecup kening Haechan sayang.
Haechan dibuat merona olehnya.
Walau ada sedikit kesedihan dihati karena akan ditinggalkan oleh Mark, tapi Haechan tak bisa apa-apa.
Ia hanya mengangguk kemudian memejamkan mata menikmati kecupan sayang dari Mark.
Mark beralih menatap pada Jaemin dengan perasaan malas. Kadang Jaemin ini kekanak-kanakan.
"Jangan melakukannya sekarang Jaem, biarkan dia istirahat dirumah setidaknya satu hari lagi. Pastikan dia benar-benar pulih"
Jaemin mengangkat alisnya. Kemudian wajahnya berubah serius, ia mengangguk mematuhi apa kata Hyung nya satu ini.
Mark mengangguk segera berlalu pergi, memberikan momen kontak mata terakhir pada Haechan sebelum mereka berpisah.
"Bye love"
"Bye papa"
Haechan menatap siluet Mark yang perlahan menghilang dibalik pintu. Kemudian beralih menatap Jaemin yang sudah menatap dari awal.
"Papa!!"
Jaemin dengan tak sabaran langsung memeluk Haechan dengan erat, Haechan awal ingin melawan, tapi kemudian pasrah, karena ia juga merindukan papanya.
"Aku sangat merindukan mu baby"
"Hmm"
"Papa?"
Jaemin malah berpindah menggigit pipi Haechan gemas, dan menjilatinya serta menghisap hisap nya.
"PAPAAA"
Kalau boleh jujur hanya dengan Jaemin lah Haechan bisa sesantai ini, meski begitu rasanya kurang nyaman, karena terasa basah.
KAMU SEDANG MEMBACA
MengHarem
Non-Fiction- isi book nya cuma naena doang! - Haechan uke Haechan x All Haechan Harem -Jangan salah lapak -🔞 -MURNI IDE DARI SAYA SENDIRI- -slow update - males revisi
