happy reading...
sudah sampai sejauh ini aku mengenalnya, dia mempunyai branding yang lumayan low profile di salah satu social medianya
jadi ingin mencari tau tentang dia lewat social media rupanya sedikit agak susah
ingin menghindar jauh dan selama apapun, waktu tetap terus berjalan
hari demi hari tetap terlewati, mau tak mau acara yang sangat aku hindari tetap terlaksana
akhirnya tiba waktunya dimana banyak orang nantikan kecuali aku, salah satu acara tahunan sekolah pun terlaksana
banyak siswa/i menantikan hari besar ini terjadi, selain banyak siswa yang mengikuti lomba untuk mengasah kemampuannya
hari ini juga dinantikan oleh yang tidak mengikuti lomba karna tidak ada kelas untuk belajar
jadi mereka bebas untuk hadir ke sekolah atau tidak, tapi seiring berjalannya waktu dari tahun ke tahun
ada peraturan yang ditetapkan yaitu absen tetap berjalan walaupun tidak ada kelas belajar
jadi mau tak mau para siswa tetap datang ke sekolah hanya untuk mengisi absen
dan harusnya dihari pertama ini aku tidak mempunyai kepentingan apapun ke sekolah kecuali mengisi absen
tapi sekarang berubah karna mempunyai kepentingan yaitu menonton api yang akan mengikuti lomba dihari ini
ketika acara dimulai biasa dibuka dengan penampilan yang diberikan oleh tim paduan suara serta lainnya yang sudah disiapkan dari jauh-jauh hari
tak lupa do'a bersama dan pembukaan yang dibawakan oleh para guru serta ketua panitia acara
setelah pembukaan selesai semua peserta juga panitia dari masing-masing lomba menempati ruangan yang akan mereka gunakan untuk melaksanakan kegiatannya
dan dihari ini ada satu lomba yang dilaksanakan didepan gedung serba guna ini
aku kadang berpikir dari mana mereka mendapat keberanian sebesar itu untuk diliat puluhan pasang mata dan dengan lancarnya menunjukkan bakat mereka didepan banyak orang
banyak orang mungkin sudah terbiasa dengan kegiatan yang selalu diperhatikan oleh banyak pasang mata jadi bagi mereka itu biasa saja
tapi bagiku itu suatu hal yang paling menakutkan, menjadi pusat perhatian semua orang dan harus memberikan penampilan semaksimal mungkin
flashback on
ada satu waktu dimana aku harus tampil membacakan pidato didepan banyak orang ketika aku berada dikelas delapan kala itu
satu angkatanku lebih tepatnya bukan hanya aku, teks pidato sudah disiapkan dari jauh-jauh hari mungkin sekitar kurang lebih satu bulan sebelum acara dilaksanakan
awalnya ketika menerima teks aku kaget karna teks yang diberikan padaku cukup panjang dari punya nida kala itu yang satu kelas denganku
tapi mau tak mau aku harus bisa menghafalnya agar nanti ketika didepan byk orang tidak memalukan karna tidak hafal teks pidatonya
aku juga sempat ditunjuk untuk mengikuti paduan suara oleh guru yang membimbing saat itu katanya suaraku sangat powerfull dan cocok untuk mengikuti paduan suara
tapi setelah dua kali pertemuan untuk latihan, aku memutuskan untuk mundur dari grup paduan suara karna merasa waktuku habis untuk latihan dan waktu untuk menghafal teks pidato sangat kurang banyak
untungnya saat itu aku sadar bahwa kemampuan menghafalku sangat buruk dan aku harus merelakan kegiatan yang sebenarnya aku juga ingin mengikutinya
total keseluruhan acara berkisaran sekitar tiga hari dan siswa/i bebas memilih ingin tampil dihari apa
aku memutuskan memilih dihari terakhir dan aku mendapat diwaktu pagi hari sekitar jam 10 kurang lebih
nida memilih dihari pertama bersama teman teman satu lingkungan rumahnya
ketika hari itu tiba dan aku berada di back stage untuk menunggu giliranku maju kedepan, aku mungkin terlihat sangat santai sambil memainkan smartphone ku kala itu
berbeda dari yang lain ketika yang lain berusaha mengulang ulang teks agar nanti lancar saat maju kedepan aku memilih memainkan handphone agar menghilangkan rasa gugup yang menyerangku kala itu
ketika tinggal tersisa satu orang lagi sebelum aku maju, aku baru membuka teks milikku kembali dan membacanya berulang kali
dan alhasil ketika giliranku maju dari awal pembukaan teks yang aku hafal dan yang aku baca saat dididepan sudah sangat berbeda
ini masi batas aman karna itu baru pembukaan ketika membaca isi paragraf satu dan dua terbilang lancar dan ketika memasuki paragraf terakhir aku mulai merasa lebih gugup dan aku lupa apa yang akan aku bacakan selanjutnya
sempat terdiam beberapa saat dan dengan didampingi mamaku yang berada disampingku sudah ada dsna sejak aku selesai membaca paragraf kedua sambil merapalkan beberapa doa agar aku bisa lanjut membacakan teksnya
tapi aku memilih mengakhiri semuanya dan membaca penutup serta salam setelahnya, dari pada sampai satu jam para orang yang melihatku diam karna lupa teks lebih baik aku akhiri dan turun dari sana
itu merupakan pengalaman yang sangat menyeramkan bagiku tampil didepan begitu banyak orang yang sepasang matanya tertuju padaku ditambah aku harus menghafal teks pidato begitu panjang dibanding temanku
setelah saat itu aku selalu merapalkan doa agar ini yang terakhir untuk aku membacakan hafalan yang sudah aku hafal didepan banyak orang
tapi berbeda ketika aku mengikuti lomba per grup didepan aula juga, walaupun aku duduk paling depan bersama satu temanku dan teman yang lainnya berada di belakangku
sebenarnya aku pun gugup hanya saja aku berusaha tenang dan karna bukan aku sendiri saja, aku berada didepan bersama teman temanku dan ya itu keberhasilan keduaku mendapatkan juara untuk tampil didepan banyak orang
keberhasilan pertamaku yaitu ketika aku berada ditaman kanak' saat kelulusan dari sana dan aku juga menghafal teks yg lebih panjang dari teman temanku tapi bedanya saat itu aku berhasil menghafal dengan lancar semua teks dan mendapatkan juara satu
maka dari itu ketika sekarang banyak melihat orang dengan percaya dirinya tampil didepan banyak orang, aku kagum karna mereka mempunyai keberanian sebanyak itu untuk berbicara didepan banyak pasang mata yang sedang tertuju kepadanya
memang benar guru terbaik dalam hidup adalah pengalaman, tapi tidak semua pengalaman perlu diingat dan dijadikan patokan untuk keberhasilan selanjutnya
-va
next>>>
KAMU SEDANG MEMBACA
About You
General Fictioncerita kita selayaknya epilog tanpa prolog this is the beginning of the story about you begins dan cerita yang ku anggap mustahil dilupakan, ternyata bisa kamu hilangkan
