35

11 2 0
                                        

happy reading...

setelah beberapa waktu berlalu dengan ketertarikan yang masi tetap berjalan pada tempatnya

akhirnya aku memutuskan membuat nama panggilan untuk dia

supaya aku dan teman-teman ku leluasa menyebut nama panggilannya ketika sedang diluar kelas

sebut saja dia api, bukan tanpa alasan aku menyebutnya dengan itu, karna itu diambil dari sebagian namanya

mungkin ketika orang dengar kita menyebut api yang pertama kali terlintas di pikiran mereka adalah bahan yang menghasilkan panas dan cahaya

seperti api pada umumnya yang kita tau, tapi api kali ini beda karna ini aku pakai untuk menyamarkan namanya agar tidak mudah dikenali orang lain selain aku dan teman-teman ku

tapi setelah dipikir-pikir selain dia berbeda dari yang sebelum-sebelumnya, dia juga nampak mempunyai sifat yang berbeda dengan orang-orang yang pernah aku kagumi sebelumnya

jika sebelumnya aku menyukai seseorang yang homoris tapi kali ini sebaliknya, dan dari sini aku menyadari bahwa sepertinya aku tertarik dengan tantangan

tanpa disadari juga sepertinya aku sudah agak lama memusatkan pikiran dan perasaan ku untuk yang satu ini

dan sudah bisa mengalihkan luka ku dengan menjadikan rasa ku ini sebuah pusat yang harus aku lihat

tapi aku harap rasa ini bukan semata-mata untuk bahan pengalihan diri dari luka ku seperti sebelumnya

yakin bisa mengagumi seseorang yang humoris dengan harapan bisa melupakan si first experience ini

tapi nyatanya rasa itu hanya mampir sejenak yang bisa menutupi luka dan kembali pergi dengan membiarkan luka itu kembali terbuka

lukanya memang tidak bertambah tapi itu masi jelas nyata dan masi ada

dan dari situ aku memilih berdamai dengan luka tersebut menikmati sakitnya sampai aku terbiasa dengan bagaimana rasanya

memang tidak mudah, sebisa mungkin aku lewati tanpa melibatkan orang baru karna nyatanya ketika mencoba melibatkan orang baru yang didapat hanya semakin terasa bahwa ada luka lama yang belum diselesaikan

dan disinilah aku sekarang, ada sedikit rasa ragu dan takut menerima ketertarikan kepada orang baru lagi

takut jika luka lama itu akan terbuka ketika rasa ini sedikit mereda, melihat dan merasakan luka lama walau hanya sejenak

rasanya tidak ingin menemui luka itu lagi tidak ingin melihat bahkan mengingatnya sekalipun

tapi kali ini aku akan berusaha agar tidak melihat dan mengingat apa yg sudah lama terlewatkan

aku banyak meyakinkan diriku bahwa rasaku saat ini adalah sebuah kunci agar aku bisa keluar dari sudut ruangan ini dan masuk ke ruangan yang baru

banyak harapan yang aku simpan pada rasaku saat ini, bukan hanya untuk melupakan luka lama itu tapi juga untuk menemukan ketenangan yang sudah lama tidak aku rasakan

ketenangan yang bisa diberikan seseorang, bahkan dengan cara hanya mengingat nya saja

bukan karna tidak ingin mencoba dengan orang baru, hanya saja tidak ingin ada bayangan masalalu ketika mempunyai hubungan baru
-va

next>>>

About You Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang