42

7 1 0
                                        

happy reading...







informasi yang aku dapat dari yuki kemarin

bahwa api adalah salah satu panitia lomba yang ingin aku ikuti, aku jadikan alasan untuk aku berkomunikasi dengannya

aku mengirim text lewat salah satu media social ku dan menanyakan kepadanya

"mau tanya yang jadi panitia lomba cerdas cermat siapa ya?"
tanyaku setelah memberi sedikit basa basi sebelumnya

tak lama dia pun membalasnya
"saya sendiri, kenapa emangnya?"

ya setelah itu aku bertanya-tanya bagaimana prosedur acara serta waktu yang ditentukan untuk menjawab pertanyaan yang diberikan dan lain sebagainya

padahal itu hanya sebuah bentuk basa basi, karna sebenarnya aku sudah tau itu semua dari yuki

karna memang mungkin hanya itu alasan agar aku bisa mengirim text kepada api dan mungkin tidak terlalu terlihat modus

padahal hanya beberapa text saja yang kami tukar hari itu, tapi rasanya seperti aku sedikit bisa mengenal nya secara langsung

dari gaya bahasa lewat text yang dia kirimkan kepadaku, aku jadi sedikit bisa menilai bagaimana cara bicaranya

karna sedikit yang aku tau bagaimana dia bicara, dan karna biasanya aku hanya melihatnya berinteraksi dengan temannya dari kejauhan tanpa mendengar pembicaraan yang sedang mereka bicarakan

aku senang dengan hanya melihat dia berinteraksi dengan sesama temannya, sedikit saling melempar senyuman itu membuatku betah untuk lama lama memperhatikannya

lewat sorot matanya yang tajam itu terkadang berhasil membuatku merasa terintimidasi, ketika ketahuan bahwa aku sedang memperhatikannya

tapi itu jarang terjadi karna ketika aku lihat dia sudah merasa diperhatikan, dengan cepat aku mengalihkan pandanganku ke arah lain

sebisa mungkin aku menghindarinya agar tidak bertemu dengan sorot tajam yang berasal dari matanya

apalagi ketika berjalan dan bertugas, sorot tajam itu selalu tercetak jelas dimatanya

mungkin bisa saja, tapi bagi sebagian orang itu terlihat menyeramkan, karna seperti ingin menuntut sesuatu

tapi tidak bisa berbohong bahwa ketika aku melihatnya sedang fokus memperhatikan sesuatu, sorot mata itu berubah menjadi tenang

ditambah dengan sedikit senyuman tipis tanda dia mengerti dengan apa yang sedang dia perhatikan

itu adalah pemandangan yang sangat aku sukai untuk saat ini

satu lagi saat dia berinteraksi dengan guru kami disekolah seketika sorot tajam itu memadam menjadi sorot yang paling tenang diiringi dengan senyumnya

itu membuat dia terkesan sopan didepan guru kami ketika sedang berbicara

setelah beberapa saat aku selalu memperhatikannya, aku bisa menilai dia seseorang yang sangat mudah merubah ekspresi nya

aku jadi lebih tau tentangmu, tanpa aku sadari aku jadi semakin jauh melangkah ke arah mu

tapi aku senang akan hal itu, ini semua bisa melepas ku dari luka yang perlahan hilang sedikit demi sedikit


menjaga tak selalu saling genggam
terkadang,
cukup dengan memastikan dari kejauhan bahwa dia baik baik saja

next>>>

About You Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang