32

13 1 0
                                        

happy reading...



tanpa disadari hadirnya kamu adalah bagian yang sangat menyenangkan disaat semua terasa abu abu
-va

hari demi hari berlalu kini aku sudah beranjak ke kelas terakhir di masa aku sekolah

peraturan baru ditetapkan kembali, sialnya mengapa disaat kami berada ditahun terakhir kami sekolah?

lagi dan lagi hal ini terulang kembali dimana setiap kami berada di akhir masa sekolah peraturan baru harus dilaksanakan pada saat itu

mengapa tidak tahun lalu atau tunggu kami selesai?, peraturan yang dimana siswa dan siswi tidak berada disatu kelas yg sama

sederhananya murid perempuan dan laki laki dipisahkan, awalnya aku pikir hanya kelasnya saja tetapi itu salah sampai gedung pun bersebrangan

seperti lirik lagu yg sedang trend "kamu disana dan aku diseberang mu...", ( haha korban mangu)

memang terdengar sangat aneh jika dipikirkan, tapi ini nyata dan aku mengalaminya pada saat itu

awalnya memang terasa aneh dimana satu ruang kelas yang isinya hanya perempuan

dan tidak pernah terbayangkan jika hanya berinteraksi dengan perempuan apakah akan ada ujungnya atau bahkan bagaimana berisiknya suara suara perempuan yang kebanyakan tidak ingin kalah

dan ditahun terakhir ini aku kembali satu kelas dengan nida tapi tidak dengan nea

kami berdua memilih duduk dibarisan pojok meja kedua dari depan, ya berharap tulisan yang ada di papan tulis  nantinya bisa terlihat oleh kami, walaupun nihil dan kami masih meminjam buku kepada bangku didepan ataupun belakang kami

hari demi hari dilewati, sampai dmna pemilihan ketua serta wakil ketua osis baru dilaksanakan, anggota osis angkatan kami membantu membagikan kertas pemilihan yang berisi beberapa calon kandidat yang akan menjadi ketua serta wakil ketua osis baru

setiap siswa dan siswi berkesempatan memilih pilihan mereka masing-masing, urusan visi dan misi setiap kandidat itu diserahkan langsung kepada pembina osis yakni salah satu guru kami disekolah

tahun ini terdapat tiga calon kandidat, aku memilih salah satu diantara mereka yang menurutku terlihat bisa dipercaya menjadi ketua dan wakil yang baik untuk para anggotanya

terlepas dari semua itu ternyata satu kelas dengan yang isinya perempuan semua bisa aku terima walaupun kadang masih terasa ada yang berbeda dan kurang sesuatu

aku yang awalnya tidak terlalu mempunyai banyak teman laki laki sekarang jadi semakin canggung jika harus berinteraksi dengan teman laki laki disekolah

karna semakin lama semakin terbiasa dengan lingkungan yang isinya hanya perempuan, ketika berinteraksi dengan teman laki laki rasanya canggung dan... aneh

karna ketika dikelas seperti hanya  memiliki sedikit privasi, seperti ketika ingin tidur dikelas ya bisa tinggal tidur tanpa takut terlihat bagaimana wujud asli kami ketika tidur oleh lawan jenis

dikelas sebelumnya ketika aku ingin tidur ya pasti sibuk menutupi muka dengan buku ataupun tas, tapi sekarang tidak dan ketika ingin membenahi hijab pun tidak takut ataupun malu karna memang yang melihat hanya sesama perempuan

bukan tentang seberapa lama kita mengenal
tapi tentang seberapa jauh kita saling memahami
-va

next>>>

About You Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang