happy reading...
hari hari berlalu sembari aku memikirkan apa alasan kuat dan tanpa menjelaskan kebenarannya bahwa aku tidak mau mengikuti lomba itu
berusaha agar tetap tenang tanpa mengambil tindakan supaya tidak terlalu terlihat menonjol olehnya
cukup diam dan memperhatikannya dari jauh, juga mendengar sedikit demi sedikit langkahnya untuk maju
aku lebih suka seperti ini, walau kadang sesekali kepala terlalu chaos karna terlalu banyak kemungkinan yang aku ciptakan sendiri
tapi untungnya kemungkinan yang membuatku menaruh ekspektasi terlalu tinggi tentangnya, sesekali kalah dengan ego dan opini dari nea
itu yang membuatku masih menahan diri untuk tetap diam dan tenang sambil memperhatikannya dari kejauhan
ada dimana partnerku yang dipilih satu tim denganku untuk lomba itu
sedang bercerita kepada temannya dan memuji salah satu anggota osis yang ciri ciri nya seperti api
awalnya aku masih berpikir mungkin anggota lain yang ciri cirinya mirip api, karna mungkin setiap orang mempunyai penilaian beda terhadap orang lain
tapi ketika aku sedang diluar kelas dan partner ku juga temannya sedang menunjuk satu orang yang sedang berjalan naik ke atas lewat tangga samping kelas kami
sambil berbicara "itu loh anggota osis yang saya bilang waktu itu"
dengan refleks aku mengikuti arah pandang mereka dan benar seperti dugaan ku yang mereka maksud sebelumnya adalah api
aku langsung teringat kata-kata mereka yang bercerita sambil memuji muji api
aku merasa agak sedikit kesal karna itu, maksud mereka apa memuji muji api seperti itu?
ya aku tau dia memang banyak dipuji orang seperti itu, tapi ini bedanya mereka memujinya didepanku
seperti ingin berbicara dengan gamblang "ga boleh gtu woii dia punya gue", tapi kenyataan nya tidak begitu
apa kataku barusan? "punya gue?" , what sadar ca hei kamu ga punya hak buat bilang itu ke mereka
kepala ku seperti otomatis menolak pujian pujian yang orang lontarkan kepada api
kesal tapi tidak bisa berbuat apa-apa, tidak mungkin juga aku memberi tau semua orang bahwa mereka tidak boleh memberi pujian kepada api di depanku
siapa aku? sampai berani berpikir bahwa orang-orang harus mengikuti apa mau ku
belum lagi ketika api lewat dan aku tidak sengaja melihat pandangan orang-orang yang memberi pandangan kagum kepada api
hei hei everyone coba tahan sebentar pandangan kalian sampai aku hilang dari tempat itu
dalam hati sudah ingin sekali menjabaknya tapi apalah dayaku, bukan tidak mampu untuk melakukannya tapi atas dasar apa aku melakukannya
tidak ada hak tapi tidak ingin melihat api dipuji oleh orang lain juga
apa ini mengapa aku jadi merasa kesal ketika melihat itu semua?
tanpa kamu sadari aku selalu memperhatikanmu dari kejauhan, mengiringi setiap langkahmu yang perlahan maju sedikit demi sedikit
-va
next>>>
KAMU SEDANG MEMBACA
About You
Ficción Generalcerita kita selayaknya epilog tanpa prolog this is the beginning of the story about you begins dan cerita yang ku anggap mustahil dilupakan, ternyata bisa kamu hilangkan
