23. N

464 21 4
                                        

Rumah yang unik, tidak begitu besar dan tidak tingkat. Warna rumahnya sangat lucu perpaduan cream dan pink muda.

Perlahan lelaki itu membuka pintunya. Mata Yira, seketika bersinar dengan mulut yang sedikit ikut terbuka akibat melihat dalam rumah tersebut.

"I-ini"

Nabil, tersenyum lalu mengajak gadis itu masuk dan menutup pintunya. Yira, menatap kagum isi rumah tersebut ada banyak alat musik disana dan semua itu adalah favorit nya.

"Lo yang nyiapin ini semua?" Nabil, mengangguk sebagai jawaban.

"Wow"

disana ada gitar, biola, drum dan piano. Bagaimana tidak senang kalo semua itu adalah alat musik kesukaannya.

Yira, melangkah kan kakinya menuju alat musik itu satu persatu dengan tangan yang meraba dan tatapan terharu. Dia sudah sangat lama tidak memainkan alat musik karna...

"Thank you, Nabil" Ucap Yira, begitu tulus.

"Selalu, Ra" Jawabnya tak kalah tulus.

Ternyata benar ya, suatu hari semua manusia akan dirayakan dengan versi mereka sendiri.

"Gue boleh main-in ini kan?"

"Ini semua punya kamu"

Mendengar jawaban itu membuat Yira semakin bahagia. Gadis itu berlari kecil menuju piano, alat musik paling favorit.

Jari-jari cantiknya mulai aktif, melantunkan sebuah lagu about you. Tak hanya jari-jari nya yang aktif ternyata isi pikirannya juga sangat aktif gadis itu menatap lelaki yang tak jauh darinya berdiri dengan senyum yang begitu indah.

Saat pertama kali aku bertemu dengannya ada rasa kesal dalam hati ini. Rasa yang selalu ingin marah ketika menatapnya tapi, hari ini hari yang ga pernah gua duga dimana gua menatapnya dengan sebuah perasaan yang sangat aneh rasa yang selalu ingin didekatnya, selalu ingin menatapnya, perasaan yang pengen banget gua sampein tapi gua ga tau gimana cara nyampeinnya sedangkan sekarang setiap gua menatapnya, bicara dengannya selalu gugup...

Hari ini... Gua jatuh cinta.

Yira, mengedipkan matanya akibat sebuah tepuk tangan dari lelaki itu. Nabil, berjalan ke arahnya dengan senyuman bangga.

"Kamu keren banget"

"Ma- makasih" Jawabnya gugup "ouh ya, kamu mau aku ajarin?" Tawarnya.

Hei... Sepertinya gadis itu sedang tidak sadar ketika mengucap kata 'aku-kamu'

"ah lama, sini aku ajarin!" Lanjutnya dan menyuruh lelaki itu untuk duduk didepan piano.

"Nih, kaya gini caranya" Tangan mungil itu mulai memegang sebuah tangan yang lebih besar darinya.

Jari-jari kecilnya menuntun jari lelaki yang berada di bawahnya untuk mulai memainkan pianonya. Lagu about you kembali terdengar tapi, sepertinya hanya Yira yang fokus mengajari lelaki itu sebab Nabil, ternyata sibuk menatap wajah gadisnya yang berada di sampingnya, sangat dekat.

Merasa ada yang aneh Yira mengerutkan keningnya, kepalanya perlahan menengok kesamping dimana mata mereka jadi saling bertemu.

Jantungnya berdetak lebih kencang itu lah yang mereka rasakan. Dengan posisi yang lumayan dekat, matanya saling menatap satu sama lain.

Nyatanya tak ada nyali untuk
Ungkapkan
I wanna love you like the hurricane
I wanna love you like the mountain rain
So wild, so pure
So strong, and crazy for you
        - Rahasia Hati (Nidji)

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 29, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Dia NabilTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang