At London, UK ,
Aku begitu terkejut, sekian lamanya aku tidak bertemu dengannya dan tidak tahu sama sekali kabarnya.
"Oh Rai Na?! Kenapa kau ada disini?"
"Aku bekerja disini, kau sendiri sedang apa disini?" Tapi, apa benar orang itu adalah orang yang ku maksud. Orang itu adalah orang yang bisa membuatku menyukainya dan sulit melupakannya. Orang itu pernah aku beri Macaron Stroberi saat ulang tahunnya. Ia adalah teman SMAku dan juga sepupu Ray yang kini bekerja sebagai Pelatih Sepak Bola di Korea. Kau ingat? Dia...
Henry Lau.
Sudah bertahun-tahun aku kehilangan kontaknya dan bodohnya aku, kenapa aku tidak meminta kontaknya dari Ray? Aish!
"Aku juga bekerja disini Raina" katanya dengan wajah pasrah. Ya? Dia bekerja sebagai badut di toko susu kah?
"Bekerja?"
"Iya, mungkin kau berfikir kalau aku bekerja sebagai badut sapi di toko susu ini" katanya. Bagaimana ia tahu apa yang kupikirkan. "Sebenarnya, aku hanya melanjutkan usaha Susu dan Yougurt milik ayahku di Hong Kong"
"Lalu kenapa bisa sampai London?" Tanyaku.
"Aku yang membukanya, aku juga membuka usaha susu ini di Toronto, Kanada"
"Kau hebat Henry"
"Hebat apa? Aku menjadi seperti ini karena aku tidak kuliah"
"Ti-tidak kuliah?"
"Ya~ saat SMA aku mendapatkan nilai ujian kelulusan yang sangat buruk tapi tidak yang terburuk. Aku berfikir kalau aku tidak bisa masuk ke perguruan tinggi"
"Jadi, kau melakukan ini semua?" Tanyaku. Ia membalasku dengan anggukan. "Hmm.. ngomong-ngomong bagaimana kau masih menganalku?"
"Wajahmu masih seperti dulu" katanya. Mendengar kata 'seperti dulu' aku teringat oleh sesuatu.
"Oh benarkah?" Tanyaku.
"Ya~ bagaimana kalau kita mengobrol kita cafe itu" katanya sambil menunjuk sebuah cafe yang ada di sebrang toko susu dan yoghurt ini.
"Baiklah"
"Kau tunggu disini, aku akan mengganti pakaianku dulu" katanya. Ia langsung meninggalkanku untuk mengangganti pakaiannya. Aku pun menunggunya.
***
At Cafe,
Aku dan dia sudah duduk di kursi dan memesan minuman. "Aku pesan Choco Frappe" pesanku.
"Aku Greentea Frappe" pesannya. Pelayan itu langsung pergi untuk membawakan minuman kami.
"Kau masih menyukai Greentea?"
"Tentu saja"
"Seleramu masih sama seperti dulu ternyata" ucapku.
"Ngomong-ngomong kau kuliah dimana Raina?"
"University of Swiztherland, Bern, Swiss"
"Jurusan apa yang kau ambil?"
"Kedokteran & kesehatan" ucapku. Aku seketika teringat rencana lamaku. "Aku ingin membuat Henry malu di masa depanku" batinku. Masa depan yang kukatakan adalah sekarang. Henry harus tahu kalau aku sudah menjadi orang yang kuinginkan semasi kecil dan... ia harus tahu kesalahan yang ia perbuat kepadaku beberapa tahun yang lalu. Mengingatnya saja sudah membuat dadaku sakit.
"Ini minuman kalian" seoranh pelayan membuat pembicaraan kami terpotong. "Terimakasih~" kataku dan Henry serempak. Kami pun membayarnya. Perbincangan kami pun mulai kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'll See You Soon
FanfictionAda sebuah kalimat yang diucapkan oleh ibuku dan kalimat itu tidak pernah lepas dari otakku. Sejak aku masih duduk di bangku sekolah, aku sudah memiliki rencana besar. Aku bercita-cita sebagai seorang dokter, aku ingin sukses, membanggakan keluargak...
