Hujan

11 8 2
                                        

Sam tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Calla yang tersenyum di kaca spion. Senyum itu membuat mata Calla mengecil dan wajahnya terlihat lebih cerah. Sam merasa hatinya berdebar-debar, tidak bisa menjelaskan apa yang dirasakannya. Dia hanya tahu bahwa dia sangat terpesona dengan senyum Calla.

Tiba-tiba, Calla memanggil Sam, "Sam, ayo pulang!" Sam tersadar dan langsung menjalankan motornya, berusaha untuk tidak memperlihatkan perasaannya.

"Ya, ayo!" jawab Sam sambil tersenyum tipis. Saat motor mulai berjalan, Sam melirik Calla yang duduk di belakangnya, berharap bisa melihat senyum itu lagi.

Tetesan air hujan yang jatuh di wajah Calla membuatnya terlihat sangat damai. Senyum lembut menghiasi bibirnya saat ia menikmati sensasi basah di kulitnya.

Sam yang mengendarai motornya memperhatikan Calla melalui kaca spion, tersenyum melihat ekspresi tenang dan bahagia di wajahnya. Suara hujan yang berjatuhan di sekitar mereka menciptakan suasana yang sangat santai dan menenangkan.

"Mau berhenti dulu?" Calla tersenyum dan mengangguk. "Ayo! Gue juga suka main hujan kok," kata Sam sambil menatap jalan di depannya.

Calla dan Sam menari di bawah hujan, bermain air dan tertawa bersama. Mereka berdua terlihat sangat bahagia dan bebas, tanpa beban.

Calla berlari mengelilingi Sam, tertawa dan berteriak gembira. Sam mengejarnya, bermain air dan menyiramkan air ke arah Calla. Mereka berdua terus tertawa dan bermain, menikmati kebebasan dan kegembiraan bersama di bawah hujan. Suara tawa dan air hujan memenuhi udara, menciptakan momen yang sangat indah dan tak terlupakan.

Calla merasa jantungnya berdebar-debar saat Sam menatapnya tanpa ekspresi. Ia mencoba untuk tidak terlalu memperlihatkan perasaannya. Pandangan Sam membuatnya merasa seperti sedang dianalisis.

Hujan terus berderai, menciptakan suasana yang semakin romantis. Calla merasa seperti waktu berhenti sejenak, dan yang ada hanya dia dan Sam. Sampai akhirnya, Sam memecahkan keheningan dengan mencubit pipi Calla, membuat Calla tersadar dan tersenyum lebar.

"Hey, udah liatinnya?" Calla memukul dada Sam sambil menggelengkan kepala. "Apaan! Geer banget!" Sam tertawa dan mengangkat tangan untuk melindungi dirinya dari pukulan Calla.

Sam melihat Calla yang semakin menggigil kedinginan, lalu memutuskan untuk membawa Calla ke rumahnya. "Gue rasa kita harus cari tempat yang hangat. Rumah gue gak terlalu jauh dari sini, gue bakal bawa lo ke sana. Gapapa kan?" tanya Sam, sambil memandang Calla dengan khawatir.

Calla hanya mengangguk, tidak bisa menolak tawaran Sam. Sam kemudian membantu Calla naik ke motornya, lalu membungkusnya dengan jaket yang ia miliki untuk menghangatkan tubuh Calla.

Mereka kemudian berangkat, dengan Calla yang kini merasa lebih hangat dan nyaman dengan jaket Sam. Suara mesin motor dan deru angin kembali memenuhi udara, tapi kali ini, Calla merasa lebih dekat dengan Sam.

Setelah beberapa menit, mereka tiba di rumah Sam yang terletak di pinggiran kota. Rumah itu terlihat mewah dan nyaman, dengan taman di depannya. Sam mematikan mesin motornya dan membantu Calla turun.

"Lo masuk dulu, biar gue buatin lo teh hangat," kata Sam sambil membuka pintu rumahnya.

Calla mengangguk dan mengikuti Sam masuk ke dalam rumah. Di dalam, rumah Sam terlihat rapi dan nyaman, dengan perabotan yang mewah dan elegan. Sam kemudian menuju ke dapur untuk membuat teh hangat, sementara Calla duduk di sofa dan menikmati suasana rumah Sam.

"Di rumah sebesar ini, lo tinggal sendirian?" tanya Calla dengan sedikit penasaran, matanya mengamati rumah besar yang tampak sepi itu.

"Gue tinggal sama bokap, nyokap gue meninggal waktu tiga tahun lalu," kata Sam sambil berjalan menuju ruang tamu dengan teh hangat di tangannya.

Calla terlihat terkejut dan merasa bersalah, "Oh, maaf ya," katanya sambil menunduk.

Sam tersenyum lembut dan menggelengkan kepala, "Gapapa, udah lama kok."

"Bokap gue juga sementara tinggal di luar negeri, ada urusan kerjaan, selain sama Bi ida atau Pak Jo, ya gue sendiri di rumah ini," lanjut Sam sambil menyerahkan teh hangat kepada Calla.

Calla menerima teh itu dan tersenyum, "Oh, jadi lo tinggal sama mereka?" tanya Calla sambil meniup teh hangatnya.

Sam mengangguk, "Iya, gue udah terbiasa kok," kata Sam sambil tersenyum.

"Terus Bi ida sama Pak Jo kemana?"

"Di liburin sama bokap gue." Kata Sam tertawa. "Pasti biar lo bisa belajar mandiri." Sam mengangguk, "Iya, bokap gue juga maunya gitu, tapi gue kan males banget kalau setiap hari harus ngurus semuanya sendiri," Calla tertawa dan mengangguk paham.

✮ ✮ ✮

Ascella StarsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang