Ruangan musik

11 8 2
                                        

Calla berjalan menuju ruangan musik untuk berlatih piano. Ia membawa partitur lagu favoritnya dan merasa sangat bersemangat. Saat ia berjalan, ia memikirkan tentang latihan hari ini dan bagaimana ia bisa meningkatkan kemampuannya.

Saat tiba di ruangan musik, Calla melihat Sam sedang duduk di sofa, memainkan gitar akustik. Calla terkejut dan berhenti sejenak, "Lo ngapain?" Sam menoleh ke atas dan tersenyum, "Gue juga pengen latihan, gue main gitar."

Calla mengangguk, "Oh, oke. Gue gak tahu lo bisa main gitar." Sam tersenyum, "Gue bisa banyak hal, Calla." Calla merasa sedikit terkesan dan memutuskan untuk berlatih piano seperti biasa. Ia duduk di depan piano dan mulai memainkan lagu favoritnya.

Sam terus memainkan gitarnya, dan Calla bisa merasakan harmoni antara piano dan gitar yang sangat indah. Mereka berdua berlatih bersama, menciptakan musik yang indah dan santai. Calla merasa sangat nyaman dan menikmati waktu bersama Sam.

Tiba-tiba, guru seni musik, Bu Sri muncul di pintu ruangan musik, "Wow keren!" Calla dan Sam berhenti bermain musik dan memandang Bu Sri. "Chemistry kalian luar biasa!" lanjut Bu Sri sambil tersenyum.

"Apa kalian bersedia tampil di acara sekolah nanti?" Calla dan Sam saling memandang, "Kenapa enggak?" kata Sam.

Calla dan teman-temannya saling memandang dengan gembira, kecuali Langit yang masih terlihat sedih. "Saya tidak sabar untuk melihat penampilan kalian semua," lanjut Bu Sri.

"Tapi, kita harus mulai berlatih dengan serius agar semuanya berjalan lancar." Sam mengangguk, "Saya siap, Bu. Saya akan berlatih setiap hari." Calla menambahkan, "Saya juga, Bu. Saya akan pastikan vokalnya sempurna." yang lain pun mengangguk setuju.

Bu Sri tersenyum, "Bagus sekali. Dan Langit, kamu juga harus siap tampil solo, ya?" Langit mengangguk kecil, tapi masih terlihat tidak terlalu bersemangat.

Calla memperhatikan Langit yang masih terlihat sedih dan menyadari bahwa mungkin Langit merasa cemburu dengan Sam.

Sementara itu, Bu Sri melanjutkan pembicaraannya tentang rencana acara sekolah. "Baiklah, anak-anak. Saya pikir kita sudah memiliki rencana yang bagus. Nanti kita lanjutkan berlatih dengan serius agar penampilan kita nanti sempurna." Calla dan teman-temannya mengangguk setuju, sementara Langit hanya diam dan memandang ke arah lain.

✮ ✮

Siswa-siswa di kelas sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing selama jam kosong. Beberapa dari mereka sedang mengobrol dengan teman-teman, yang lain sedang membaca buku atau memainkan ponsel. Calla duduk di bangku kelas sambil menikmati susu kotak favoritnya. Dia menutup mata dan membiarkan rasa manis susu di lidahnya.

Tiba-tiba, Sam yang duduk di sebelahnya memperhatikan dan tertawa. "Haha, Calla, lo kayak anak kecil aja!" kata Sam sambil tertawa. Calla merasa malu dan langsung menyembunyikan susu kotaknya.

"Ribet lo!" kata Calla sambil mencoba menyembunyikan susunya.

Sam hanya terus tertawa dan mengolok-olok Calla, membuat Calla semakin malu dan kesal. "Lo minum susu, hahaha!" kata Sam sambil terus tertawa.

Calla menggigit bibirnya, merasa sedikit kesal karena Sam terus menggodanya. Ia memandang Sam dengan mata yang sedikit menyipit, lalu melemparkan susu kotak bekasnya ke arah Sam. "Makan tuh sampah!" Sam hanya tertawa dan menerima susu kotak yang dilemparkan oleh Calla.

"Ganggu Calla terus lo kampret!" kata Yesha dengan nada kesal.

Orang yang dipanggil "kampret" hanya tersenyum dan mengangkat bahu. "Enggak! Gue gak tahu aja, ternyata sahabat senadi lo suka minum susu!" kata Sam sambil tersenyum. "Gue pikir dia suka minum kopi atau teh, eh ternyata susu!" Sam hanya tersenyum dan mengangkat bahu.

"Emang masalah buat lo?" kata Calla sambil memasang wajah kesal.

Sam menggelengkan kepala, "Gak apa-apa, gue cuma kaget aja. Lo cocok banget minum susu, kayak anak kecil!" Calla melemparkan tatapan kesal ke arah Sam.

"Sam!" Sam hanya tersenyum dan mengangkat tangan sebagai tanda menyerah. "Oke oke, nanti gue gak akan ganggu lo minum susu lagi," Calla memandang Sam dengan mata yang masih sedikit kesal, tapi sedikit demi sedikit, ia tidak bisa menahan senyumnya. "Dasar," kata Calla, sambil menggumamkan kata-kata yang tidak terlalu keras. Sam hanya tertawa kecil dan mengangguk, tahu bahwa dirinya sudah berhasil membuat Calla tersenyum.

✮ ✮ ✮

Halo guys! Jangan lupa untuk vote dan follow ya, supaya aku bisa terus update chapter berikutnya!

Dan kalo kalian punya request atau pendapat, silakan tulis di kolom komentar di bawah. Aku bakal menghargai feedback dari kalian. Thank you guys! 😉

Ascella StarsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang